Connect with us

ERA JAWA

988 Blangko Pilkades, Ratusan Warga Desa Karyamulya Geruduk Kantor Camat Batujaya

Published

on

Eranusantara.com – ratusan Masa nomor urut 1 (satu) Marji Soleh Desa Karyamulya, Karawang, Jawa Barat mendatangi Kantor Camat Batujaya. (Img/W/K/Red)

ERANUSANTARA.com, Karawang, JABAR – Hasil pesta demokrasi dalam pemilihan kepala desa serentak agaknya menyisahkan kisah mencurigakan bagi peserta pemilihan atau kandidat yang kalah.

Merasa ada dugaan kejanggalan, ratusan Masa nomor urut 1 (satu) Marji Soleh Desa Karyamulya, Karawang, Jawa Barat mendatangi Kantor Camat Batujaya, Selasa (13/11). Ratusan massa tersebut minta keadilan sekaligus mempertanyakan dan mengadu bahwa ada blangko (Surat Suara Tidak Sah) sekitar 988 suara, perwakilan para pendemo langsung menemui dan di terima langsung oleh Camat Batujaya Rohmana Setiansyah.

Pemilihan Kepala Desa serentak di Kecamatan Batujaya yang di gelar pada hari minggu (11/11) dua hari yang lalu sudah selesai. Dalam Pilkades di wilayah Kecamatan Batujaya ada empat desa antaranya Desa Baturaden, Segaran, Karyamulya dan Telukbango.

Baca Juga : Kasus Pemberi Suap, Abun Divonis 3,5 Tahun Penjara, KPK Ajukan Kasasi

Sepanjang sejarah, ini blangko yang luar biasa fantastik mencapai 988, biasanya blangko tersebut di angka dibawah 100, baik itu dalam Pilkada atau Pilkades. Makanya ada bahasa di masyarakat, kok blangko sama dengan suara perolehan suara Sah, bukan itu saja ada bahasa di masyarakat Karyamulya bahwa Pilkades di Desa Karyamulya ada tiga Calon yang pertama Marji Soleh, kedua Alex Sukardi dan ketiga Blangko, akhirnya seperti itu timbul bahasa seperti itu di karenakan Blangko mencapai 988 suara. Hal tersebut di ungkapakan Tim sukses Nomor urut 1 Nurjaman kepada awak media.

Massa Minta Pihak Terkait Untuk Lebih Tanggap

Lebih lanjut Nurjaman, langkah-langkah selanjutnya adalah kita sadar hukum, orang yang hidup di negara hukum, kita akan koordinasi dengan pihak kepolisian kemudian dengan kecamatan lanjut ke DPRD Komisi A dan Bupati agar merespon keinginan masyrakat.

Dan saya meyakini bahwa institusi Kepolisian dan Pemerintah Daerah pasti akan menanggapi permasalahan ini dengan serius.

“Kami juga akan mengajukan somasi kepada pihak Panitia Sebelas mulai hari ini, tentang keberatan hasil Pilkades di Desa Karyamulya, hari ini kita akan selesaikan surat menyurat secara admistratif. Harapan saya mohon ke semua pihak sama-sama agar menjaga ketertiban, keamanan karena kita semua sadar hukum karena kita akan tempuh jalur hukum, karena banyak hal –hal yang perlu di luruskan.” Ujar Nurjaman.

Baca Juga : Amdal Belum Selesai, PT Citra Lampia Tetap Beroperasi Lakukan Pengiriman Nikel

Nurjaman menambakan, dalam hal kejanggalan sudah pasti banyak, diantaranya bagaimana cara pelipatan, Tata Tertib ini di kirim sekaligus di desain oleh panitia sebelas untuk melegalisasikan suara tidak sah (blangko) itu, karena dalam peraturan bupati ada beberapa item yang tidak sah, seperti yang dicontohkan karena tidak serta merta bahwa secara simetris itu tidak sah, karena di Desa lain menjadi sah. Kenapa ini sengaja digiring aturan dalam bentuk tata tertib bahwa yang tembus itu di sahkan.

“Bahwa panitia sebelas legalitasi Hukumnya patut di pertanyakan, karena dari proses pembentukannya saja kita tidak mengikuti prosedur yang betul-betul sesuai aturan. Menurut praduga saya pembentukan panitia sebelas untuk sementara ini cacat hukum. Kalau penyelenggaranya cacat hukum artinya Pilkadesnya cacat Hukum,” Tegas Nurjamana Kepada Awak Media.

Massa Ajukan Banding

Menurut Marji Soleh Calon Nomor urut 1, menjelaskan, Menurut saya bisa dikatakan “Gagal” tolak ukurnya adalah banyaknya blangko dan proses pelaksanaan pencoblosan jauh dari ajaz aman, tertib dan terlihat anterian panjang untuk mendapatkan kartu suara sampai ada korban pingsan karena berdesakan.

“Terkait banyaknya blangko harapan kami hitung ulang jumlah blangkonya dan kembalikan pada pergub 57 tahun 2018 terkait mana yang dikatakan SAH /TIDAK SAH nya blanko.” Pungkas Marji Kepada awak media

“Saya berharap Asumsikan coblosan yang bolong simetris anggap aja di sahkan karena sesuai aturan..biar masyarakat tahu dan tidak jdi perbincangan biar yg menang juga tenang dan yang kalah juga berbesarhati.” tambahnya Marji.

Ditempat terpisah menurut Camat Batujaya H.Rohmana Setiansyah, Camat membenarkan bahwa tadi siang di Gruduk warga Karyamulya untuk menghitung ulang suara yang tidak sah (Blangko).

“Ya tadi siang benar bahwa siang tadi sekitar pukul 11.00 wib siang, kantor kami di datangi ratusan warga Desa karyamulya, untuk menghitung ulang suara yang tidak sahnya, sementara ini surat suara Blango 988 suara”. terangnya.

Baca Juga : KONI Pessel, Ikutkan 325 Atlit Pada Porprov Ke 15 Tahun 2018

“Dalam hal ini,bila ada kejanggaln silahkan saja proses secara hukum itu hak mereka,itu saja tuntutan mereka yang kami dari perwakilan warga yaitu Nurjaman sebagai Tim suksenya dan calon nomor urut 1 Marji Soleh. Permasalahannya kita tidak bisa langsung layani, sehubungan hasil Pilkades di Desa Karyamulya sudah di tetapkan Panita Pilkades hal ini bukan lagi ranahnya di pihak Kecamatan ini sudah ranah Kabupaten bahkan Pengadilan.” tambah camat.

Menurut para Pendemo, intinya dalam aksi Demo ke kantor Camat, nomor urut satu minta di hitung ulang surat suara tidak sah yang mencapai 988 surat suara. Dan kenapa yang mencoblos tembus lurus dinyatakan tidak Sah, sehingga banyak yang Blangko yang tidak sah,” Desak Pendemo.


(Wasim/Karawang/Red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − 2 =

EraChannel18

Advertisement

ERAINVESTIGASI

opini

Advertisement
Advertisement