Connect with us

ERA HUKUM & KRIMINAL

KKP Berikan Klarifikasi Terkait Dugaan Korupsi di Lingkungan Kerjanya

Published

on

Eranusantara.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Kemudian, mengenai Laporan Keuangan (LK) KKP. Untuk diketahui temuan-temuan yang dimuat dalam LK dimaksud seluruhnya sudah di tindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Eranusantara.com, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Lily Aprilya Pregiwati memberikan Klarifikasi terkait dugaan Menteri Kelautan dan Perikanan yang akan di jadikan tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Melalui surat klarifikasi yang diterima redaksi eranusantara.com, pada Senin (13/5), Lily Aprilya Pregiwati membantah bahwasanya dugaan korupsi yang menyeret KKP terkait pengadaan kapal nelayan yang rilis di media eranusantara.com dinilainya kurang tepat.

Melalui surat klarifikasi tersebut Lily menuliskan, hingga saat ini tidak ada indikasi apalagi bukti yang mengarah kepada dugaan korupsi tersebut. Adapun ucapan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode Muhammad Syarif mengenai empat unit kerja di KKP yang rentan dengan tindak pidana korupsi tidak demikian benar adanya.

Lily menjelaskan pada acara puncak peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia) pada tanggal 10 Desember 2018 di kantor KKP, Laode menyebutkan bahwa disetiap Kementrian termasuk KKP ada empat unit yang rentan terhadap praktik korupsi, yaitu sektor pengadaan barang dan jasa, perizinan, bantuan sosial dan pengelolaan aset. “Jadi yang diungkap bukan fakta jika KKP melakukan korupsi di empat sektor tersebut, melainkan pendapat umum mengenai sektor yang rentan praktik korupsi,” tulisnya.

Kemudian, mengenai Laporan Keuangan (LK) KKP. Untuk diketahui temuan-temuan yang dimuat dalam LK dimaksud seluruhnya sudah di tindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Selanjutnya Lily tidak membenarkan terkait informasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada periode Januari – Juni 2018 yang hanya mencapai sebesar Rp240,29 triliun dari target Rp275 triliun.

RA_Redaksi

Sebagai media online, ERANUSANTARA.com memberikan hak jawab dan hak koreksi kepada pihak yang merasa keberatan dengan informasi yang diterbitkan di media online ERANUSANTARA.com. Mekanisme pengajuan hak jawab dan hak koreksi mengacu pada ketentuan peraturan kode etik jurnalistik ERANUSANTARA.com dan UU No 40 Tahun 1999, tentang Pers.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × one =

ERA HUKUM & KRIMINAL

Kendarai Mobil Curian, Anggota Polres Sawahlunto Dihajar Massa

Published

on

Eranusantara.com, Solok – Anggota Polres Sawahlunto, Polda Sumbar, dihajar massa usai diteriaki maling oleh beberapa masyarakat. Kejadian berawal saat Hendri Yonanda, korban pencurian melihat mobil minibus miliknya melintas saat ia hendak berangkat menuju Polsek Kubung.

Sebelumnya, Jumat, (29/5) pagi, Hendri mendapati mobil minibus miliknya tidak ada lagi saat hendak sholat subuh sekitar pukul 4:30 wib. Mendapati mobil tidak ada lagi dihalaman rumahnya, Hendri langsung melapor ke Polsek Kubung, dan langsung didatangi oleh anggota Polsek kubung sekitar pukul 6:00 wib.

“Saya hendak sholat subuh tadi pagi, namun waktu membuka jendela, saya dan mertua mendapati mobil sudah tak ada lagi dihalaman rumah. Kemudian saya langsung melapor ke Polsek Kubung dan anggota Polsek Kubung langsung mendatangi rumah saya sekitar pukul 6:00 wib,” ungkapnya kepada Eranusantara.com, Jumat sore di Mapolsek Kubung.

Usai melapor Jumat pagi, siangnya sekitar pukul 12:00 wib, Hendri mendapat telpon dari petugas Polsek Kubung untuk datang ke Mapolsek. Dalam perjalanan, Hendri melihat mobil miliknya melintas didepannya, namun sudah dengan plat no berbeda. Hendri langsung meneriaki maling sembari mengejar mobil miliknya yang lari menuju arah Kota Solok.

Dibantu warga, akhirnya pelaku yang diketahui anggota Shabara Polres Sawahlunto, diamankan di jalan lingkar Kota Solok. Pelaku NF (40) berpangkat Briptu beserta rekannya sempat menjadi korban amukan massa sebelum petugas datang di TKP.

Saat hal ini dikonfirmasikan, Kasat Shabara Polres Sawahlunto, AKP Riswan Lukfi, membenarkan bahwa NF benar anggotanya.

“Iya benar yang bersangkutan memang anggota saya, untuk komentar lebih lanjut silahkan dengan Kapolres saja,” ungkap Riswan kepada Eranusantara.com, via selularnya Jumat, malam.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polsek Kubung. Saat ini kedua pelaku masih diamankan di Mapolsek Kubung.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Facebook

ERAINVESTIGASI

opini

EraChannel18

Advertisement

Trending