Connect with us

Sosial Masyarakat

Pemkab Solok Serahkan Bantuan Untuk 909 KK di Nagari Sumani

Published

on

Eranusantara.com, Solok – Bupati Solok serahkan bantuan beras untuk warga yang terdampak Covid-19 909 KK kepada Wali Nagari Sumani, bertempat di Kantor Wali Nagari Sumani, pada Kamis, (7/5) siang.

Selain bupati, hadir pada kegiatan tersebut Ketua PMI Desnadefi Gusmal, Anggota DPRD Kab. Solok Sptrismen dan Dian Angraini, Asisten II Medison, Kadis Barenlitbang Erizal, Kadis Sosnaker Yandra Prasat, Kakan Kesbang Pol Junaidi, Kabag Pemerintahan Syahrial, Kabag Humas Syofiar Syam, Kapolsek Singkarak, Koramil Singkarak, Walnag Sumani Masri Bakar dan Ketua BPN Sumani.

Dalam pengarahannya Bupati Gusmal, SE, MM mengatakan, “saya yakin, ketika beras ini kita bagikan pasti nanti ada yang menggugat dan ada yang kurang senang. Kalau nanti ada yang datang tolong dicatat saja dan berikan kepada pemkab solok. Kabupaten Solok sudah bentuk tim yang akan menerima sebuah pengaduan usulan dari masyarakat nagari. Usulan ini juga laporkan kepada Pemprov dan pemerintah pusat. Makanya beras ini dibagikan kepada 909 KK di nagari Sumani dari 1500 KK yang ada nagari Sumani. sudah 70 persen masyarakatnya mendapat bantuan. Ini bantuan pertama di bulan April yang diberikan pada bulan Mei. Bantuan tahap kedua nanti akan kita bagikan sebelum hari lebaran idul Fitri.”

Lebih lanjut dikatakan bupati, beras yang akan kita bagikan ini dipergunakan sebaik-baiknya oleh masyarakat kita. Saya mendengar ada ocehan dari masyarakat bawah ini adalah beras Dolog dan kualitasnya kurang baik. Saya jamin beras ini kualitasnya baik karena saya sudah mengecek ke gudang dolog itu sendiri. “Kalau beras Dolok yang biasa, kami tidak terima, ini beras yang harganya sudah Rp11.000. Pak Wali Nagari Tolong sampaikan kepada masyarakat bahwa ini beras yang berkualitas termasuk beras premium juga.

Pemkab Solok menyalurkan bantuan beras kurang lebih 57 ribu KK kalau kita kalkulasikan sudah 70 % kepala keluarga (KK) dikabupaten solok yang akan kita bantu. Yang akan kita bantu itu orang yang betul² terdampak, yaitu pekerjaannya ojek, ustad dan buruh harian.

“Saya minta juga kepada Wali Nagari, BPN ketua KAN dan satuan tugas efektif nagari menjaga orang yang masuk kedalam nagari kalau tidak jelas orangnya tolong diproses orangnya dalam rangka mengamankan nagari Sumani dari penyebaran Covid 19. Disamping itu, pemkab juga memikirkan bagaimana warga terdampak diperhatikan oleh pemerintah daerah. Kita berhadapan dengan jumlah warga yang akan kita bantu dan data itu harus valid.” Kata Gusmal.

Terkait pelaksanaan  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua sudah diperpanjang, yaitu sampai dengan 29 Mei 2020, bupati mengatakan, ditengah pandemi banyak kegiatan yang dibatasi, terutama aktifitas pendidikan, semua sekolah ditiadakan namun siswanya tetap belajar dirumah. Terkait itu, hari ini kita sedikit gembira, pendidikan kita berada pada tingkat kelima di Propinsi Sumatera Barat.

Sholat Jum’at sholat berjamaah di masjid -masjid juga sholat tarawih itu juga di tiadakan, meskipun di daerah² terisolir bisa dilakukan kajian² baru. Pemkab Solok akan menentukan kebijakan tertentu pada daerah² terisolir tersebut. Kita akan melakukan musyawarah dengan forkopimda dan para mubalig dan MUI.

“Pasar harus tetap kita atur. pesan dari pemerintah pusat pasar tidak boleh ditutup tapi di atur. Ada aturannya pakainya, pemakainya kita arahan kepada los -los pasar saja dan diatur jarak orang yang berdagang. Kemudian orang yang masuk pasar harus mengunakan masker, apakah pembelinya dan sebaliknya harus pakai masker. Gusmal juga sampaikan, berdialog harus barjarak. Semuanya aturan itu harus dilaksanakan oleh pemerintah Nagari dan pengurus pasar. Pasar harus disemprot 1 H menjelang beraktifitas. Kemudian memasang tempat tempat pencuci tangan setiap sudut. seterusnya yang dijual hanya kebutuhan pokok saja di luar itu tidak boleh. Nah ini yang dikatakan prinsip pelaksanaan PSBB,” pungkas Gusmal.

Sebelumnya Wali Nagari Sumani melaporkan, untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19 kami pemerintah Nagari Sumani telah melaksanakan instruksi dan himbauan Bupati dalam penanganan masalah ini.

Kemudian himbauan untuk perantau kami juga telah kami sampaikan untuk menunda pulang kampung dulu. Kita juga memberitahukan kepada Bapak Bupati bahwa parantau sumani yang pulang sudah 136 orang.

“Kami telah instruksikan kepada semua jorong untuk menyampaikan kepada perantau yang datang untuk mengisolasi diri dirumah masing-masing. Sampai saat sekarang belum ada warga kami yang positif covid 19” jelasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − four =

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Facebook

EraChannel18

ERAINVESTIGASI

opini

Advertisement