Connect with us

ERA Pariwisata

Menggali Misteri Dalam Sejarah Gua Lalay Yang Tak Berujung

Published

on

Eranusantara.com – Gua Lalay di Dusun Malabar, Desa Sidamulih, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. (Img/Red)

ERANUSANTARA.com, Ciamis, JABAR – Diwilayah Kabupaten Ciamis, masih banyak tempat yang menyimpan misteri. Salah satunya yaitu Gua Lalay, yang berlokasi di Dusun Malabar, Desa Sidamulih, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Konon Gua Lalay hingga kini  masih menyimpan sejumlah misteri yang mengundang rasa penasaran semua orang, terutama mengenai sejarah keberadaan gua tersebut, menurut penuturan warga setempat, gua tersebut memiliki kedalaman yang panjang, sehingga  banyak orang menyebutnya sebagai gua yang tidak berujung.

Gua Lalay ini tepatnya berada diatas bukit, yang berlokasi dibelakang Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Desa Sidamulih, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Nama dari Gua Lalay ini diangkat karena menjadi tempat bersarangnya kelelewar.

Baca Juga : Diduga Kurangnya Pengawasan Dana Desa, Perlu Adanya Tindak Lanjut Mendalam

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan dengan menelusuri keberadaan Gua tersebut, saat berada dipintu masuk Gua yang berdiameter sekitar 2 meter udaranya sangat sejuk. Saat masuk ke dalam Gua, pengunjung akan disuguhkan dengan luasnya Gua yang mirip kubah masjid, indah, dan pemandangan eksotik.

Sebelum masuk, pengunjung atau peziarah diwajibkan untuk mengumandangkan adzan terlebih dulu oleh perwakilan.

Gua itu dihiasi dengan stalaktit atau batuan yang berwarna putih memanjang dan meruncing dari atas kebawah. Panjang stalaktit itu beraneka dari yang pendek, hingga panjang, dan runcing. Diduga terbentuk sudah bertahun-tahun.

Stalaktit merupakan endapan batu yang menggantung dari langit-langit gua kapur atau jenis batu tetes. Stalaktit terbentuk dari pengendapan kalsium karbonat dan mineral lainnya, yang terendapkan pada larutan air bermineral.

Di dalam ruang Gua itu terdapat lubang berukuran cukup kecil yang hanya bisa dilintasi oleh satu orang dengan kedalaman sekitar 5 meter. Kemudian ada lubang lagi yang mengharuskan pengunjung Gua membungkuk.

Nah, lubang lorong ini diduga sangat panjang, sehingga jarang ada orang  berhasil sampai ke ujung Gua. Selain kondisinya gelap juga bagian lorong cukup sempit sehingga menyebabkan orang yang mencoba menelusuri Gua memaksa kembali lagi.

Konon menurut cerita, ada yang menyebut bila sampai ke ujung Gua ini akan sampai ke tanah suci Mekah. Namun ada juga cerita di ujung Gua ini akan sampai ke sumber air atau laut. Hanya orang-orang tertentu saja yang mampu menembus Gua itu. Gua ini diyakini juga sebagai salah satu tempat petilasan Syekh Subakir.

Baca Juga : Kasus Buku Merah, Dahnil Anzar Nilai KPK Tak Punya Nyali Mengusut Masalah Ini

Keberadaannya belum diketahui masyarakat luas. Padahal Gua ini memiliki keindahan alami yang berpotensi untuk dijadikan salah satu Destinasi Wisata di Kabupaten Ciamis.

Suhada, salah seorang warga setempat, yang juga pemilik lahan di Gua itu bercerita saat masih muda pernah penasaran mencoba menjelejah Gua itu, untuk mengetahui panjang lorong Gua. Namun, meski sudah berjalan kaki hampir seharian ia belum sampai ke ujung Gua.

“Sudah habis beberapa obor untuk penerang, tetapi belum sampai ke ujung Gua. Karena sudah capek jadi memutuskan kembali keluar,” ujar Suhada, Rabu (17/10/2018).

Kata Suhada, beberapa pengunjung dari berbagai daerah sempat ada yang datang, namun belum pernah ada yang berhasil ke ujung Gua.

“Menurut cerita kata orang tua  dulu. Katanya pernah ada orang sholeh yang berhasil sampai ke ujung Gua. Konon katanya langsung tembus ke tanah suci Mekkah. Tapi itu hanya cerita,” terangnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah Hj. Cici Handritin, mengatakan bahwa Gua ini sempat disinggahi oleh Syekh Subakir, yang merupakan guru dari Syekh Abdul Muhyi.

“Suka ada yang kesini berziarah berdoa disini. Gua ini sering dipakai berdoa. Yang jelas di Gua ini jangan digunakan untuk kemusyrikan, karena bila itu terjadi maka Gua akan langsung runtuh,” katanya.


(Tim Redaksi/Jawa Barat)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 2 =

EraChannel18

Advertisement

ERAINVESTIGASI

opini

Advertisement
Advertisement