Connect with us

ERA CITIZEN CERDAS

Polisi Tangkap 5 Pelaku Pembakaran Hutan Lindung di Solok

Published

on

Eranusantara.com – Pembakaran Hutan di solok Sumatera Barat.

Eranusantara.com, Solok – Lima pelaku pembakaran dua hektare lahan yang berada dalam kawasan hutan lindung Margasatwa Barisan, tepatnya di Jorong Balai Batingkah, Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, ditangkap jajaran Satreskrim Polres Solok, Sabtu (14/9). Diduga, mereka sengaja melakukan pembakaran untuk pembukaan lahan yang dijadikan lahan pertanian.

Para pelaku yang diamankan masing masing berinsial KD (43), Rn (37), Af (36), dan YM (35), yang berperan sebagai pekerja yang menerima upah dari pelaku LH yang berperan sebagai pemilik lahan. LH inilah yang sengaja membayar dan mempekerjakan empat pelaku tersebut untuk membuka lahan di kawasan hutan lindung.

Selain menangkap para pelaku pembakaran hutan, petugas juga menyita barang bukti berupa mesin chainsaw sebagai alat untuk menebang pohon, mesin pemotong tumput, genset sebagai alat yang digunakan untuk penerangan di lokasi dan sejumlah jerigen yang diduga sebagai tempat penyimpanan bensin untuk membakar pohon-pohon yang telah ditebang.

Informasi yang dihimpun, terungkapnya kasus tersebut berawal ketika terjadi kebakaran lahan di Nagari Saniangbaka pada Jumat (13/9) siang. Karena dampaknya cukup serius terhadap kerusakan lingkungan, peristiwa terbakarnya lahan itu sempat menjadi perhatian pihak terkait.

Adanya laporan, petugas jajaran Polres Solok Kota berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi dan BKSD Sumbar langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Tenyata, kawasan yang terbakar merupakan kawasan hutan Margasatwa.

Dari penyelidikan lebih lanjut diketahui terbakarnya kawasan hutan itu diduga ada unsur kesengajaan maupun kelalaian. Setelah melakukan pendalaman dengan memintai keterangan saksi-saksi, identitas para pelaku pembakaran hutan terungkap hingga kemudian dilakukan penangkapan.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan mengatakan para pelaku melakukan pembakaran lahan untuk membuka lahan. Untuk modus operandi, mereka menebang pohon pinus dan membentuk susunan jalan dari kayu pinus, kemudian membakarnya dengan minyak tanah dan korek api. Sehingga api menyebar dengan cepat.

“Keempat pekerja sudah melakukan pekerjaannya merambah hutan lindung selama dua tahun. Lahan yang biasanya mereka rambah ditanami buah naga, cengkeh, dan kayu manis. Jadi, selama ini kami tidak mengetahui jika tanah yang dibuka oleh pekerja ini hutan lindung. Sebab, masyarakat sekitar hanya menyebut tanah ulayat,” ujarnya.

AKBP Dony menjelaskan pihaknya menyita berbagai barang bukti yang kini sudah damankan di Mapolres. Selain menemukan peralatan pembakaran hutan, pihaknya juga menyita satu unit sepeda motor dan sekitar 8 kubik kayu pinus yang sudah diolah. Mereka memang sengaja membuka lahan di kawasan hutan Margasatwa dengan cara membakar.

“Para pelaku akan dijerat pasal 40 ayat 1 UURI no 5 tahun1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosisimnya dan atau pasal 78 ayat 2 dan 3 ke pasal 50 ayat 3 ke huruf b dan d UURI no 41 tahun 1990 tentang kehutanan dan atau pasal 94, pasal 82 ayat 1 huruf c UURI no 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan. Atas perbuatanya para pelaku terancam pidana kurungan paling lama 15 tahun,” tegas AKBP Dony.

Redaksi

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − seven =

EraChannel18

Advertisement

ERAINVESTIGASI

opini

Advertisement
Advertisement