Connect with us

Seni & Budaya

Dikbud Tanah Datar: Kekuatan Pemangku Adat Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Kekayaan Budaya Nagari

Published

on

Eranusantaracom – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar.
Reporter : Dwi/Redaksi
Editor : RA/Redaksi

Eranusantaracom, Sumbar – Satu lagi kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar melalui bidang Sejarah dan Tradisi. Kegiatan yang bertema bimbingan teknis penguatan pemangku adat pada kegiatan fasilitas masyarakat dalam pengelolaan kekayaan budaya untuk nagari di Kabupaten Tanah Datar.

Kepala Seksi (Kasi) Sejarah dan Tradisi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar sekaligus Ketua Panitia pelaksana kegiatan ini, Yunimal Afri, S. Sos dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini berasal dari dana APBN melalui DPA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar anggaran tahun 2019.

“Dan harapan kami melihat peserta yang sangat antusias ini, mereka menginginkan agar kegiatan di ulang kembali tahun depan. Mudah-mudahan akan di alokasikan kembali oleh pemerintah daerah setempat, dan kunci dari permasalahan yang sering di hadapi oleh pemangku adat (lembaga unsur) adalah kembalikan seperti semula. Artinya kembalikan tupoksi dari lembaga unsur tadi ke tengah-tengah masyarakat di nagari melalui peraturan nagari. Agar nantinya bisa selaras dengan hukum adat hingga berjalan kontrol sosial tadi melalui pemangku adat dan hukum adat,” tutur Yunimal Afri.

Edi Indra, Walinagari Rambatan mengingatkan akan pentingnya kegiatan ini untuk lembaga unsur nagari dan masyarakat luas.

“Ketika kami melihat masalah budaya kita yang kita bandingkan dengan daerah lainnya, sangat jauh bertolak belakang. Didaerah lain, masih ada mempertahankan budaya kearifan lokal. Dan itu terjaga dengan baik. Maaf … Sungguh berbeda dengan adat istiadat kita yang masih lalai dalam hal tersebut, baik menjaga, melestarikan maupun mengembangkan kearifan lokal yang ada di setiap nagari di Kabupaten Tanah Datar. Untuk itu, dengan hadirnya kegiatan seperti ini, kami berharap mari kita perlihatkan ke publik bahwasannya kita mampu mengelola dan mengembangkan budaya kita dengan baik. Dan mohon diikuti acara ini hingga dengan disiplin selesai, karena banyak ilmu yang bisa kita gali dari narasumber. Yang paling penting, untuk sekedar mengingatkan, jangan ada nuansa politik agar tidak terjadi pandangan negatif pada kegiatan ini,” ujar Edi Indra mengakhiri kata sambutannya.

Sekretaris Kecamatan Rambatan, Sukmawati mewakili Camat Rambatan, hampir senada menambahkan sangat pentingnya kegiatan ini bagi lembaga unsur dan masyarakat luas, umumnya.

“Sebelumnya terima kasih kami ucapkan kepada panitia pelaksan kegiatan yang telah menggelar kegiatan ini dimana sangat penting bagi kita semua, untuk membenahi adat dan budaya kita khususnya di nagari-nagari yang ada di Kabupaten Tanah Datar. Melihat fenomena yang ada saat ini di sekitar lingkungan kita, sudah banyak yang terjadi terkait etika, hukum dan pelanggaran terhadap adat itu sendiri. Untuk itu, bagaimana upaya kita, lembaga unsur dan masyarakat mengatasinya. Harapan kami, semoga kegiatan ini bisa mengupas tuntas terkait permasalahan tersebut dalam dialog diskusi yang akan di pandu narasumber, dan terkait undangan 15 orang per nagari, ini bisa dijadikan semacam kelompok kerja (Pokja) dinagari masing-masing yang berguna untuk inovasi dan menyampaikan aspirasi dari masyarakat termasuk dalam mengangkat dan mengembangkan budaya Minangkabau.” Pungkas Sukmawati, membuka kegiatan ini.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Abrar Mukhlis, S.E juga menyampaikan pesan bahwa guna dari kegiatan ini adalah evaluasi bagi kita semua khususnya lembaga unsur nagari dimana selama ini mandulnya peran dari lembaga kenagarian tersebut terhadap pengawasan masyarakat dinagari.

“Bagaimana upaya kita untuk menstimulan (meningkatkan etos kerja) lembaga unsur agar berfungsi sebagaimana tupoksinya. Dan penting untuk diingat bahwa mensinkronkan antara peraturan daerah, peraturan nagari dan hukum adat nagari sangat penting agar lembaga pemangku adat ini bisa berjalan dengan baik. Kegiatan ini mencakup 75 nagari se Kabupaten Tanah Datar,” ucap Abrar Mukhlis.

Acara yang dilaksanakan di dua lokasi, di Kecamatan Rambatan dan Kecamatan Lima Kaum, mulai dari tanggal 28 hingga 30 Oktober 2019 di aula kantor Nagari Rambatan ini, di hadiri oleh Ketua MUI Provinsi Sumatra Barat, Dosen, lembaga unsur nagari, mulai dari Kerapan Adat Nagari(KAN), Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, dan Unsur Pemuda dari Nagari se Kecamatan Rambatan dengan narasumber Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau(LKAAM) Kabupaten Tanah Datar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 5 =

EraChannel18

Advertisement

ERAINVESTIGASI

opini

Advertisement
Advertisement