Connect with us

ERA INVESTIGASI

Dugaan Ijazah Palsu Warnai Pilwana Kab. Sijunjung

Published

on

Khamsiardi, SSTP, M.Si, Kepala DPMN Kab. Sijunjung

Eranusantara.com, Kab. Sijunjung – Pemilihan Walinagari (Pilwana) di Kab. Sijunjung, Sumatra Barat, sukses digelar pada Senin, (9/9) lalu. Sebanyak 40 Nagari (Desa), melakukan pemilihan serentak bersamaan dengan habisnya masa jabatan para Walinagari sebelumnya.

Meski demikian, proses Pilwana Kab. Sijunjung, kali ini dirusak dengan adanya dugaan penggunaan ijazah palsu oleh salah satu calon walinagari di Kec. Sumpur Kudus. Yang bersangkutan disinyalir menggunakan ijazah SMP palsu dalam proses pencalonannya.

Hal ini terkuak, saat beberapa masyarakat mengatakan bahwa yang bersangkutan tidak pernah sekolah di SMP 2 Sijunjung. Sementara, dalam proses pencalonannya, AR memiliki ijazah SMP 2 Sijunjung tamatan tahun 1973.

Menurut beberapa masyarakat yang tidak ingin disebutkan namany kepada eranusantgara.com beberapa waktu lalu, AR tidak pernah bersekolah disitu.

“Setau kami, dia tidak pernah sekolah disitu, bisa jadi ijazahnya palsu,”ungkap beberapa masyarakat kepada eranusantara.com.

Tak hanya itu, beberapa kejanggalanpun terlihat dari copyan ijazah yang dimiliki AR. Mulai dari stempel yang terkesan ditempel, hingga tanda tangan dan nama kepala sekolah yang terlihat dimodifikasi pada copyan ijazah milik AR.

Saat hal ini dikonfirmasikan Kepsek SMP Negeri 2 Sijunjung mengatakan tidak tahu akan hal ini. Bahkan, yang memberikan legalisir waktu itu bukan kepala sekolah, melainkan wakil kepala sekolah yang saat ini sudah dimutasi ke sekolah lain.

“Saya tidak tahu akan hal ini. Tapi kita akan cek kebenarannya, apakah ijazah ini asli atau palsu. Memang jika dilihat sepintas banyak kejanggalan pada ijazah ini. Namun, kita tentu belum dapat memfonis jika ijazah ini palsu. Apalagi yang memberikan legalisir bukan saya dan saya tidak tahu. Yang memberikan legalisir ialah mantan wakil kepala yang saat ini sudah pindah ke sekolah lain,” ungkapnya kepada eranusantara.com, diruangan kerjanya, Selasa, (17/9) lalu.

Sementara itu, Ramler, SH. MM, melalui telpon selularnya juga belum mendapat informasi terkait permasalahan ini.

“Saya belum dapat informasi terkait permasalahan ini. Namun kita akan coba lihat nanti apakah ijazah ini asli atau palsu, kita akan cek nanti9 dikantor karna ada proses uji leb juga untuk membuktikan keaslian ijazah ini,” jelas Ramler kepada eranusantara.com.

Diwaktu berbeda, kepala DPMN Kab. Sijunjung, Khamsiardi, SSTP, M.Si, juga belum mendengar kabar atas adanya penggunaan ijazah palsu ini dalam proses pemilihan walinagari kali ini.

“Saya belum mendengar kabar ini, karna jika bicara mengenai kelengkapan berkas, itu berada pada panitia pemilihan. Namun kita akan coba melakukan kroscek kebawah terkait informasi ini,” ungkap,  Khamsiardi, melalui telpon selularnya, Jum’at, (20/9), kepada eranusantara.com.

Saat ditanyai mengenai aturan yang dilanggar jika dugaan ini benar. Khamsiardi yang merupakan mantan Camat teladan se Kab. Sijunjung mengatakan bahwa ia akan mengecek aturan yang mengatur atas dugaan penggunaan ijazah palsu ini.

“Kita akan cek aturan yang mengikat tentang proses pemilihan walinagari. Nanti akan saya kabari lagi,” jelasnya.

(Yose, Wandre)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + 11 =

EraChannel18

Advertisement

ERAINVESTIGASI

opini

Advertisement
Advertisement