Connect with us

ERA HUKUM & KRIMINAL

Waketum LB HAM RI Nilai Aksi Andre Rosiade di Bumi Minang Tak Elegan

Published

on

Eranusantara.com, Padang – Penggerebekan kasus prostitusi online oleh Polda Sumbar di Hotel Kriad Bumiminang beberapa waktu lalu, menjadi topik hangat dalam setiap pembahasan masyarakat Kota Padang hingga saat ini. Pasalnya, penggerebekan ini dilakukan berkat informasi yang diberikan oleh politikus Partai Gerindra yang merupakan Ketua DPW Gerindra Sumbar, Andre Rosiade.

Andre Rosiade yang sudah malang melintang dikancah Nasional, dianggap berhasil mengungkap aktifitas prostitusi online di ranah yang terkenal dengan adat istiadatnya ini.

Meski demikian, tak banyak masyarakat yang mengacungkan jempol atas kesuksesan salah satu anggota DPR asal Sumatra Barat ini dalam mengungkap kasus prostitusi online. Sebagian masyarakat malah mengecam aksi yang dilakulan oleh Andre karena dianggap sengaja melakulan jebakan demi mendongkrak popularitas semata.
Hal ini diperkuat atas dugaan bahwa Andre Rosiade, sengaja memesan kamar hotel untuk menjebak PSK yang disebut – sebut juga dipesan oleh Andre.

Mengomentari hal ini, Waketum LB HAM RI, Dr. Rudi Chandra, S.Pd, SH, M.Pd, MH, MM, Med, CCD, CMLC, CTLA, CA, menilai apa yang dilakukan Andre Rosiade telah menyalahi aturan dan tidak tepat.

“Ini telah menyalahi aturan dan tidak tepat. Hak, Fungsi dan Kewajiban selaku anggota DPR kan sudah diatur, ini sudah bukan ranahnya Andre Rosiade lagi,” ungkap Rudi, kepada eranusantara.com, Kamis, (6/2) malam.

Rudi mengatakan, bahwa Andre telah melanggar Perkap no 6 tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana serta pasal 298 KUHP.

“Ini bukan ranahnya Andre selaku perwakilan masyarakat atau anggota DPR. Ini adalah ranah Kepolisian, Andre jelas melanggar pasal 298 KUHP serta Peraturan Kapolri no 6 Tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana,” tegas Rudi.

Tak hanya itu, Rudi Chandra juga merasa miris atas apa yang dilakukan oleh Andre Rosiade. Menurutnya, masih banyak cara – cara yang elegan jika memang tujuannya untuk membersihkan ranah minang dari maksiat.

“Saya miris melihat aksi ini. Masih banyak cara yang elegan jika tujuannya memang untuk membersihkan Ranah Minang dari maksiat, apalagi jika memang akan dilakukan oleh salah satu perwakilan masyarakat, tentu makin banyak lagi cara bagi kita. Apalagi masyarakat Sumbar sangat menjunjung tinggi raso jo pareso” sebut Rudi menyayangkan.

Rudi menyebutkan, misalnya seperti membuat aturan – aturan yang tepat, kemudian membiarkan intansi berwenang melakukan tindakan.

“Banyak cara, seperti membuat aturan yang tepat, kemudian memberikan keleluasaan kepada intansi berwenang untuk melakukan tindakan. Bukan malah sengaja membuat jebakan dengan melakukan pembodohan publik, apalagi ada pemberitaan juga yang menuluskan bahwa PSK ini sempat dipakai dulu sebelum digerebek,” jelasnya.

Selain itu, Tokok Ham asal Sumbar ini juga menyayangkan atas penahanan yang dilakukan kepada PSK yang diamankan. Menurutnya, dalam kasus ini mestinya yang harus diamankan terlebih dahulu adalah mucikari dan penikmat. Bukan PSK yang notabene merupakan korban human trafficking.

“Penahanan yang dilakukan terhadap wanita ini saya rasa tidak benar dan tidak tepat. Seharusnya yang diamankan itu adalah mucikari dan penikmatnya, karena wanita ini merupakan korban human trafficking,” papar Rudi.

Rudi berharap, semoga kedepannya penanganan maksiat di Kota Padang dan Sumatra Barat pada umumnya, dilakukan dengan cara elegan sesuai uu yang berlaku dan dilaksanakan oleh intansi yang disahkan menurut UU tanpa ada embel – embel dibelakangnya.

Wandre DP

Sebagai media online, ERANUSANTARA.com memberikan hak jawab dan hak koreksi kepada pihak yang merasa keberatan dengan informasi yang diterbitkan di media online ERANUSANTARA.com. Mekanisme pengajuan hak jawab dan hak koreksi mengacu pada ketentuan peraturan kode etik jurnalistik ERANUSANTARA.com dan UU No 40 Tahun 1999, tentang Pers.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 4 =

ERA HUKUM & KRIMINAL

Kendarai Mobil Curian, Anggota Polres Sawahlunto Dihajar Massa

Published

on

Eranusantara.com, Solok – Anggota Polres Sawahlunto, Polda Sumbar, dihajar massa usai diteriaki maling oleh beberapa masyarakat. Kejadian berawal saat Hendri Yonanda, korban pencurian melihat mobil minibus miliknya melintas saat ia hendak berangkat menuju Polsek Kubung.

Sebelumnya, Jumat, (29/5) pagi, Hendri mendapati mobil minibus miliknya tidak ada lagi saat hendak sholat subuh sekitar pukul 4:30 wib. Mendapati mobil tidak ada lagi dihalaman rumahnya, Hendri langsung melapor ke Polsek Kubung, dan langsung didatangi oleh anggota Polsek kubung sekitar pukul 6:00 wib.

“Saya hendak sholat subuh tadi pagi, namun waktu membuka jendela, saya dan mertua mendapati mobil sudah tak ada lagi dihalaman rumah. Kemudian saya langsung melapor ke Polsek Kubung dan anggota Polsek Kubung langsung mendatangi rumah saya sekitar pukul 6:00 wib,” ungkapnya kepada Eranusantara.com, Jumat sore di Mapolsek Kubung.

Usai melapor Jumat pagi, siangnya sekitar pukul 12:00 wib, Hendri mendapat telpon dari petugas Polsek Kubung untuk datang ke Mapolsek. Dalam perjalanan, Hendri melihat mobil miliknya melintas didepannya, namun sudah dengan plat no berbeda. Hendri langsung meneriaki maling sembari mengejar mobil miliknya yang lari menuju arah Kota Solok.

Dibantu warga, akhirnya pelaku yang diketahui anggota Shabara Polres Sawahlunto, diamankan di jalan lingkar Kota Solok. Pelaku NF (40) berpangkat Briptu beserta rekannya sempat menjadi korban amukan massa sebelum petugas datang di TKP.

Saat hal ini dikonfirmasikan, Kasat Shabara Polres Sawahlunto, AKP Riswan Lukfi, membenarkan bahwa NF benar anggotanya.

“Iya benar yang bersangkutan memang anggota saya, untuk komentar lebih lanjut silahkan dengan Kapolres saja,” ungkap Riswan kepada Eranusantara.com, via selularnya Jumat, malam.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polsek Kubung. Saat ini kedua pelaku masih diamankan di Mapolsek Kubung.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Facebook

ERAINVESTIGASI

opini

EraChannel18

Advertisement

Trending