Connect with us

ERA Teknologi

Cerita Panjang 28 Tahun MRT Jakarta, Digeber Jokowi Dalam 6 Tahun MRT Terealisasi

Published

on

Eranusantara.com – MRT Jakarta merupakan singkatan dari Mass Rapid Transit Jakarta

Eranusantara.com, Jakarta – MRT Jakarta merupakan singkatan dari Mass Rapid Transit Jakarta, yakni Moda Raya Terpadu atau Angkutan Cepat Terpadu Jakarta yang merupakan sebuah sistem transportasi transit cepat yang menggunakan kereta rel listrik.

Rencana pembangunan MRT Jakarta sendiri sesungguhnya sudah digagas sejak lama. Pembangunan proyek ini sudah dikaji sejak tahun 1985. Malah bila kita mengutip sumber dari Wikipedia, setidaknya ada 25 kajian tentang kemungkinan sistem Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta sejak tahun 1980.

Namun sayangnya rencana tersebut tak kunjung terealisasi. Hingga kemudian, krisis ekonomi dan politik 1997-1999 ditengarai menjadi salah satu penghadang proyek MRT terealisasi saat itu.

Baca Juga : Pemprov Papua Siapkan Rp5M Untuk Bantuan Korban Banjir Jayapura

Muncul kembali di tahun 2005, proyek MRT Jakarta kemudian dimasukkan menjadi proyek nasional. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai bergerak dan saling berbagi tanggung jawab. Pencarian dana disambut oleh Pemerintah Jepang yang bersedia memberikan pinjaman.

Pada tanggal 28 November 2006 dilakukanlah penandatanganan persetujuan pembiayaan Proyek MRT Jakarta oleh Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Kyosuke Shinozawa dan Duta Besar Indonesia untuk Jepang ketika itu, Yusuf Anwar.

JBIC kemudian merger dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). JICA bertindak sebagai tim penilai dari JBIC selaku pemberi pinjaman. Dalam jadwal yang dibuat JICA dan MRT Jakarta, desain teknis dan pengadaan lahan dilakukan pada tahun 2008-2009, tender konstruksi dan tender peralatan elektrik serta mekanik pada tahun 2009-2010, sementara pekerjaan konstruksi dimulai pada tahun 2010-2014. Uji coba operasional rencananya dimulai pada tahun 2014.

Baca Juga : Dalami Info Kasus OTT Direksi Krakatau Steel, Manajemen Akan Temui KPK

Sayangnya, jadwal yang sudah disusun sedemikian rupa tersebut tidak kunjung terealisasi.

Barulah kemudian, ketika Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI, tahun 2012, bersama wakilnya Ahok. Pembangunan konstruksi MRT langsung dieksekusi menggunakan desain proyek 2008-2009. Saat itu Joko Widodo (Jokowi) yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, melakukan Groundbreakingsebagai tanda resminya pembangunan MRT, tanggal 10 Oktober 2013. Proyek ditargetkan harus rampung dalam tempo 6 tahun, 2019.

Jalur MRT tahap pertama yang dibangun adalah jalur dari Terminal Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia sepanjang 16 kilometer yang memiliki 13 stasiun dan 1 Depo. Pengembangan selanjutnya bakal meneruskan jalur Sudirman atau Bundaran HI menuju Ancol (jalur Utara-Selatan) serta pengembangan jalur Timur-Barat.

Proses pembangunannya sendiri bukanlah perkara gampang. Selama pembangunan berlangsung, terjadi peningkatan kemacetan di sepanjang jalur yang menjadi lintasan MRT. Bahkan Anies Baswedan yang baru menjabat sebagai Gubernur DKI ketika itu, sempat menyalahkan proyek pembangunan LRT dan MRT dan menganggapnya sebagai penyebab banjir yang terjadi di DKI Jakarta pada bulan Desember 2017 yang lalu.

Akhirnya setelah melalui pengerjaan selama 6 tahun, pembangunan jalur MRT Fase I pun selesai. Hal ini menjadikannya sebagai tonggak sejarah dalam pengembangan jaringan terpadu dari sistem MRT yang merupakan bagian dari sistem transportasi massal DKI Jakarta pada masa yang akan datang.

Berbagai kelebihan MRT Jakarta bila beroperasi nanti, diantaranya adalah:

Diprediksi bisa mengurangi kemacetan sekitar 30 persen. Untuk rute Lebak Bulus-Bundaran HI yang dikenal sebagai kawasan macet, dengan MRT kini dapat ditempuh dalam waktu 30 menit.

Dalam kapasitas penuhnya, di ketahui satu rangkaian kereta MRT bisa membawa 1.950 penumpang untuk sekali jalan. Selama 1 hari, kereta MRT ditargetkan mampu melayani hingga 173.400 orang.

Sistem persinyalan-telekomunikasinya menggunakan CBTC atau Communications-based Train Control. CBTC merupakan salah satu sistem tercanggih di dunia saat ini. Sistem CBTC pada MRT Jakarta sekaligus merupakan yang pertama di Indonesia.

Moda transportasi tersebut nantinya akan dijalankan tanpa masinis. Untuk mengoperasikan atau menjalankan kereta, menggunakan standar STRASYA atau Standard Urban Railway System for Asia.

Kereta itu juga dilengkapi dengan sistem Automatic Train Protection dan Automatic Train Operation. Artinya, kereta mampu beroperasi secara otomatis yang dikendalikan dari pusat kontrol (OCC) di Stasiun Lebak Bulus. Meskipun dikendalikan secara otomatis, kereta juga dilengkapi masinis namun tugasnya hanya membuka dan menutup pintu kereta.

Baca Juga : DPR RI “Rakyat Menjadi Korban Terbesar Dari Praktik Jual Beli Jabatan”

Yang tidak kalah hebatnya, stasiun kereta transportasi masal MRT dibangun dengan sangat megah. Tidak kalah dengan megahnya dengan negara lain. Setiap stasiun didesain dengan tema berbeda, sesuai dengan ciri khas tiap lokasinya.

Terdapat berbagai fasilitas modern yang dibenamkan dalam stasiun MRT, mulai dari eskalator, elevator, ruang pertolongan pertama, ruang menyusui, toilet umum, Platform Screen Door (PSD), tempat duduk, station front office untuk layanan penumpang (customer services), ticket sales office (TOM), public announcement, serta tactile untuk penyandang disabilitas.

Tidak ketinggalan pula, untuk para penyandang disabilitas, tersedia wide passenger gate dengan lebar 90 cm untuk lalu-lalang pengguna kursi roda. Setiap stasiun juga akan dilengkapi dengan jaringan nirkabel, penampang informasi bagi para penumpang (passenger information display) yang berisi informasi status kedatangan dan keberangkatan kereta. Dengan begitu diharapkan para penumpang akan merasa nyaman dan beralih menggunakan transportasi umum.

Oleh sebab itu tidak mengherankan bila Jokowi sendiri pernah menyebut MRT Jakarta ini tidak kalah dengan yang ada di Jepang maupun Singapura. Apa yang dikatakan oleh Jokowi telah dibuktikan oleh para Duta Besar 17 negara Uni Eropa yang berkesempatan menjajal MRT ini pada tanggal 12 Februari 2018 yang lalu.

Duta Besar negara-negara Uni Eropa itu pun menyampaikan pujiannya akan kecanggihan transportasi Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit)Jakarta. Hal ini diungkapkan oleh Duta Besar (Dubes) Uni Eropa (UE) untuk Indonesia Vincent Guerend yang memuji MRT Jakarta dengan kata Bagus dalam bahasa Indonesia dan menganggapnya lebih modern dari yang ada di Eropa.

Dengan segala balutan kecanggihannya, pemerintah juga tidak meninggalkan pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dimana para pengusaha UMKM tersebut diberikan peluang untuk menyewa kios-kios berharga sewa rendah di stasiun-stasiun MRT.

Untuk saat ini meski baru disediakan 16 kios untuk UMKM dengan harga sewa Rp1,3 juta per bulan, namun pemerintah melalui PT Mass Rapid Transit bertekad untuk terus menambah kios-kios lebih banyak lagi dari yang ada saat ini.

Meskipun akan diresmikan esok tanggal 24 Maret 2019 oleh Presiden Jokowi, namun tarif MRT sendiri belum ditetapkan hingga saat ini. Berdasarkan keterangan resminya sih akan digratiskan hingga 31 Maret dan tanggal 1 April baru dikomersilkan.

Berdasarkan keterangan tidak resmi, si Gubernur belum menemukan kata sepakat dengan DPRD tentang berapa besaran tarif yang akan diberlakukan. Info yang lebih tak resmi lagi yang saya ragukan kebenarannya menyebutkannya sebagai upaya untuk mempermalukan Presiden. Masuk akal bila yang menentukan tarif adalah si Gubernur sendiri, namun menjadi tidak masuk akal bila ketentuan tarif ternyata dihasilkan dari kesepakatan antara Gubernur dengan DPRD.

Perkiraan saya untuk tarif yang ideal, ada di angka 8 ribu rupiah hingga 10 ribu rupiah sekali jalan. So Guys.. Mumpung MRT masih digratiskan hingga akhir bulan ini, jangan lewatkan kesempatan untuk mencobanya ya.

Sumber : jakartamrt.co.id

Sebagai media online, ERANUSANTARA.com memberikan hak jawab dan hak koreksi kepada pihak yang merasa keberatan dengan informasi yang diterbitkan di media online ERANUSANTARA.com. Mekanisme pengajuan hak jawab dan hak koreksi mengacu pada ketentuan peraturan kode etik jurnalistik ERANUSANTARA.com dan UU No 40 Tahun 1999, tentang Pers.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + 18 =

ERA Teknologi

Lawan COVID-19, Indonesia Miliki Teknologi Baru

Published

on

Eranusantara.com, Jakarta – Merebaknya wabah COVID-19 telah mengubah hidup masyarakat hingga sektor bisnis di seluruh dunia. Tidak hanya pemerintah, kini pihak swasta di seluruh dunia turut berupaya agar dapat mengurangi dampak wabah ini terhadap sektor ekonomi dan kesehatan masyarakat. Salah satu kontribusi khusus dari sektor industri adalah mengembangkan pengetahuan, keahlian, dan teknologinya untuk mendukung pemerintah dan pakar kesehatan dalam mencari solusi bagi pandemi ini.

Setelah teruji berhasil menekan jumlah penyebaran wabah COVID-19 di China, BROAD Group menyumbangkan produk BROAD Clean Air yang terdiri dari BROAD Purifier dan BROAD Airpro Mask kepada Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) pada Jumat (08/05) lalu. Kedua alat tersebut dilengkapi dengan teknologi pembersih udara yang dapat menyaring PM2.5 hingga 99,9% dan generator gas ozon untuk membantu dan melindungi pasien dan staf medis melawan virus. Penyerahan ini dilakukan oleh Yosef Resi Herwidi, selaku Customer Manager PT BROAD Group Indonesia dan diterima oleh Wakil Direktur Medis RSPP Dr. Asep Saepul Rohmat SpPD, KGEH dan Wakil Direktur Penunjang Medis RSPP Drg. Ahmad Zulkifli, Sp.BM.

“Berangkat dari kisah sukses kolaborasi kami dengan tenaga medis di Tiongkok dan beberapa negara lainya sejak awal wabah COVID-19, kami percaya diri bahwa teknologi pemurnian udara kami yang dilengkapi generator gas ozon dapat membantu menekan jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia,” papar Customer Manager PT BROAD Group Indonesia Yosef Resi Herwidi.

Selama masa krisis COVID-19 di China, teknologi disinfeksi gas Ozon yang menjadi andalan BROAD Purifier menjadi salah satu cara paling terukur, hemat, dan efektif untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri. Lebih dari 40 rumah sakit termasuk rumah sakit darurat COVID-19 seperti Leishenshan Hospital dan Huoshenshan Hospital di Wuhan telah menggunakan Broad Purifier. Dalam pemanfaatanya, BROAD Purifier tidak hanya di khususkan di masa wabah saja, karena teknologi gas Ozon yang dimiliki mampu melindungi rumah sakit umum, tempat tinggal, sekolah, perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, stasiun, bandara serta pabrik.

Dilansir dari The Telegraph UK, para pemimpin agama di Arab Saudi juga telah menerapkan teknologi gas ozon untuk membersihkan situs Islam yang paling dihormati, Ka’bah di Mekah, sebagai salah satu percobaan dalam memerangi virus Corona.

BROAD Purifier adalah satu-satunya produk di dunia yang memiliki fungsi 4 in 1 (hak paten milik BROAD). Produk ini memiliki pembersih Electrostatic yang dapat menyerap partikel yang sangat kecil (10.000 kali lebih kecil dari PM2.5). Dilengkapi juga dengan generator gas ozon yang berfungsi sebagai desinfeksi udara maupun benda terhadap penyakit menular, seperti flu dan batuk, radang selaput lendir hidung (rhinitis), pembengkakan pita suara (laringitis), radang paru-paru (pneumonia), mengurangi efek dari penyakit asma, serta membunuh bakteri dan virus. Selain itu, risiko kanker, diabetes dan penyakit kritis lainnya dapat diredam secara optimal.

Sementara itu, BROAD Airpro Mask adalah masker yang dilengkapi penyaring udara (HEPA filter) ultra ringan yang penggunaannya dapat digunakan berulang kali. Produk ini mampu menyaring PM2.5 hingga 99.9% dan bakteri hingga 99.3%, membuat penggunanya merasa lebih segar, terlindung dari polusi udara, dan meningkatkan volume pernapasan. HEPA Filter dapat digunakan hingga 500 jam, atau setara dengan dua bulan dengan pemakaian 8 jam perhari. Secara umum, produk ini biasa digunakan untuk melindungi pengunanya dari penyakit pernapasan. Di saat wabah seperti ini BROAD Airpro Mask bermanfaat untuk melindungi pasien dan staf medis untuk memperoleh udara bersih.

Perwakilan RSPP menyambut baik donasi perusahaan asal Tiongkok yang telah berdiri di Indonesia sejak tahun 2003 tersebut. “Kami mengapresiasi BROAD Group yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pandemi ini. Penting bagi kami mempelajari beberapa cara penanggulangan COVID-19 dari negara lain untuk menekan penyebaran virus. Semoga niat baik ini mampu memberikan secercah sinar harapan bagi kita untuk memberantas COVID-19 dan dampaknya,” ungkap Dr. Asep Saepul Rohmat SpPD, KGEH.

“Pengalaman saya ketika dirawat dengan adanya tambahan alat Broad Purifier ini membuat seluruh ruangan menjadi lebih segar, sehingga proses penyembuhan saya bisa lebih cepat,” ungkap Baskara Agung Wibawa selaku VP. Jaringan Gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk yang saat ini sudah dinyatakan sembuh total dari serangan COVID-19.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Facebook

ERAINVESTIGASI

opini

EraChannel18

Advertisement

Trending