Connect with us

ERA HUKUM & KRIMINAL

Kasus Pelecehan Seksual Dosen UNP, Masyarakat Nilai Pihak Universitas Lalai

Published

on

Ilustrasi Pelecehan seksual

Eranusantara.com, Padang – Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh dosen Universitas Negeri Padang terhadap mahasiswinya Kamis (10/12) lalu, menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat Sumbar sejak beberapa hari terakhir.

FY (29), yang merupakan dosen di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswinya, UFP (20).

Pasca kejadian Kamis malam, UFP melaporkan kasus ini ke Polda Sumbar, Rabu (15/1) siang. Dikutip dari Covesia.com, laporan dengan no LP/17/I/2020/SPKT-BR sudah diterima oleh Polda Sumbar pada Rabu, (15/1) lalu.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, saat dihubungi juga membenarkan dan pihak kepolisian sudah menindaklanjuti laporan korban.

“Saat ini masih kita proses,” ujarnya.

Tak hanya menerima laporan korban, Polda Sumbar juga telah melakukan pemeriksaan kepada beberapa orang saksi yang merupakan rekan korban.

Berdasarkan laporan korban ke SPKT Polda Sumbar, diceritakan bahwa kejadian bermula saat kegiatan mahasiswa sendra tasik di lobi gedung FBS pada Kamis, (10/12) lalu, sekitar pukul 21:00 wib . Saat itu, FY mencubit betis UFP sambil mengatakan saya mau yang panas – panas. Kemudian UFP diajak oleh FY ke dapur dilantai dua yang berdekatan dengan wc wanita. Sesampai di dapur, FY menarik tangan UFP kedalam wc, kemudian mengunci pintu dan FY langsung melancarkan aksinya melakukan pelecehan terhadap UFP.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi dari rektor UNP Prof. Drs. H. Ganefri, M.Pd., Ph.D, terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan dosen muda UNP ini.

Sementara, masyarakat sekitar Universitas Negeri Padang yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada eranusantara.com, Saptu, (18/1), mengatakan bahwa kejadian ini tak luput dari kelalaian pihak Universitas.

“Kejadian ini merupakan buah dari lalainya pihak kampus. Jadwal kegiatan mahasiswa disini seperti tidak terkontrol. Siapa yang bisa ngontrol jika kegiatan masih berlangsung hingga pukul 00:00 bahkan pukul 01:00 dini hari. Disini selalu saja ada kegiatan hingga larut malam dan itu setiap hari. Ya seperti ini lah akibatnya,” ungkap beberapa masyarakat simpang Labor menyayangkan.

Wandre DP/Redaksi

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + nineteen =

Advertisement
Advertisement

Facebook

Advertisement

EraChannel18

ERAINVESTIGASI

opini

Advertisement