Connect with us

ERA HUKUM & KRIMINAL

Nekat Beroperasi, Tim Gabungan Penegak Perda Kirim 3 Pramusaji ke Andam Dewi

Published

on

Wandre DP / Red

Eranusantara.com, Solok – Dalam upaya kewaspadaan terhadap penularan Inveksi Corona Virus Desesase (Covid 19), Satpol PP Kota Solok Gelar Razia Berlapis tiga (3) kali razia pada Selasa, (14/4) sekitar pukul 22.15 wib, 00.30 wib serta pukul 02.30 wib.

Kasatpol PP dan Damkar Kota Solok, Drs. Ori Affilo, kepada Eranusantara.com mengatakan, razia kali ini dilakukan tiga tahap, itu dilakukan karena disinyalir masih adanya kafe yang masih buka pada saat adanya pembatasan sosial atau social distancing. Selain itu pola berlapis ini juga dilakukan karena masih ada pemilik tempat hiburan yang main kucing-kucingan dengan petugas.

Ori menegaskan, Razia Yang di lakukan oleh Satpol Pp Kota Solok tersebut menyikapi rapat Forkopimda Kota Solok pada 14 april 2020, serta menjalankan instruksi Walikota Solok Nomor :332/191/POL-PP-DAMKAR-2020, tentang penutupan sementara kegiatan operasional tempat hiburan dalam upaya kewaspadaan terhadap penularan Inveksi Corona Virus Desesase (Covid 19).

Lebih lanjut Ori menjelaskan, dalam razia yang ia pimpin langsung dan didampingi oleh Kabid Trantibum, Agus Soesanto, SH, dan Kasi ops, Rico Saputra S,Stp, beserta SK4 tersebut, dilakukan pertama kali pada Pukul 22.15, Satpol PP Kota Solok melakukan pembubaran warga didaerah sekitaran Pasar Raya, warung dan tenda-tenda tempat berjualan di Kelurahan PPA, Koto Panjang, Aro dan sepanjang Jalan By pass. Selanjutnya pada Pukul 00.30 wib Satpol PP kembali menyisir warung tempat warga berkerumun dan bermain serta tempat disinyalir kafe yang masih beroperasi.

Dalam razia ke tiga yang dilakukan pada pukul 02.30 dinihari, Satpol PP dan Damkar Kota Solok, mendapati ada satu kafe yang kedapatan mulai buka pada dinihari tersebut, yaitu kafe MP. Dari keterangan yang didapat, bahwa Met warga Sawahilia, Talang, pemilik MP karaoke, mulai membuka kafe setelah jam 12 malam usai memastikan tim Satpol PP selesai patroli.

Namun pemilik resto salah perhitungan, Satpol PP justru melaksanakan tiga lapis kegiatan dan razia malam tadi. Dalam razia ketiga dinihari Satpol PP menyergap MP kafe dan mendapati 3 orang pramusaji yang sedang melayani tamu dan beberapa botol minuman keras.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, ada indikasi pramusaji orang pramusaji yang diamankan asal Dharmasraya dan 1 orang asal Muaralabuh beserta pemilik kafe melanggar perda no 8 /2016 tentang maksiat, serta instruksi wako no.332/191 tentang penutupan tempat hiburan kafe dan maklumat forkopimda.

Ketiga pramusaji langsung dikirim ke Panti Rehabilitas Andam Dewi. Kemudian untuk pemilik kafe sendiri, nantinya akan dilakukan penyegela dan penerapan tipiringnya.

Ori menegaskan bahwa Pemko Solok tidak main-main dalam melakukan penindakan terhadap pelanggaran perda Kota Solok, apalagi kali ini juga ditambah dengan antisipasi penyebaran Covid 19.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 + six =

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Facebook

EraChannel18

ERAINVESTIGASI

opini

Advertisement