Connect with us

ERA BISNIS

Pengelolaan Parkir di Kawasan GBK Tak Sesuai Perjanjian

Published

on

Eranusantara.com – Kawasan Parkir di Gelora Bung Karno
Adapun nilai bagi hasil yang dibayarkan untuk periode bulan Oktober 2016 s.d. Februari 2017 kurang dari nilai yang dipersyaratkan dalam perjanjian sebesar Rp4.478.711.996.

Eranusantara.com, Jakarta – Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) pada tahun 2017 menyajikan Pendapatan Pengelolaan Kawasan Lainnya sebesar Rpl46.396. 199.701. Di antaranya sebesar Rp2.307.001.323 merupakan Pendapatan Jasa Parkir.

Penerimaan Pendapatan Jasa Parkir tersebut diperoleh dari bagi hasil pengelolaan perparkiran antara PPK GBK dengan PT PVI berdasarkan perjanjian Pengelolaan Perparkiran pada Kawasan GBK NomorPerjan.l89/PPK GBK/Dirut/12/2015 tanggal 7 Desember 2015.

Dalam perjanjian tersebut, disepakati bagi hasil yang harus dibayarkan PT PVI kepada PPK GBK setiap bulan adalah sebesar 60% dari pendapatan atau sebesar Rp1.498.880.000, mana yang lebih besar. Akan tetapi, pengelolaan perparkiran pada kawasan Gelora Bung Karno (GBK) diduga tidak dilaksanakan sesuai perjanjian.

Berdasarkan data yang dihimpun Tim Investigator LJ, pemeriksaan atas surat tagihan, kuitansi pembayaran, pembukuan bendahara, risalah rapat, laporan penerimaan perparkiran, dan konfirmasi dengan PT PVI, diketahui bahwa pengelolaan perparkiran pada kawasan GBK tersebut tidak dilaksanakan sesuai ketentuan yang telah disepakati dalam perjanjian.

Hal tersebut berdampak bagi hasil penerimaan pengelolaan perparkiran sebesar Rp21.973.248.036 berpotensi tidak dapat direalisasikan. Berdasarkan perhitungan bagi hasil pendapatan pengelolaan parkir sesuai perjanjiap, kewajiban PT PVI yang belum dibayar ke PPK GBK seharusnya adalah sebesar Rp21.973.248.036.

Berdasarkan hasil konfirmasi yang dilakukan kepada PT PVI diketahui bahwa PT PVI mengakui utang bagi hasil pengelolaan parkir kepada PPK GBK sebesar Rp4.443.518.116. Akibatnya, terdapat piutang PPK GBK yang tidak diakui oleh PT PVI dan berpotensi tidak tertagih sebesar Rp1 7.529.729.920 (Rp21 .973.248.036 – Rp4.443.5 18.116).

Pembayaran bagi hasil dimulai pada bulan Januari 2016 s.d. Februari 2017. Mulai Maret 2017 s.d. Desember 2017 PT PVI tidak melakukan pembayaran bagi hasil sesuai ketentuan dalam perjanjian. Adapun nilai bagi hasil yang dibayarkan untuk periode bulan Oktober 2016 s.d. Februari 2017 kurang dari nilai yang dipersyaratkan dalam perjanjian sebesar Rp4.478.711.996.

Permasalahan tersebut mengakibatkan bagi hasil penerimaan pengelolaan perparkiran pada saat pemutusan kontrak sebesar Rp21.973.248.036 belum dapat direalisasikan sehubungan dengan belum adanya kesepakatan antara PPK GBK dengan PT PVI tentang bagi hasil penerimaan pengelolaan perparkiran. Dan, jaminan pelaksanaan sebesar Rp2.997.760.000 belum dapat diakui sebagai pendapatan serta digunakan dalam operasional PPK GBK.

FahadHasan_Redaksi

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − 5 =

EraChannel18

Advertisement

ERAINVESTIGASI

opini

Advertisement
Advertisement