Connect with us

Seni & Budaya

Gemura Dorong Aksi Kepedulian Karhutla Melalui Orasi Budaya

Published

on

Eranusantara.com – Acara Mimbar Demokrasi & Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta selatan, Kamis (19/9).

Eranusantara.com, Jakarta – Perihal Bencana Asap yang melanda beberapa wilayah Indonesia khususnya di Riau dan Kalimantan, mendorong aksi melalui pergelaran Mimbar Demokrasi dan Budaya dengan mengangkat tema Bencana Asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Selatan, Kamis (19/9).

Acara ini di gelar oleh Gerakan Muda Nurani Rakyat (Gemura) yang juga bekerjasama dengan seniman dan budayawan Indonesia. Hal ini di dorong akan aksi kepedulian masyarakat terhadap bencana Karhutla melalui aksi Orasi budaya dan Musikalisasi Puisi, sekaligus turut mengundang Budayawan dan Tokoh Riau, Asrizal Nur, Budayawan dan Seniman Irmasnyah serta tokoh Kepulauan Riau, Bunda Marta Sinaga dan Ketua DPP Gemura, Oktasari Sabil.

Ketua Bidang Hukum dan HAM yang juga sekaligus Ketua Pelaksana Mimbar Demokrasi dan Budaya, yang akrab disapa Kiki mengungkapkan tujuan acara ini untuk mendorong pemerintah agar lebih memperhatikan dan menyelesaikan permasalahan kebakaran hutan saat ini atau permasalahan hutan kedepannya.

“kita semua ikut berkontribusi menanggapi permasalahan Karhutla saat ini, melalui perspektif seni dan budaya kita semua ikut berperan untuk mengingatkan pemerintah untuk lebih sadar mengenai penyelesaian ini,” Tegas Kiki, di Jakarta, (19/9).

Selain itu Kiki juga menambahkan meski agenda ini disampaikan di Jakarta yang saat ini belum terkena kabut asap, tapi kita semua disini ikut merasakan permasalahan yang melanda saudara-saudara kita di Riau, Sumatera dan Kalimantan.

“Kita semua ikut merasakan, bahkan pemberitaan terkait asap yang sudah menyebarluas hampir di daerah Sumatera yang kurang lebih 140 ribu yang terkena ISPA. Dari hal ini meski kita disini tidak dapat ikut berperan memedamkan api di hutan bersama relawan, tapi setidaknya kita berkontribusi mengekspresikan dorongan melalui seni dan budaya,” Ungkapnya.

Disamping itu, Kiki juga menilai bahwasanya pemerintah mesti tegas dalam menyelesaikan masalah ini, agar tidak terulang kembali permasalahan Karhutla kedepannya, yang merugikan banyak masyarakat.

“Masalah ini mesti dihadapi dengan tegas oleh pemerintah, jangan sampai setiap musim panas hutan selalu terbakar habis, sebenarnya ini merupakan pertanyaan untuk pemerintah, apakah hutan terbakar itu faktor alam atau adanya pembakaran yang disengaja hanya untuk kepentingan pribadi?,” Tutup Kiki.

RA_Redaksi

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + sixteen =

EraChannel18

Advertisement

ERAINVESTIGASI

opini

Advertisement
Advertisement