Connect with us

ERA HUKUM & KRIMINAL

Kembali Amankan Wanita dan Miras, Pol PP Kota Solok Makin Yakin Cabut Izin Tempat Hiburan Malam

Published

on

ERANUSANTARA.COM, SOLOK – Penertiban tempat hiburan malam kembali dilakukan oleh satuan Pol PP Kota Solok pada Selasa, (5/2) dinihari. Meski disinyalir bahwa kegiatan kali ini telah bocor, namun petugas berhasil mengamankan 5 orang pemandu karaoke dan beberapa botol miras.

Giat yang dimulai pada pukul 23:00 WIB, kebeberapa tempa, tak membuahkan hasil. Tim yang terdiri dari personil Satpol PP Kota Solok, TNI, Polisi dan Disdukcapil Kota Solok ini, mendapati cafe – cafe sudah tidak beroperasi, bahkan sudah ada yang tutup.

Tak kehabisan akal, giat yang dipimpin langsung oleh Fera Zuana, SE, MM, selaku Kepala Bidang Trantib Pol PP Kota Solok, menarik semua personil ke mako Pol PP Kota Solok. Setelah membubarkan tim, Fera kembali melaksanakan giat kedua pada pukul 01:00 WIB, dini hari dengan personil seadanya.

“Kita menduga kegiatan ini telah bocor. Meski demikian, kita akan melaksanakan giat lanjutan, karena biasanya beberapa pengelola akan merasa aman dan membuka tempat usaha mereka kembali usai razia. Dengan tim seadanya, kita akan kembali turun kelapangan,”ungkap Fera kepada eranusantara.com, di mako Pol PP Kota Solok.

Gemerlap Dunia Malam Kota Padang, Satpol PP Diduga Jadi Pemasok Wanita Penghibur

Dari giat kedua ini, didapati satu tempat hiburan yang tadinya akan ditutup, malah beroperasi kembali, dari sini petugas mengamankan 4 orang wanita dan barang bukti berupa miras yang sedang mereka konsumsi.

Lanjut ketempat kedua, didapati juga seorang wanita disalah satu cafe di depan terminal Bareh Solok yang berstatus freelance.

Berhasil mengamankan 5 orang wanita yang diduga melanggar Perda maksiat Kota Solok, tim berlajut kelokasi ke tiga diseputaran Simpang Rumbio Kota Solok. Disini petugas mendapati banyak botol miras, namun saat akan diamankan sebagai barang bukti, petugas mendapatkan perlawanan dari pengelola. Meski tak dapat membawa semua barang bukti, petugas berhasil mengamankan beberapa botol miras dilokasi ketiga ini.

Usai giat, Fera mengatakan bahwa kegiatan kali ini merupakan giat pengawasan terhadap perda no 8 Tahun 2016 tentang Pekat, meski menduga telah bocor, namun giat kali ini berhasil mendapatkan bukti tambahan terkait pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola cafe, resto dan tempat karaoke keluarga ini.

“Meski kita menduga telah bocor, namun kita berhasil mengamankan beberapa bukti pelanggaran. Pada giat kali ini, kita tidak hanya melibatkan TNI dan pihak kepolisian saja. Kita juga bekerja sama dengan Disdukcapil Kota Solok,” ungkap Fera.

Fera menambahkan, selain mengejar barang bukti miras, kegiatan kali ini juga menyasar sejumlah wanita pemandu karaoke yang tidak memiliki KTP Kota Solok.

Ditempat berbeda, Kasat Pol PP dan Damkar Kota Solok, Drs. Ori Affilo, mengatakan bahwa atas temuan ini, pemerintah makin yakin untuk mencabut izin tempat hiburan yang ada.

“Dari hasil kegiatan kali ini, Pemko Solok makin yakin untuk mencabut izin tempat hiburan malam yang ada saat ini. Meski mereka memiliki izin, kita melihat sendiri bahwa mereka tidak memenuhi ketantuan seperti yang telah dituangkan didalam izin yang mereka miliki, seperti tidak menjual miras, jam operasi yang kerap mereka langgar, serta penggunaan lampu remang – remang yang jelas sudah diatur dalam perda Kota Solok no 8 Tahun 2016,” ungkap Ori kepada eranusantara.com.

Selain itu, Ori berharap dukungan dari semua pihak, baik masyarakat maupun pemilik ruko yang menyewakan tempat mereka untuk tempat hiburan ini.

“Kita berharap dukungan dari semua lapisan masyarakat, termasuk pemilik ruko yang menyewakan tempat mereka kepada pengelola tempat hiburan ini. Kita berharap supaya meraka tidak hanya mementingkan sisi ekonomi saja. Kita ingin pemilik ruko juga mempertimbangkan fungsi dan jenis usaha yang akan dilakukan ditempat mereka. Harapannya semoga program Kota Solok sebagai Kota Serambi Madinah ini dapat kita dukung bersama,” jelas Ori.

Kedepannya, Pol PP Kota Solok akan terus melakukan pengawasan ditempat hiburan malam ini. Aksi kucing – kucingan yang dilakukan pengelola tempat hiburan malam ini merupakan hal yang wajar, namun Pol PP Kota Solok tak akan kehabisan akal untuk menindak jika ada pelanggaran Perda yang ada di Kota Solok. (Wandre DP)

3 Comments

3 Comments

  1. e.Y. Agoes

    February 8, 2019 at 11:14 pm

    Berantas usaha tak berijin lebih prioritas… Dan Persa anti penyakit masyarakat juga menyebutkan restoran,, karaoke keluarga,,,Dan penginapan Dan hotel.. Warnet… Taman Dan rumah kos…
    Apakah semua sudah dilaksanakan atai belum???

    • Redaksi | eranusantara.com

      February 24, 2019 at 12:26 pm

      sebagai, pemburu berita, kita kan pantau terus kinerja dari para penegak perda tersebut pak. semoga dengan semakin pedulinya masyarakat terhadap lingkungan sekitar juga mendorong penegak perda semakin gencar dalam memberantas lingkungan yang tidak sehat terutama dalam kota solok

  2. E.Y.Agoes

    February 8, 2019 at 11:20 pm

    Dari hasil kegiatan kali ini, Pemko Solok makin yakin untuk mencabut izin tempat hiburan malam yang ada saat ini. Meski mereka memiliki izin, kita melihat sendiri bahwa mereka tidak memenuhi ketantuan seperti yang telah dituangkan didalam izin yang mereka miliki, seperti tidak menjual miras, jam operasi yang kerap mereka langgar, serta penggunaan lampu remang – remang yang jelas sudah diatur dalam perda Kota Solok no 8 Tahun 2016,” ungkap Ori kepada eranusantara.com.
    Tanya boleh pak. … Apakah maksud dari pengawasan oleh satpol PP Adalah untuk menutup usaha berizin atau menertibkan..???
    Atau membiarkan usaha tak berizin…
    Mohon klarifikasi nya pak satpol PP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + seven =

opini

Advertisement

EraChannel18

Advertisement
Advertisement

ERAINVESTIGASI