Connect with us

Sinematografi

20 Judul Film Lulus Kurasi Dalam Andalas Film Festival 2018, Yuk Cek Daftarnya!

Published

on

Eranusantara.com – Festival film. (Ilustrasi/Red).

ERANUSANTARA.com, Padang, SUMBAR – Setelah merangkum sebanyak 165 judul film dari sineas se-Indonesia, akhirnya 20 total judul film lulus tahap kurasi dalam Andalas Film Festival (Affest) 2018, yang terdiri dari 14 film kategori mahasiswa/umum dan 6 judul film kategori pelajar. Affest merupakan acara tahunan yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Metasinema, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, sebagai wadah apresiasi dan panggung bagi sineas-sineas se-Indonesia untuk berkompetisi dalam perfilm-an berskala nasional.

Baca Juga : Pergelaran Festival Film 2018, Affest Rangkum 165 Judul Film Di Seluruh Indonesia

Adapun judul film kategori umum yang lulus tahap kurasi diantaranya, Deathcrow48, Bunyi Hujan di Atas Genting, Kertas Merah, Bagian Tengah Masih Terang, Dahan yang Rapuh, Bunga yang Tumbuh, Sepanjang 2006, Eid, A Letter for Mommy, Siaran Langsung Berakhir, Siti Madosi Gusti, Pelajaran Mengarang, Galuh Aryanti, Tangan-Tangan Kecil II, Cooking Flower. Sementara itu, untuk Kategori pelajar yaitu, Liburan, Mudzakirat, Pangkeng Pandaringan, Jangan Bilang Bagas, Nostalgia, Topeng Warisan.
Salah seorang kurator, Annisa Irfayuli mengatakan untuk poin penilaian ia lebih ke konten dan isu yang diangkat di dalam film.

Eranusantara.com – berikut daftar judul film yang lulus kurasi. (Img/Affest).

Sementara itu, Andesta Herli dalam penilaiannya menyebutkan poin-poin yang ia nilai pada film yang dikurasi yaitu, apakah permasalahan suatu film itu membuka cakrawala dan kacamata apa yang dipakai dalam melihat permasalahan itu tepat, sehingga memberi peluang penonton untuk meresapi-memahami persoalan tersebut lebih dalam, lebih tajam, serta apakah permasalahan itu disampaikan melalui sebuah cerita yang baik, utuh dan memiliki logika yang relevan.

Baca Juga : Gelar Nonton Film Pendidikan, WP Carocok Painan Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

“Film-film selebihnya (Red: tidak lulus kurasi), sebagian film ini bermasalah karena khusyuk menggarap permasalahan atau tema-tema besar, namun luput memberi kerangka logika yang relevan dengan realitas. Sebagian lainnya memilih permasalahan-permasalahan khas urban yang cukup populer, namun tidak digarap secara mendalam, sehingga cenderung klise,” katanya.


Laporan : Juni, Mahasiswa Universitas Andalas, Padang

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + seven =

EraChannel18

Advertisement

ERAINVESTIGASI

opini

Advertisement
Advertisement