Connect with us

ERA CITIZEN CERDAS

Marta Gunawan (MG) Pukau Audiens dan Tamu Undangan

Published

on

Eranusantara.com Pasaman Barat (Pasbar) – Bakal Calon Bupati Kabupaten Pasbar, dari Kalangan Milenial Marta Gunawan (MG), berhasil memukau dan menyita perhatian para audiens dan seluruh tamu undangan dalam acara penyampayan Visi dan Misi Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati oleh partai Gerindra Kabupaten Pasaman Barat di kantor DPC Gerindra Simpang Empat, Jalan Kampung Cubadak, Nagari Lingkuang Aua, Senin, (25/11).

Kenapa tidak, dalam acara tersebut, MG dengan lugas, lantang, padat serta dengan program yang jelas dan masuk akal memaparkan satu persatu Visi dan Misinya dihadapan panelis yaitu, Drd. Rusman Anas, Warman Prayitno,SH, MH, Syafrinaldi, SH, MH, seandainya nanti terpilih jadi Bupati Pasbar.

Tidak hanya itu, bahkan tim penguji dan tamu undangan ikut memuji akan Visi Misinya yang secara keseluruhan sejalan dengan harapan masyarakat dan merupakan terobosan baru yang sangat luar biasa.

“Sesuai dengan Visi Misi untuk Mewujudkan Pasaman Barat Maju, Adil dan Bermartabat, kita mempunyai beberapa program unggulan jika di izinkan allah mamimpin Pasbar nantinya.” Ungkapnya.

Disamping itu, MG juga menjelaskan bagaimana langkah dan cara apa saja yang akan ia lakukan nantinya untuk mewujudkan program-program unggulan untuk mewudkan kesejahreraan masyarakat Pasbar tersebut.

“Dalam menciptakan Pemerintah yang bebas KKN, saya akan menggandeng KPK, Polri dan Kejaksaan untuk melakukan pemberantasan korupsi dan permainan fee proyek yang saat ini sudah menjadi rahasia umum, siapapun itu, meskipun adek atau keluarga saya sendiri akan saya tindak tegas, kapan perlu saya langsung yang menjadi saksi di pengadilan,”Pungkasnya.

Selanjutnya dalam bidang pendidikan, ia mengatakan akan membangun sekolah unggul gratis diatas lahan 10 Hektar yang berlandaskan islam. karena tanpa pondasi dan benteng nilai-nilai agama yang kuat, maka akan sangat rentan seseorang itu melakukan perbuatan yang tidak baik.

Begitu juga dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur, ia mengatakan akan mengupayakan dan meningkatkan sekurangnya 300 persen anggaran yang ada untuk pembangunan jalan aspal dan jembatan, mulai dari perbatasan Agam hingga perbatasan dengan Sumatera Utara.

Bukit Tinggi dan Padang Pariaman bisa membungun pasarnya dengan dana pusat ratusan Milyar pertahunnya, sementara kita untuk membangun RS.UD saja masih menggunakan dana APBD. Tentu disinilah peran dari pemimpin daerah untuk bisa menjemput dana tersebut dan dibawa ke Pasbar.

“Dengan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, saya yakin dan mampu meningkatkan 300 persen dana pembangunan kita dari yang pernah ada. hal itu akan kita lakukan dengan melihat apa-apa saja program yang jadi prioritas pusat dan akan kita singkronkan dengan musrenbang mulai dari tingkat Nagari, Kecamatan, Kabupaten dan selanjutnya kita lakukan lobi ke pemerintah pusat,”ujar MG.

Selain Itu, MG juga mengupas tentang, bagaimana meningkatkan ekonomi masyarakat, meningkatkan persatuan dan kesatuan melalui harmonisasi antar beragama, memberikan reward melalui peningkatan TPP bagi ASN berprestasi, membantu memasarkan hasil pertanian masyarakat ke luar negri dan sebagainya.

Tak ayal, tepuk tangan mengalir deras saat pengusaha muda itu menyampaikan Visi misi dihadapan para panelis dan tamu undangan yang hadir dalam acara itu.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati lainnya yakni, H. Hamsuardi, S.Ag, Ir. Yulisman, M.M, Alamsyah Dt. Marajo yang juga sangat apik saat penyampayan Visi dan Misi yang digelar partai Gerindra tersebut.

(Sofyan H)

Sebagai media online, ERANUSANTARA.com memberikan hak jawab dan hak koreksi kepada pihak yang merasa keberatan dengan informasi yang diterbitkan di media online ERANUSANTARA.com. Mekanisme pengajuan hak jawab dan hak koreksi mengacu pada ketentuan peraturan kode etik jurnalistik ERANUSANTARA.com dan UU No 40 Tahun 1999, tentang Pers.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 + 3 =

Opini

‘Negara dan Imperium Mafia’

Published

on

Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse
Oleh: Edu Lemanto
Penulis adalah Direktur Eksekutif LKIP & Mahasiswa Program Doktoral Humanity and Social Science, PFUR, Moscow-Rusia

Eranusantara.com, Opini – Genderang perang melawan mafia pernah ditabuh Presiden. Jokowi serius? Satu intimidasi keras terhadap mafia terlihat dalam pernyataannya (Kompas.com, 16/12/2019), berbunyi: “Saya ingatkan kamu bolak-balik, kamu hati-hati. Saya ikuti kamu, jangan halangi orang ingin membikin batu bara jadi gas, gara-gara kamu senang impor gas.” Jokowi tampak tak rela negara ini dikangkangi mafia dan berupaya menghancurkannya.

Dalam mafia antik, sejarah memang menyaksikan betapa La Cosa Nostra merupakan organisasi kejahatan yang penuh kekejaman, kekerasan dan pembunuhan berdarah. Dunia rupanya tidak berubah. Tubuh mafia tetap eksis. Ia hanya berganti pakaian. Mafia antik bertampang sangar dan penuh darah. Mafia kontemporer justru berwajah halus, bertangan lentik dan berpakaian necis. Namun, ia tak kalah bengis dari mafia antik dan bahkan lebih kejam darinya.

Mafia tak lagi berjarak dari negara. Mereka merapat ke negara. Mereka menetap dan hidup dalam negara. Namun, tanpa semangat ke-negara-an dan ke-bangsa-an. Mereka mengangkangi negara tempat mereka hidup. Mereka lebih tepat dianggap parasit. Tak ada kepedulian pada prinsip “kedaulatan negara”. Tak ada kebanggaan terhadap negara. Kepentingan bangsa dan negara nomor dua. Nomor satu adalah keuntungan pribadi dan kelompok kendati dengan menjegal sesama anak bangsa.

Kini realisasi ancaman Presiden itu ditagih kembali dan dihadapkan pada masalah serius. Dalam soal timah, misalnya, Presiden didorong untuk “mencabut lisensi BBJ/JFX jika ingin Indonesia menjadi acuan harga timah dunia.” Demikian anjuran serius Ferdy Hasiman (Peneliti Alpha Research Database, 19 Juni 2020) dalam sebuah rilisnya. Perhatian Hasiman pada masalah timah ini pada dasarnya searah dengan intimidasi Jokowi.

Namun, mimpi Indonesia menjadi acuan harga timah dunia mulai kandas. Kandas karena terjadi dualisme harga. Dualisme lahir dari kebijakan yang keliru. Keliru karena kemungkinan besar menjadi produk dari back door deals; kesepakatan di belakang pintu. Lisensi yang diberikan ke BBJ (Bursa Berjangka Jakarta) atau JFX (Jakarta Future Exchange) untuk menjadi bursa timah berbuah pahit bagi negara ini.

“Permendag Nomor 53 Tahun 2018, JFX sebagai salah satu bursa timah selain BKDI (Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia) atau ICDX (Indonesia Commodity & Derivatives Exchange) menghancurkan muka Indonesia di mata dunia. ICDX seakan disepak dan ditendang begitu saja. Padahal, ICDX sudah lebih dahulu menjadi bursa timah tunggal di pasar timah sekaligus menjadi acuan harga timah nasional dan bahkan harga timah Indonesia menjadi menjadi acuan harga timah dunia.

Tak hanya itu, ICDX telah memberi keuntungan bagi negara yang lebih besar. Dualisme bursa timah Indonesia kemungkinan besar merupakan produk back door deals itu. Dalam perdagangan global, dualisme ini menghasilkan wajah Indonesia yang tak jelas. Dua pintu dengan harga berbeda. Mata dunia tertuju pada keganjilan dan keanehan ini. Ia menghasilkan kebingungan bagi negara-negara konsumen. Indonesia tentu dianggap sebagai negara bermuka ganda dan tak jelas.

Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Facebook

ERAINVESTIGASI

opini

EraChannel18

Advertisement

Trending