Connect with us

ERA JAWA

Dalih Belum Ada Dana Operasional, Panitia Sebelas Desa Karyamakmur Pinjam Dana Ke BALON

Published

on

Eranusantaracom – Kotak Suara Pilkades
Reporter : Wasim Mursalim
Editor : RA/ Redaksi

Eranusantara.com, Karawang – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di wilayah Kabupaten Karawang sudah mulai tahapan demi tahapan, Bakal Calon(Balon) Kepala Desa sudah mulai mendaftarkan diri ke Panitia Sebelas, seperti halnya Desa Karyamakmur Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang sudah ada 2 Calon mendaftar kan diri.

Sehubungan dengan tidak ada dana talangan atau dana operasional pihak panitia meminjam dana kepada Bakal Calon (BALON) kepala Desa Karyamakmur saat mendaftar. “Kalau pendaftaran dikami tidak pakai biaya, hanya kami meminjam dana kepada Bakal Calon saat mendaftar, besaran tidak dibatasi sewajarnya saja”. Hal tersebut di katakan Ketua Panitia Sebelas Pilkades Karyamakmur Asep Yakub Baihaki, Jum’at (18/10) via telepon.

Lanjut dia, dana dari pemerintah belum turun soalnya dari tahap demi tahap kami pakai biaya jadi kesepakatan kami pinjam ke bakal calon untuk operasional kegiatan panitia sebelas, ” saat ini yang daftar baru dua bakal calon diantaranya Atas nama Hari Jamaludin dan F. Sara KS”. Jelas Asep Yakub Baihaki.

“Untuk incumbent atau petahana belum ada kabar kapan mau daftarnya, untuk sementara hak pilih dari data Pileg kurang lebih lima ribu dan kami sedang dalam pendataan Daftar Pemilih Tetap (DPT), mungkin bisa bertambah hak pilih”. Tutup ketua Panitia Sebelas Pilkades Karyamakmur.

Sebagai media online, ERANUSANTARA.com memberikan hak jawab dan hak koreksi kepada pihak yang merasa keberatan dengan informasi yang diterbitkan di media online ERANUSANTARA.com. Mekanisme pengajuan hak jawab dan hak koreksi mengacu pada ketentuan peraturan kode etik jurnalistik ERANUSANTARA.com dan UU No 40 Tahun 1999, tentang Pers.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 2 =

ERA JAWA

Paket Bantuan Sosial Mulai Disalurkan Bagi 1,2 Juta Keluarga Penerima Manfaat di DKI Jakarta

Published

on

Eranusantara.com, Jakarta – Bantuan tersebut nantinya juga akan ditujukan bagi 600.000 keluarga kurang mampu di wilayah Bodetabek yang terdampak Covid-19.

Bantuan sosial berupa paket sembako secara simbolis disalurkan dalam bagi masyarakat kurang mampu dan terdampak Covid-19 di wilayah Jabodetabek. Pendistribusian yang mengikutsertakan PT Pos Indonesia, operator ojek daring, pihak Karang Taruna, Pasar Tani, dan pengemudi ojek pangkalan tersebut dilakukan di gerbang Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 20 April 2020.

Sebanyak 130 pengemudi roda dua dan 13 unit kendaraan roda empat yang membawa paket bantuan tersebut diberangkatkan dari depan Gerbang Istana Merdeka dengan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno menuju kediaman masing-masing keluarga penerima manfaat yang ada di DKI Jakarta. Menteri Sosial, Juliari P. Batubara, dalam keterangannya mengatakan bahwa bantuan tersebut nantinya juga akan disalurkan kepada keluarga penerima manfaat yang ada di wilayah Bodetabek.

“Apa yang kita lakukan pagi hari ini adalah untuk memastikan kehadiran negara dalam penanganan Covid-19 khususnya bagi warga yang terdampak Covid-19 di wilayah DKI Jakarta dan nanti menyusul di sebagian Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Bekasi (Bodetabek),” ujarnya di lokasi pemberangkatan.

Bantuan tersebut akan melingkupi 1,2 juta keluarga di DKI Jakarta dan akan menyusul kepada 600.000 keluarga yang tersebar di Bodetabek. Bantuan berupa paket sembako dengan indeks senilai Rp600.000 per bulan tersebut akan digulirkan selama tiga bulan ke depan untuk membantu warga kurang mampu yang terdampak Covid-19.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Pepen Nazaruddin, yang turut memberikan keterangan menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dengan indeks sebesar tersebut di atas terbagi ke dalam dua penyaluran setiap bulannya.

“Dalam teknisnya selama satu bulan itu dibagi dua, jadi Rp600.000 dibagi dua. Maka, penerima manfaat akan menerima enam kali penyaluran (selama tiga bulan),” ucapnya.

Untuk diketahui, penyaluran bantuan sosial dengan memberdayakan pihak-pihak terkait seperti pengantaran PT Pos Indonesia, pengemudi ojek daring dan pangkalan, serta pihak lainnya merupakan salah satu upaya untuk menyalurkan bantuan dengan tetap memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan penanganan Covid-19. Bantuan tersebut akan diantarkan langsung menuju rumah para penerima manfaat.

“Memperhatikan protokol kesehatan, artinya diupayakan tidak terjadi pengumpulan massa yang melibatkan banyak orang sehingga keluarga penerima manfaat cukup berdiam di rumah dan nanti akan diantarkan langsung ke rumahnya. Maka itu bekerja sama dengan moda-moda transportasi yang bisa langsung menuju rumah tangga sasaran,” ujar Pepen.

Red/Setpres

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Facebook

ERAINVESTIGASI

opini

EraChannel18

Advertisement

Trending