Connect with us

ERA BOLA

Luis Milla dan Shin Tae-yong Datang ke Indonesia

Published

on

Eranusantara.com, Jakarta – Dua kandidat pengganti Simon McMenemy di Timnas Indonesia, Luis Milla dan Shin Tae-yong, bakal segera tiba di Tanah Air. Keduanya dijadwalkan tiba pada pertengahan 19 November mendatang untuk memaparkan program kepada PSSI.

Seperti diketahui, Luis Milla dan Shin Tae-yong disebut sebagai kandidat kuat menggantikan Simon McMenemy di Timnas Indonesia. Salah satu yang terbaik akan direkrut usai memberikan pemaparan kepada PSSI.

Apalagi PSSI berencana menggunakan Milla atau Tae-yong untuk diperbantukan di Piala Dunia U-20 2021 mendatang.

“Pelatih baru akan datang 19 November untuk pemaparan visi dan misi melatihnya. Mereka akan melakukan pemaparan kepada exco dan ketum. Siapa yang akan dipiloh itu domain ketum,” ungkap Sumardji, selaku menajer Timns kepada media.

Sementara ini, Sumardji menyebut kalau Indonesia akan ditangani oleh Yeyen Tumena dan Joko Susilo pada laga melawan Malaysia. Keduanya akan mendampingi Timnas Indonesia saat bersua dengan Malaysia di Bukit Jalil, 19 November mendatang.

“Kami sudah sampaikan ke mereka. Joko sudah kasih tahu, Yeyen juga. 9 November ini persiapan dan nama-nama pemain harus sudah disampaikan ke saya untuk kumpul. Apapun akan dihadapi, sudah tidak ada pilihan. Situasi seperti ini, apapun yang terjadi harus dijalankan,” jelas Sumardji.

RA_red

Sebagai media online, ERANUSANTARA.com memberikan hak jawab dan hak koreksi kepada pihak yang merasa keberatan dengan informasi yang diterbitkan di media online ERANUSANTARA.com. Mekanisme pengajuan hak jawab dan hak koreksi mengacu pada ketentuan peraturan kode etik jurnalistik ERANUSANTARA.com dan UU No 40 Tahun 1999, tentang Pers.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − twelve =

ERA BOLA

Pemukulan Suporter di Malaysia Dikategorikan Kasus Perampokan

Published

on

ilustrasi suporter Indonesia di Malaysia. (CNN Indonesia/Nova Arifianto)

Eranusantara.com, Jakarta – Polis Diraja Malaysia (PDRM) mengategorikan penyerangan terhadap suporter Indonesia di Bukit Bintang, Kuala Lumpur, ke dalam kasus perampokan.

Direktur Departemen Investigasi Kriminal Bukit Aman, Datuk Huzir Mohamed, mengatakan telah menerima laporan dari warga negara Indonesia bernama Fuad Naji pada Rabu (20/11) malam

“Korban melaporkan bahwa dia dipukuli oleh sekelompok orang yang diyakini warga lokal sekitar jam 2 pagi pada hari yang sama. Investigasi mengungkapkan bahwa insiden itu tidak ada hubungannya dengan pertandingan sepak bola antara Malaysia dan Indonesia di Stadion Nasional Bukit Jalil.”

“Kasus ini diklasifikasikan sebagai kasus perampokan berdasarkan Bagian 392/397 dari KUHP. Sejauh ini penyelidikan telah menemukan bahwa korban kehilangan paspor dan sejumlah uang dalam insiden itu,” kata Datuk Huzir dalam pernyataan media dikutip dari Berita Harian.

PDRM belum dapat memastikan motif insiden tersebut karena petugas investigasi tidak dapat merekam bukti korban.

“Korban menghilang setelah disarankan mendapat perawatan setelah membuat laporan di balai pengobatan polisi. Upaya menemukan pria itu di kediamannya juga menemui jalan buntu.””Oleh karena itu, polisi mendesak korban dan temannya untuk bertemu dengan petugas penyelidik untuk penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga meminta bantuan dari kedutaan Indonesia untuk memberi tahu korban,” sambungnya

PDRM juga masih menyelidiki dan mengidentifikasi orang yang merekam dan mendistribusikan video penyerangan terhadap suporter Indonesia yang viral di media sosial.

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq, akhirnya meminta maaf atas kejadian penyerangan terhadap suporter Indonesia. Setelah video penyerangan viral, Saddiq sempat menyatakan kabar pengeroyokan suporter adalah hoaks.

“Saya memohon maaf kepada rekan-rekan serumpun di Indonesia. Saya memohon maaf atas tragedi yang terjadi pada beberapa hari lalu.”

“Kami telah mendapatkan laporan bahwa kasus pemukulan itu tidak terjadi di Bukit Jalil atau saat pertandingan berlangsung, tetapi terjadi 20 km dari Stadion Bukit Jalil pada pukul 03.00 pagi. Kami belum tahu kasus tersebut apakah berhubungan dengan pertandingan sepak bola,” ucap Saddiq. (nva)

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Facebook

ERAINVESTIGASI

opini

EraChannel18

Advertisement

Trending