Connect with us

ERA POLITIK

Jokowi : 4,5 tahun Difitnah, Saya Diam. Dihujat, Saya Diam, Hari Ini Saya Akan Lawan!

Published

on

Eranusantara.com – Jokowi dalam forum masyarakat yang tergabung dalam Alumni Jogja Satukan Indonesia di Stadion Kridosono, Yogyakarta, pada Sabtu (23/30).

Eranusantara.com, Yogyakarta – Presiden RI sekaligus Capres nomor urut 01, Joko Widodo menyatakan dengan tegas akan melawan fitnah, hinaan, dan hujatan yang selama ini ditujukan kepada diri dan keluarganya. Hal ini disampaikan Jokowi dalam forum masyarakat yang tergabung dalam Alumni Jogja Satukan Indonesia di Stadion Kridosono, Yogyakarta, pada Sabtu (23/30).

“PKI, antek asing dan aseng, anti-Islam, anti-ulama, akan melarang azan jika jadi Presiden, akan menghapus pelajaran agama.” Itu baru sebagian serangan fitnah dan hoaks yang ditujukan kepada saya dan mudah ditemukan di media-media sosial. Belum lagi fitnah dan hoaks yang sangat menghina, menyangkut keluarga saya.

Baca Juga : Unggah Foto Mesra, Netizen Sarankan Jedar Segera Menikah

Inilah yang saya terima dan diamkan setidaknya empat setengah tahun saya difitnah, dijelek-jelekkan, dihujat, dihina, saya diam. Tetapi hari ini, di Jogja, saya akan lawan, ingat, sekali lagi, saya akan lawan,” ucap Jokowi dengan suara tinggi yang disambut kata “lawan” dari ribuan warga Yogya yang telah mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Joko Widodo – Maruf Amin dalam bingkai alumni Jogja SATUkan Indonesia.

Jokowi juga menyatakan, perlawanannya itu bukan untuk dirinya, tetapi untuk negara. “Perlu saya sampaikan tahun 2015, blok Mahakam yang sudah dikusai lebih dari 50 tahun oleh Impect, sudah kita ambil-alih 100 persen. Saya tidak pernah cerita saat itu, saya diam. Tapi dituding terus antek asing. Yang kedua, yang namanya blok Rokan yang dikelola Amerikan lehih dari 90 tahun, di pertengahan tahun 2018 sudah dimenangkan 100 persen oleh Pertamina. Yang ketiga, akhir 2018, Freeport sudah kita ambil alih 51,2 persen. Pertanyaan saya, dipikir gampang dan mudah mengambil itu,” ujar Jokowi.

Baca Juga : DPR RI “Rakyat Menjadi Korban Terbesar Dari Praktik Jual Beli Jabatan” 

Menakhodai kapal sebesar Indonesia, lanjut Jokowi, dengan 269 juta penduduk, perlu pemimpin yang berpengalaman. Diperlukan kemampuan dan kecakapan. Jangan berikan kepada pemimpin yang coba-coba.

Tetapi yang penting, pemimpin itu harus bisa memberi aura positif bagi rakyatnya. Jangan sampai pemimpin itu membawa pesimisme. Menakut-nakuti, Indonesia akan bubar 2030. Pemimpin itu ada tantangan sebesar apapun dia harus di depan. Kekuasaan tidak boleh diraih dengan menghalalkan segala cara. Tidak dengan memutarbalikkan fakta, apalagi mengarang cerita, atau menebar berita bohong yang ujung-ujungnya fitnah.Sekali lagi, akan saya lawan!,” terang Joko Widodo

Deklarasi Alumni Jogja Satukan Indonesia menyatakan dukungan karena Jokowi terbukti telah menjaga Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika. Deklarasi ini dihadiri ribuan alumni Universitas Gajah Mada (UGM).

Lahir di Jakarta, Pada 01 Agustus 1993. Menjejaki Studi perkulihan pada tahun 2010 di Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat dan menyelesaikan studi dengan background Sastra Indonesia. Tergabung dalam Organisasi Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) dan Media Online Indonesia (MOI) pada tahun 2018 hingga sekarang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 1 =

ERA LOKAL

Koordinasi Penundaan Pilkada, Bupati Solok Terima Kunjungan KPU

Published

on

Eranusantara.com, Solok – Terkait dengan penundaan beberapa rangkaian kegiatan pelaksanaan Pilkada mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok, berkoordinasi dengan Bupati Solok H. Gusmal, SE. MM, pada Rabu, (25/3) siang, di Guest House Arosuka.

Ketua KPU Kabupaten Solok, Ir. Gadis, pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa akan menunda pelantikan PPS bagi yang belum dilantik, serta menunda masa kerja bagi PPS yang sudah dilantik.

Selain itu, KPU juga akan menunda rangkaian kegiatan pelaksanaan verifikasi syarat dukungan calon perorangan yang seharusnya dilakukan mulai tanggal 26 Maret 2020 hingga waktu yang belum ditentukan. Bahkan juga menunda pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih oleh petugas yang ditetapkan.

“Hal-hal tersebut dilakukan sesuai dengan surat edaran dan instruksi dari KPU RI, selain mengenai penundaan beberapa kegiatan tersebut, KPU juga lakukan koordinasi mengenai tindakan yang diambil dalam menghadapi bencana wabah covid-19 yang saat ini sedang marak, khusunya terkait pelaksanaan kinerja di instansi tersebut,” ungkap Gadis.

Bupati Solok H. Gusmal, SE. MM pada pertemuan itu menyambut baik edaran dan instruksi dari KPU RI tersebut, karena hal itu juga akan membantu pemerintah daerah dalam meminimalisir penyebaran covid-19 di daerah. Ia berpesan kepada ketua dan jajaran KPU Kabupaten Solok agar selalu melakukan monitoring terkait dengan berbagai kegiatan yang sudah ditunda itu.

“Segera laporkan jika dalam waktu tertentu ada perubahan-perubahan terkait dengan proses / rangkaian pelaksanaan pilkada mendatang,” tegas Gusmal selaku bupati Solok.

Untuk proses kinerja instansi, Bupati menyerankan agar ketua KPU beserta jajaran dapat menyesuaikan seperti surat edaran Bupati Solok, mengenai work from home (WFH) dengan membagi waktu tugas berkantor dengan cara di rolling antara yang bekerja di kantor dengan yang bekerja di rumah (jangan sampai kantor kosong) agar proses administrasi dapat berjalan terus dengan baik.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Solok H. Gusmal, SE. MM, Ketua KPU Kabupaten Solok Ir. Gadis beserta jajaran, serta Kabag Humas, Syofiar Syam, S.Sos, M.Si.

Aliman Irfan

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Facebook

ERAINVESTIGASI

opini

EraChannel18

Advertisement

Trending