Connect with us

ERA CITIZEN CERDAS

Bulan Ramadhan, Pol PP Padang Razia Warkel

Published

on

Satpol PP Kota Padang Razia Warung Kelambu

Eranusantara.com, Padang – Hari ke empat bulan ramadan, Satuan Polisi Pamong Praja, ( Satpol PP ) Kota Padang, langsung merazia dan menindak tegas “warung kelambu” ( Warkel ) yang memfasilitasi orang yang tidak berpuasa untuk makan ditempatnya di siang hari pada Kamis, (9/5) siang.

Petugas Penegak Perda ini langsung menyisir berbagai tempat kawasan yang diduga ada warung kelambunya, yakni kawasan Pasar Raya, Pasar Belimbing, Purus Tiga dan By Pass Air Pacah Kota Padang.

“Kita tidak main-main terhadap warung kelambu ini, untuk hari ini seluruhnya yang kita temui kita berikan tindakan tegas, dengan membawa kompor dan tabung gas pemilik, sekaligus kami berikan surat himbauan dan panggilan untuk datang ke Mako Satpol PP,” ucap Al Amin selaku Kasat Pol PP Kota Padang.

Selain itu, Al Amin menambahkan bahwa anggotanya akan terus dikerahkan untuk menyisir tempat-tempat yang digunakan untuk memfasilitasi orang yang tidak berpuasa untuk makan disiang hari.

“Jika yang sudah ditertibkan masih juga kedapatan, kita akan bawa semua barangnya untuk disidangkan, karena dia sudah melanggar Perda 11 tahun 2005 tentang Trantibum, setiap yang kita razia kita pastikan itu ada laporan dari masyarakat dan ingat saya pastikan anggota saya akan terus mengawasi tempat-tempat yang namanya warung kelambu, akan kami tindak tegas,” kata Al Amin.

Ia berharap masyarakat yang mempunyai warung nasi di Kota Padang ini, agar jangan memfasilitasi warungnya sebagai tempat makan siang bagi orang yang tidak berpuasa tersebut.

“mari kita sama-sama jaga kota padang tercinta ini,” himbau Al Amin.

Wahyu

Sebagai media online, ERANUSANTARA.com memberikan hak jawab dan hak koreksi kepada pihak yang merasa keberatan dengan informasi yang diterbitkan di media online ERANUSANTARA.com. Mekanisme pengajuan hak jawab dan hak koreksi mengacu pada ketentuan peraturan kode etik jurnalistik ERANUSANTARA.com dan UU No 40 Tahun 1999, tentang Pers.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − seven =

Opini

Fenomena Alam Tidak Pernah Menipu, Alam itu jujur, Izin Lingkungan Yang Tidak Jujur

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse
Penulis : Dhedi Razak (Kolumnis dan Alumni Lemhannas RI)

Eranusantara.com, Opini – Asas pemerintahan yang baik ialah menghindari potensi kerusakan daripada mengambil manfaat. Asas ini sepertinya menjadi pegangan Bupati Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Andreas Agas.

Ia berjanji tidak akan memberi izin lingkungan penambangan batu gamping bila kegiatan itu merusak karst (Kawasan batuan gamping yang mudah larut bila terkena air hujan, sehingga menghasilkan berbagai bentuk permukaan bumi yang unik dan gua-gua bawah tanah).

Janji Agas terasa manis bila sebelum ada izin dilakukan penelitian terkait dengan karst sebab karst sebagai fenomena alam tidak pernah menipu. Alam itu jujur, izin lingkungan yang tidak jujur.

Agas sudah memberikan izin lokasi pabrik semen seluas 298 hektare di atas wilayah yang terdapat indikasi ekosistem karst. Ekosistem Karst tak Tergantikan, begitu judul tulisan peneliti Cahyo Rahmadi di laman lipi.go.id. Karst adalah bagian dari ekosistem. Tangki raksasa penyimpan air bawah tanah. Tempat tinggalnya berbagai jenis flora dan fauna langka.
Kawasan mineral tak terbarukan. Wilayah kunci untuk mengetahui sistem hidrologi kawasan.

Begitu pentingnya kawasan karst, pada 1997, komisi dunia untuk kawasan lindung mendorong perlindungan ekosistem karst di seluruh dunia dengan acuan tertentu.

Acuan yang dimaksud ialah karst sebagai habitat flora dan fauna langka, karst sebagai kawasan mineral langka (tidak terbarukan) dan memiliki bentang alam yang unik, dan karst sebagai bagian penting kawasan prasejarah dan sejarah kebudayaan. Indonesia adalah negara dengan wilayah karst yang sangat luas.

Dari luas wilayah daratan 1.922.570 kilometer persegi, 154 ribu kilometer persegi ialah kawasan karst atau 8% dari luas daratan Indonesia. Potensi batu gamping sekitar 39 triliun ton. Namun, pengaturan soal karst masih amburadul.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Facebook

ERAINVESTIGASI

opini

EraChannel18

Advertisement

Trending