Connect with us

ERA CHANNEL 18

Heboh Diperbatasan Solok-Padang, Petugas Pos Penjagaan Mendapat Kecaman

Published

on

Eranusantara.com, Padang – Usai viral video seorang dokter yang ribut dengan petugas Pos Penjagaan Covid-19 di perbatasan Pessel – Padang beberapa waktu lalu, Rabu, (13/5), kembali beredar video serupa di Pos penjagaan covid-19 perbatasan Solok – Padang.

Diketahui Rita Sumarni selaku Wakil Komandan Posko perbatasan Covid-19 di Lubuk Paraku, terlihat beradu argumen dengan seorang pria yang merupakan Ketua KPU Provinsi Sumatera Barat, Amnasmen.

Dalam video tersebut terlihat Rita Sumarni, beradu mulut saat Amnasmen tidak dapat menunjukkan surat tugas. Bahkan dengan nada kasar, Rita Sumarni terlihat menantang agar Amnasmen melaporkannya kepada Walikota Padang.

“Bilang Pak Wali ya Pak, Saya nama saya ini pak, Rita Sumarni,” ungkapnya sambil memperlihatkan nama di dalam rompi yang digunakannya.

Aksi ini sontak memicu para netizen untuk ikut berkomentar di akun jejaring sosial, sebagian besar beranggapan bahwa Rita Sumarni yang bertugas di BPBD Kota Padang, tak beretika dan terlalu arogan.

Dikutip dari tribunpadang.com, Awalnya, kata Rita Sumarni, Ketua KPU Sumbar diminta melakukan pemeriksaan suhu tubuh oleh petugas kesehatan, tetapi katanya dia Kepala KPU Sumbar.

“Namun dia tidak mau memberikan kartu identitas, berupa KTP-nya. Petugas lain mengadu kepada saya, bahwa ada Bapak tugas di Kantor KPU tidak mau mengeluarkan KTP-nya,” jelas Rita Sumarni.

Tentu Rita Sumarni sebagai Wakil Komandan Posko perbatasan Covid-19 di Lubuk Paraku, Padang menindaklanjuti hal itu.

“Tentu Ibu minta, Pak mana KTP-nya Pak. Gak mau dia kan. Ibu suruh turun,” ungkap Rita Sumarni.

Rita Sumarni menyebut, Amnasmen selalu mengatakan bahwa ia adalah Ketua KPU Sumbar.

“Tentu ibu bilang, Pak kita sama-sama tugas, Pak. Saling menghargai dong. Marah-marah dia. Dibilangnya ibu kurang ajar, ibu bilang juga (dia) kurang ajar,” ucap Rita Sumarni.

Rita Sumarni mengatakan, pengakuan dari anggotanya di lapangan Amnasmen sudah dua kali melakukan hal yang sama.

Yakni tidak mau memperlihatkan identitas dan surat-surat tugasnya.

Saat dikonfirmasi, Amnasmen, selaku ketua KPU Sumbar membantah hal ini. Kepada eranusantara.com, Jum’at, (15/5), malam ia mengatakan bahwa kejadiannya tidak demikian.

“Dalam situasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB), saya bolak balik antara Solok- Padang untuk tetap bisa hadir dan masuk kantor 2 atau 3 kali seminggu. Pada hari Rabu tgl 13 Mai 2020 saya berangkat dari Solok menuju Padang dan sesuai standar covid saya dan juga sopir selalu memakai masker semenjak berangkat dari rumah,”ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa saat pemeriksaan di Pos jaga Lubuk Paraku ia mengikuti sesuai protap seperti biasanya.

“Seperti biasanya saya dan sopir turun dari mobil menuju tempat cuci tangan untuk dibersihkan, kemudian melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan petugas memberitahukan dan memperlihatkan suhu tubuh saya 36.3 dan demikian juga proses yang di alami sopir saya. Pada saat pemeriksaan, petugas juga menanyakan tujuan dan saya jawab dalam rangka dinas di KPU Prov Sumbar dan saya dengan kendaraan dinas,” papar Amnasmen menjelaskan.

Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Amnasmen dan supirnya kembali memasuki mobil. Namun saat akan berjalan, mobil yang dikendarainya diberhentikan oleh petugas yang diketahui bernama Rita Sumarni.

“Saat mobil baru mulai jalan tiba-tiba dari arah depan mobil diberhentikan oleh seorang ibuk petugas posko. Saya di suruh periksa dan saya jawab bahwa kami sudah melakukan pemeriksaaan. Dengan satu teriakan kemudian di tanyakan kepada petugas pemeriksaan apakah saya sudah diperiksa, dan di jawab petugas pemeriksa bahwa saya sudah selesai diperiksa. Pada awalnya mobil sudah dipersilahkan jalan oleh petugas lain, namun kembali ibuk yang bersangkutan memanggil untuk menanyakan KTP dan menyuruh saya turun. Kemudian saya ambil KTP di dompet untuk saya serahkan dan dengan melihat KTP saya domisili di Kota Solok, ibu itu mengatakan saya tidak bisa masuk Kota Padang meski sudah saya jelaskan saya dinas di Padang sebagai Ketua KPU Provinsi,” jelasnya.

Disini kemudian terjadi dialog yang kurang baik antara Rita Sumarni dengan Amnasmen.

“Yang bersangkutan meminta surat tugas dan saya jelaskan bahwa saya tidak bawa surat tugas karna ini pemberlakuan baru dan saya janjikan nanti sore waktu kembali akan saya bawa surat tugas, namun untuk sementara saya tawaran KTP sebagai jaminan. Namun yang bersangkutan dengan arogan tetap mengatakan tanpa surat tugas tidak bisa masuk Kota Padang dengan mengatakan silakan catat namanya dan laporkan dia pada atasanya atau Walikota serta jangan mentang ketua KPU bisa seenaknya,” ungkap Amnasmen menjelaskan.

Ternyata tanpa sepengetahuan Amnasmen hal ini direkam oleh rekan Rita Sumarni, ia mengaku baru tahu saat mendapat kabar dari beberapa rekan bahwa ada video yang diposting di akun jejaring sosial dan memperlihatkan dirinya beradu argumen dengan petugas Pos Lubuk Paraku.

“Pada sore harinya, saya diberi tahu oleh beberapa teman bahwa foto KTP saya dan 3 video kejadian di lokasi posko covid Lubuk Paraku di posting di akun facebook atas nama RITA SUMARNI, dengan judul pada postingan “MENGAKU KETUA KPU SUMBAR TAPI TIDAK ADA SURATNYA SATUPUN DENGAN DATA DAN SURAT JALANNYA DARI KPU SUMBAR KTP NYA SOLOK TIDAK DIBOLEHKAN MASUK PADANG DIA MELAWAN PETUGAS COVID 19 POSKO LUBUK PERAKU PADANG, ” tambah Amnasmen.

Hingga berita ini diturunkan, Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, yang dikonfirmasi melalui pesan whatsappnya Jum’at, malam tidak memberikan komentar apapun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + six =

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Facebook

EraChannel18

ERAINVESTIGASI

opini

Advertisement