Connect with us

ERA HUKUM & KRIMINAL

Oknum Karyawan BRI Gelapkan Miliaran Uang Nasabah

Published

on

Eranusantara.com – Ilustrasi Oknum karyawan BRI menggelapkan uang nasabah
Praktek ini telah berlangsung sejak tahun 2018 yang ditaksir berjumlah miliaran rupiah

Eranusantara.com, Jakarta – Uang hasil korupsi dan penggelapan yang dilakukan oleh salah seorang oknum Karyawan Bank BRI Payakumbuh, AG (32) diduga telah habis digunakan. Mayoritas, uang tersebut dihabiskan dalam permainan judi online.

Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Nur Tamam SH melalui Kasi Intelijen, Nazif Firdaus dan Kasi Pidana Khusus, Satria Lerino mengatakan, saat penyidikan, AG mengaku uang hasil penggelapan dan korupsi dana Bank BRI digunakan untuk keperluan pribadi dan judi online. Namun, mayoritas uang tersebut digunakan di meja judi.

Ia juga mengatakan judi online ini menggunakan jasa transaksi perbankan. Baik untuk membayar deposit sebagai modal judi maupun penukaran uang hasil judi yang nantinya akan masuk ke rekening AG. Sebelumnya, kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Nur Tamam SH mengatakan pihaknya telah melakukan penahanan kepada salah seorang oknum Karyawan Bank BRI Payakumbuh Unit Nusantara Barat Koto Nan Ampek karena telah melakukan penggelapan dana nasabah dan korupsi uang Bank BRI. Praktek ini telah berlangsung sejak tahun 2018 yang ditaksir berjumlah miliaran rupiah. Modus oknum ini ada tiga macam. Pertama AG membujuk nasabah untuk mengambil kredit di Bank BRI, namun setelah dana tersebut cair, jumlah pinjaman dikurangi dengan cara membuat dokumen palsu.

Yang kedua, menggelapkan setoran nasabah yang tidak dimasukkan ke kas bank BRI dan yang terakhir mengambil jaminan pinjaman nasabah tanpa sepengetahuan pimpinan. Kemudian menjadikan boroh untuk pinjaman ke bank tanpa sepengetahuan si nasabah. Namun untuk memastikan berapa jumlah kerugian negara akibat ulah AG ini, Nur Tamam belum bisa menjawab karena masih menunggu hasil pemeriksaan dari BPKP.

Fahad Hasan_Redaksi

Sebagai media online, ERANUSANTARA.com memberikan hak jawab dan hak koreksi kepada pihak yang merasa keberatan dengan informasi yang diterbitkan di media online ERANUSANTARA.com. Mekanisme pengajuan hak jawab dan hak koreksi mengacu pada ketentuan peraturan kode etik jurnalistik ERANUSANTARA.com dan UU No 40 Tahun 1999, tentang Pers.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × two =

ERA HUKUM & KRIMINAL

Kendarai Mobil Curian, Anggota Polres Sawahlunto Dihajar Massa

Published

on

Eranusantara.com, Solok – Anggota Polres Sawahlunto, Polda Sumbar, dihajar massa usai diteriaki maling oleh beberapa masyarakat. Kejadian berawal saat Hendri Yonanda, korban pencurian melihat mobil minibus miliknya melintas saat ia hendak berangkat menuju Polsek Kubung.

Sebelumnya, Jumat, (29/5) pagi, Hendri mendapati mobil minibus miliknya tidak ada lagi saat hendak sholat subuh sekitar pukul 4:30 wib. Mendapati mobil tidak ada lagi dihalaman rumahnya, Hendri langsung melapor ke Polsek Kubung, dan langsung didatangi oleh anggota Polsek kubung sekitar pukul 6:00 wib.

“Saya hendak sholat subuh tadi pagi, namun waktu membuka jendela, saya dan mertua mendapati mobil sudah tak ada lagi dihalaman rumah. Kemudian saya langsung melapor ke Polsek Kubung dan anggota Polsek Kubung langsung mendatangi rumah saya sekitar pukul 6:00 wib,” ungkapnya kepada Eranusantara.com, Jumat sore di Mapolsek Kubung.

Usai melapor Jumat pagi, siangnya sekitar pukul 12:00 wib, Hendri mendapat telpon dari petugas Polsek Kubung untuk datang ke Mapolsek. Dalam perjalanan, Hendri melihat mobil miliknya melintas didepannya, namun sudah dengan plat no berbeda. Hendri langsung meneriaki maling sembari mengejar mobil miliknya yang lari menuju arah Kota Solok.

Dibantu warga, akhirnya pelaku yang diketahui anggota Shabara Polres Sawahlunto, diamankan di jalan lingkar Kota Solok. Pelaku NF (40) berpangkat Briptu beserta rekannya sempat menjadi korban amukan massa sebelum petugas datang di TKP.

Saat hal ini dikonfirmasikan, Kasat Shabara Polres Sawahlunto, AKP Riswan Lukfi, membenarkan bahwa NF benar anggotanya.

“Iya benar yang bersangkutan memang anggota saya, untuk komentar lebih lanjut silahkan dengan Kapolres saja,” ungkap Riswan kepada Eranusantara.com, via selularnya Jumat, malam.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polsek Kubung. Saat ini kedua pelaku masih diamankan di Mapolsek Kubung.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Facebook

ERAINVESTIGASI

opini

EraChannel18

Advertisement

Trending