Connect with us

ERA CHANNEL 18

Mengenaskan! Nasib Seorang Janda Beserta Keluarga Tewas Bersimpah Darah

Published

on

Eranusantara.com – dugaan awal motif kasus ini adalah perampokan disertai pembunuhan. (Img/Red)

ERANUSANTARA.com, Bengkulu – Insiden tragis yang menimpa satu keluarga di kawasan Simpang Suban Air Panas Kelurahan Talang Ulu Kecamatan Curup Timur, Bengkulu, pada Sabtu (12/1),  telah menghebohkan warga setempat. Pasalnya insiden terbunuhnya perempuan berstatus janda bernama Lili (37) dan dua anaknya, Miranda (14) dan Cika (9) pertama kali diketahui oleh ayah kandung korban, yakni Gunting (67), warga setempat yang rumahnya tidak berjauhan dari rumah korban.

Dari keterangan warga setempat, Gunting dan anaknya (kakak kandung korban, red) serta dua orang keponakannya mendatangi kediaman korban yang berada persis di simpang masuk kawasan wisata Suban Air Panas. Pihak keluarga korban ini merasa curiga karena pintu rumah korban tertutup sejak pagi. Padahal biasanya sudah terbuka dan ada aktivitas menyisir pisang di depan rumah korban.

Didampingi rasa curiga, Gunting berinisiatif membuka paksa pintu samping rumah. Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, pihak keluarga tidak menemukan korban dan dua anaknya, meski sudah dipanggil dan dicari di seluruh ruangan dalam rumah.

Baca Juga : Peringatkan Gelombang Tinggi, BMKG : Ada 5 Daerah Masuk Dalam Level Bahaya

Baru setelah pihak keluarga membuka paksa pintu kamar tengah yang juga dalam kondisi terkunci dari luar, korban dan kedua anaknya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan berlumurah darah disekujur tubuh. Sontak, ayah dan kakak kandung korban berteriak histeris sembari meminta pertolongan warga sekitar. Dalam hitungan menit, kediaman korban tumpah ruah oleh masyarakat sekitar yang ingin mengetahui kejadian tersebut.

Tak lama berselang, puluhan personel kepolisian dari Polres Rejang Lebong dan Polsek Curup, Bengkulu tiba di lokasi kejadian. Bahkan Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeri Rahmat Mustika, S.Ik terlihat terjun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika, S.Ik menerangkan, dugaan awal motif kasus ini adalah perampokan disertai pembunuhan. Dugaan itu didasari dengan hilangnya 1 unit minibus jenis Suzuki AVP milik korban yang diduga kuat dibawa kabur oleh pelaku.

“Untuk pelaku, masih kita lidik. Modusnya, ketiga korban dianiaya menggunakan sepotong kayu di bagian kepala. Korban atas nama Lili diduga dibunuh di ruang bagian belakang rumah, sedangkan kedua anaknya diduga dibunuh di dalam kamar tengah. Sangat dimungkinkan, korban atas nama Lili, diseret pelaku dari ruang belakang ke kamar tengah tempat dimana kedua anaknya dibunuh,” terang AKBP Jeki kepada awak media saat keluar dari rumah korban.

Baca Juga : Fenomena Langka, Jutaan Belalang Hitam Kerumuni Masjidil Haram

Informasi lain yang dihimpun di lokasi kejadian, kisaran pukul 05.30 WIB, salah seorang pedagang gorengan yang berjualan persis di pintu gerbang masuk wisata Suban Air Panas (depan rumah korban, red), mengaku melihat seseorang mengeluarkan mobil korban dengan terburu-buru. Seseorang tersebut mengenakan jilbab warna hitam.

“Saya sedikit pun tak curiga, karena saya kira Ibu Lili (korban, red) lah yang membawa mobil tersebut. Begitu keluar dari teras rumah, mobil itu ngebut mengarah ke Curup,” ujar Endang kepada wartawan.

Keterangan lainnya bersumber dari Hendri (27) yang mengaku sebagai sopir minibus milik korban yang dibawa kabur pelaku. Namun dia tidak mengetahui persis kejadian yang dialami majikannya itu. Dia datang ke kediaman korban begitu mendapat kabar tentang musibah itu. “Kebetulan hari ini kami memang libur, jadi saya tidak ke sini (rumah korban, red). Biasanya dua sampai tiga kali dalam seminggu saya disuruh mengantar pisang ke langganan-langganan di Lubuklinggau,” kata Hendri.

Keterangan senada juga disampaikan oleh Sudir (42), sepupu kandung korban. Warga asal Desa Talang Sumpel Kecamatan Selupu Rejang ini mengaku datang ke kediaman korban begitu mendapat kabar kejadian pembunuhan tersebut.

Sementara itu, pantauan wartawan di TKP, usai menjalankan identifikasi dan olah TKP, petugas Unit Inafis Polres Rejang Lebong keluar dengan membawa sejumlah barang yang dijadikan alat bukti dalam kasus ini. Antara lain selimut dan pakaian korban yang berlumuran darah, sepotong kayu berbentuk balok seukuran lengan orang dewasa, dan sejumlah barang-barang bukti lainnya.


(R16/Red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × three =

EraChannel18

Advertisement

ERAINVESTIGASI

opini

Advertisement
Advertisement