Connect with us

Opini

Sudah Tepatkah Istilah Berdamai Dengan Covid-19 ?

Published

on

Wandre DP
Pemred Eranusantara.com

Beberapa bulan belakang, hampir seluruh negara diserang wabah mematikan. Virus corona atau covid-19 merenggut jutaan nyawa penduduk dunia dalam beberapa waktu terakhir. Khusus di Indonesia, tercatat hingga Kamis, (21/5), pemerintah sudah merilis 12.162 kasus covid-19 di tanah air.

Kamis, (21/5), hingga pukul 12:00 wib, tercatat jumlah kasus tertinggi dalam sehari sejak diumumkan kasus pertama pada 2 Maret lalu sebanyak 973 kasus. Dalam dua bulan berperang dengan wabah corona yang jelas merupakan musuh bersama, kini kita masyarakat Indonesia diajak untuk berdamai dengan virus mematikan ini. Yang menjadi pertanyaan, apakah telah hilang semangat juang bangsa yang dulunya mampu merdeka dari jajahan bangsa asing selama 350 tahun? Atau ini bentuk ketidak mampuan dalam mengatasi permasalahan yang ada.

Bangsa Indonesia adalah bangsa pejuang, para pahlawan mampu memerdekakan negara ini hanya dengan bermodalkan semangat dan sebilah bambu runcing. Kenapa hari ini, disaat kita mendapat perlawanan baru dalam waktu 2 bulan saja, kemudian kita harus berdamai dengan musuh. Indonesia disebut bangsa besar, memiliki segalanya, kenapa sekarang harus menyerah dengan penyederhanaan kata “Berdamai” dengan virus atau keadaan?

Anggaran telah dikucurkan dari berbagai sumber, bahkan anggaran negara dan daerah yang sudah jelas peruntukannya, kini dialihkan untuk penanganan wabah ini. Apa semua itu akan menjadi sia-sia? Tak hanya itu saja, dulu para pejuang kemardekaan menyuarakan bahwa mereka berjuang hingga titik darah penghabisan, sekarang apakah sudah tak ada lagi suara itu, apakah suara itu sudah dikubur dengan para pejuang yang telah gugur?

Tak usah saling cari kesalahan, pemerintah menyalahkan rakyat karena mereka tak mau dirumah, sebaliknya rakyat menyalahkan pemerintah akibat keputusan – keputusan yang dianggap tak sesuai. Bahkan bantuan sosial yang sumbernya juga dari uang rakyat dianggap tak tepat sasaran. Sudah,,, mari kita lanjutlan perjuangan jika memang ingin menang, jangan suarakan lagi perdamaian dengan musuh, jangan ajak rakyat untuk hidup berdampingan dengan wabah. Mari berkumpul, saling berkoordinasi, duduk bersama, terima semua masukan dan ambil keputusan besama-sama. Jangan lagi ada sifat sok pintar, sok tau, dan sok berkuasa. Dua bulan sudah cukup untuk membuktikan bahwa semua usaha dan peraturan yang dibuat tak berjalan dengan baik dilapangan. Mari cari solusi lain, jangan ajak rakyat berdamai dengan virus, jangan ajak rakyat hidup berdampingan dengan musuh.

Indonesia bukan bangsa yang suka menyerah, Indonesia adalah bangsa pejuang, jangan ajarkan Indonesia untuk mengalah dengan keadaan, apalagi virus. Kembalikan semangat rakyat, mari satukan kembali perbedaan selama ini, jadikan wabah ini sebagai sarana untuk menyatukan kembali NKRI.

Bangun Indonesia, Bangun NKRI, ini bukan masalah besar jika semua bersatu untuk mengatasinya. Jangan kemukakan kemiskinan, jangan jadikan kemiskinan sebagai alasan untuk menyerang pemerintah. Mari bangun, mari berjuang, mari saling bergandengan hingga titik darah penghabisan seperti yang dilakukan oleh para pahlawan dalam memardekakan negara ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − thirteen =

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Facebook

EraChannel18

ERAINVESTIGASI

opini

Advertisement