Connect with us

ERA Pariwisata

Jokowi: Tanpa Infrastruktur, Swasembada Pangan Mustahil

Published

on

Eranusantara.com – Bendungan Mila, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Eranusantara.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai sejak tahun 2015, Indonesia hanya memiliki 231 bendungan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Jika dibandingkan Tiongkok yang memiliki 110.000 waduk tentunya sangat jauuuh sekali. Namun di tahun ini, Indonesia membangun sedikitnya 65 bendung.

Baca Juga : Di Tengah Masa Ekspansi, Jasa Marga Berhasil Pertahankan Laba Bersih

Selain itu, Jokowi menilai bahwasannya salah satu Infrastruktur pendukung pertanian untuk mencapai swasembada pangan adalah bendungan dan waduk guna keperluan pengairan.

“Infrastruktur itu bukan jalan, jalan tol, atau jembatan untuk transportasi saja. Kita juga membangun infrastruktur untuk mendukung sektor pertanian. Misalnya, pembangunan bendungan dan waduk untuk keperluan pengairan. Sekadar Anda tahu, hingga awal tahun 2015, Indonesia hanya memiliki 231 bendungan, itu pun tak sepenuhnya dimanfaatkan untuk sektor pertanian. Waduk sebanyak itu untuk negeri sebesar ini hanya bisa menjangkau sekitar 11 persen wilayah pertanian.
Bandingkan dengan Tiongkok, mereka memiliki 110.000 waduk. Selisihnya jauuuh sekali. Nah, beberapa tahun ini, kita membangun sedikitnya 65 bendungan, sebagian sudah selesai, sebagian lain dalam pengerjaan. Jika seluruhnya sudah rampung, kita sudah bisa mengairi 20 persen lahan pertanian. Jumlahnya memang masih jauh dari memadai, tapi kita sudah memulai,” tulis akun Facebook resmi Presiden Jokowi, pada Kamis (21/3).

Baca Juga : KPK Periksa 14 Anggota DPRD Jambi Kasus Suap RAPBD

Swasembada pangan harus sejalan dengan pembangunan infrastruktur pendukung sektor pertanian. Program ketahanan pangan yang direncanakan tidak akan tercapai jika pembangunan bendungan dan waduk belum memenuhi jumlah yang dibutuhkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + 2 =

EraChannel18

Advertisement

ERAINVESTIGASI

opini

Advertisement
Advertisement