Connect with us

ERA 86

Pasutri Bersatus PNS, Lakukan Aktifitas Ilegal di Kab. Sijunjung

Published

on

Eranusantara.com – Video kawasan tambang ilegal di daerah sijunjung

Eranusantara.com, Kab. Sijunjung – Pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil menjadi mimpi bagi sebagian besar putra putri bangsa. Pasalnya, bekerja sebagai PNS dapat dikatakan suatu titik aman dalam keberlangsungan ekonomi. Penghasilan yang cukup serta tunjangan yang memadai, dapat menUKngkatkan taraf hidup para PNS dibeberapa daerah di Indonesia.

Meski demikian, status PNS bukan tanpa aturan. Para pegawai yang digaji oleh negara ini tentu diatur dengan berbagai macam aturan negara, seperti Uundang- undang, Peraturan Presiden, Peraturan Mentri, Peraturan Daerah dan berbagai macam aturan lain yang salah satu tujuannya demi memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat. Berbagai kegiatan maupun prilaku seorang PNS juga diatur dan tidak diperbolehkan berbuat dan berprilaku seenaknya.

Berbeda dengan salah satu Guru sekolah dasar yang berstatus PNS di Kab. Sijunjung, Sumatra Barat. Tak tanggung – tanggung, pasangan suami istri yang keduanya berstatus PNS ini, bersama – sama menjalankan bisnis ilegal meaning di Kab. Sijunjung.

MA yang merupakan salah satu guru SDN di Kab. Sijunjung, beserta istrinya R yang merupakan tenaga kesehatan di RSUD Sijunjung, dan juga berstatus PNS ini menjalankan bisnis ilegal didaerah Tan Laweh, Padang Sibusuk, Kab. Sijunjung. Tak tanggung – tanggung, tiga alat berat dipekerjakan sekaligus pada daerah pertanian produktif. Kerusakan lahan pertanian terlhat jelas saat eranusantara.com datang langsung ke lokasi milik MA beberapa waktu lalu.

Hingga berita ini diturunkan, MA maupun R tak dapat dihubungi. Bahkan, pesan whatsapp yang awalnya terkitim dengan tujuan untuk mengkonfirmasi, akhirnya di blok oleh MA.

Saat dihubungi via telepon selular milik MA, suara wanita yang diduga adalah R mengatakan bahwa telpon yang dilakukan salah sambung.

“Maaf ya pak..salah sambung pak,” ungkap wanita yang diduga R, kemudian langsung mematikan telpon, pada, Rabu, (17/7), lalu.

Sementara itu, Ramler, SH. MM, selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sijunjung, mengaku belum tau akan hal ini. Meski demikian, Ramler mengatakan akan mencari tahu dan menanyakan terlebih dahulu kepada yang bersangkutan.

“Sementara saya no coment dulu, karena ini baru informasi, saya akan menanyakan dulu kepada yang bersangkutan, apakah hal ini benar. Jika benar, nanti akan ada pejabat yang akan menimbang kesalahan jika hal ini benar,” ungkapnya kepada eranusantara.com, Selasa, (31/7), via telepon selularnya.

Wandre DP

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 4 =

EraChannel18

Advertisement

ERAINVESTIGASI

opini

Advertisement
Advertisement