Connect with us

ERA Pariwisata

Wisata Pantai Air Manis Disebut Ilegal, Pengelola Langsung Beri Tanggapan

Published

on

Anto Baret

Eranusantara.com, Padang – Hari kedua lebaran, objek wisata Pantai Air Manis yang terkenal dengan batu Malin Kundangnya dikunjungi wisatawan lokal Kota Padang. Hal ini menimbulkan reaksi negatif dari Pemko Padang, Sumatera Barat, melalui Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Arfian.

Arfian menyebutkan bahwa pengelolaan objek wisata di Pantai Air Manis ilegal.
“Statusnya ilegal itu, karcis tidak porporasi. Permasalahan adanya dua pintu masuk di Pantai Air Manis itu, karena sebagian wilayah milik tanah ulayat masyarakat yang belum dikuasai sepenuhnya oleh pemerintah kota,”ungkap Arfian dikutip dari Langgam.id.

Status ilegal yang dikatakan Arfian langsung ditanggapi oleh Adrianto selaku pengelola objek wisata pantai Air Manis yang dikelola masyarakat.

Menurut Adrianto yang akrab disapa Anto Baret ini, ia sangat kecewa atas apa yang disampaikan Arfian selaku Kadis Pariwisata Kota Padang kepada media.

“Seharusnya seorang Kadis tidak serta merta mengatakan ini ilegal, banyak bahasa lain yang dapat disampaikan, misalkan bahwa itu bukan tanggung jawab Pemko, itu dikelola masyarakat, kan bisa, kenapa harus dikatan ilegal. Apa dia tau apa yang ilegal dan apa yang legal, terus terang kami sangat kecewa atas penyampaian yang dikatakan oleh petinggi pemerintah seperti ini,” ungkap Anto Baret kepada Eranusantara.com, Senin, (25/5) malam melalui selularnya.

Anto Baret juga mengatakan bahwa hal ini dilakukan bukan semata demi kepentingan pribadi, banyak hal yang menjadi pertimbangan atas dibukanya objek wisata Pantai Air Manis.

“Tak hanya kepentingan pribadi yang kami pikirkan, kita sama tau bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat tak dinikmati oleh semua masyarakat (tak merata) walaupun ada, itu pun tak cukup. Ekonomi masyarakat sangat terganggu atas adanya wabah ini. Dengan dibukanya objek wisata, masyarakat kembali memiliki penghasilan, ekonomi para pedagang kembali terbantu dengan adanya wisatawan,” jelasnya.

“Selain itu, kebersihan pantai di area batu malin kundang juga tak diperhatikan, petugas kebersihan pantai hanya membersihkan area pantai yang dikelola Pemko, padahal area Batu Malin Kundang adalah jantung dari objek wisata ini. Jadi dengan dibukanya objek wisata, kami dapat kembali membayar petugas kebersihan secara mandiri untuk membersihkan area pantai yang tak disentuh Pemko Padang,” tambahnya.

Selain itu, Anto Baret juga mengatakan bahwa PSBB kan tidak mengizinkan masyarakat dari luar Kota Padang untuk masuk, bearti pengunjung yang ada adalah wisatawan lokal Kota Padang, jumlahnya pun tak banyak, hanya sekitar 10% dibanding tahun – tahun sebelumnya. Meski demikian, ia juga menghimbau kepada para pedagang dan pengunjung untuk tetap mengikuti protap kesehatan demi mencegah penularan Covid 19.

“Kami kan tidak mengundang para wisatawan, kami membuka objek wisata hanya untuk membantu ekonomi masyarakat. Jika memang menjadi masalah, kedepan kami akan meningkatkan lagi protokol kesehatan disini. Kami akan lakukan pengecekan suhu pengunjung sebelum masuk dan kami akan melengkapi masker bagi pengunjung jika tak ada yang membawa masker,” jelas Anto Baret.

“Lagian kan juga sudah ada wacana dari pemerintah untuk membiasakan diri dalam wabah corona dengan tetep menjaga protokol kesehatan. Kebijakan ini tentu salah satunya untuk mengatasi makun terpuruknya ekonomi masyarakat saat ini,” tutup Anto Baret.

Wandre DP

Wandre Drawita Putra, Pimpinan Redaksi dari media online eranusantara.com. Bergelut dalam Dunia Jurnalistik lebih kurang 15 Tahun. Tujuan beliau mendirikan media ini sebagai alat untuk inspirasi masyarakat dalam mengemukakan pandangan serta pendapat mereka.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − one =

ERA Pariwisata

Pasca PSBB, Jalur Pendakian Gunung Talang Kembali Dibuka

Published

on

Eranusantara.com, Solok – Setelah ditutup sejak beberapa bulan terakhir akibat pandemi covid-19, jalur pendakian Gunung Talang kembali dibuka pada Jumat, (12/6), mendatang.

Hal ini disepakati usai dilaksanakannya rapat persiapan oleh pengurus jalur pendakian bersama tokoh pemuda, pemerintah jorong dan masyarakat setempat. Rencananya, jalur pendakian Gunung Talang via Aia Batumbuak, Kec. Gunung Talang, Kab. Solok, Sumbar, ini akan dibuka setiap hari namun para pendaki diwajibkan untuk mematuhi protokoler kesehatan.

Setiap Senin hingga Kamis, jumlah pendaki akan dibatasi, kemudian para pendaki diwajibkan membawa dan menggunakan masker saat melakukan pendakian.

“Kita membatasi jumlah pendaki pada Senin hingga Kamis. Selain itu, kita juga mewajibkan kepada semua pendaki untuk menggunakan masker serta mematuhi protokoler kesehatan,” ungkap Bendrianto selaku ketua jalur pendakian melalui ketua bidang promosi wisata, Yahdi Jack, kepada eranusantara.com, Minggu, (7/6), sore di posko pendakian Aia Batumbuak.

Dalam rapat yang digelar Sabtu, (6/6), malam, yang dihadiri kepala Jorong Koto Ateh, Ali Nasura dan Ketua Pemuda, Roni Heston, beserta tokoh pemuda Nagari Aia Batumbuak, juga dilaksanakan pemilihan pengurus jalur pendakian baru.

“Biasanya ketua pemuda merangkap sebagai ketua jalur pendakian, namun saat ini kami sepakat untuk menunjuk satu ketua untuk mengurus jalur pendakian,” ungkap Ali kepada Eranusantara.com.

Meski demikian, pengurus jalur pendakian juga menghimbau agar para lendaki jangan memaksakan diri untuk melakukan pendakian jika kondisi tubuh tidak sehat.

“Kita berharap kepada para pendaki nantinya untuk tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh tidak memungkinkan. Jangan karena ingin mendaki, nanti kita memaksakan diri hingga menyebabkan terjadi penularan bagi rekan – rekan pendaki lainnya.

Aliman Irfan

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Facebook

ERAINVESTIGASI

opini

EraChannel18

Advertisement

Trending