Connect with us

ERA EKONOMI

Pemerintah Siap Kucurkan Dana Rp.405,1 T di Sektor Ekonomi Dalam Penanganan Korona

Published

on

Paket insentif ekonomi untuk penanganan wabah korona
Rizki Asdiarman/Redaksi

Eranusantara.com, Jakarta – Pembatasan sosial dan protokol kesehatan yang ketat sudah terapkan oleh pemerintah untuk mengendalikan penyebaran virus Covid-19. Sementara, untuk mengurangi dampak buruk perekonomian yang mengikutinya, pemerintah mengeluarkan paket insentif ekonomi untuk warga, rumah tangga, dan juga dunia usaha.

Sesuai dengan pengganti undang-undang (perppu) nomor 1 tahun 2020 tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan, dimana hal ini memberikan fondasi kepada pemerintah, otoritas perbankkan dan keuangan untuk menjamin kesehatan masyarakat, menyelamatkan perekonomian nasional, dan stabilitas sistem keuangan.

Akun Resmi Presiden RI Joko Widodo @jokowi

Dengan mengucurkan dana sebesar Rp.405,1 Triliun sebagai tambahan belanja dan pembiayaan APBN tahun 2020.

Dimana Anggaran sebesar Rp.405,1 Triliun tersebut akan di alokasikan ke dalam tahap Belanja di bidang kesehatan sebesar Rp.75 Triliun Rupiah, yang akan di bagi ke dalam perlindungan tenaga kesehatan, Upgrade Rumah Sakit rujukan dan insentif tenaga medis (Dokter, perawat, dan tenaga rumah sakit) serta santunan kematian atau permasalahan kesehatan lainnya.

Anggaran Rp.110 Triliun di alokasikan untuk perlindungan sosial, seperti Gratis pembayaran listrik di bulan April, Mei dan Juni tahun 2020 untuk 24 juta pelanggan listrik 450VA, dan keringanan (Diskon) pembayaran listrik di bulan April, Mei dan Juni tahun 2020 untuk 7 juta pelanggan listrik 900VA. Selain itu adanya keringanan pembayaran kredit untuk penghasilan harian dengan kredit di bawah Rp.10 Miliar mulai April 2020 melalui aturan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dan Anggaran Rp.25 Triliun di siapkan untuk pemenuhan kebutuhan pokok serta operasi pasar dan logistik. Penambahan 20 Juta Rupiah untuk kartu sembako penerima manfaat dengan 200 Ribu Rupiah perbulan selama 9 Bulan dan adanya penambahan 10 Juta Rupiah untuk Program Keluarga Harapan, 3 Juta Rupiah untuk Ibu Hamil pertahun, 3 Juta Rupiah untuk anak usia dini, dan 2,4 Juta Rupiah untuk Disabilitas pertahun.

Kartu Prakerja juga disiapkan untuk 5,6 Juta orang pekerja informal serta pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak covid-19 dengan penambahan 20 Triliun Rupiah dari 10 Triliun Rupiah pada sebelumnya dengan nilai manfaat 650 Ribu Rupiah hingga 1 juta rupiah perbulan selama 4 bulan ke depan.

Selain itu Stimulus sektor Industri sebesar 70,1 Triliun Rupiah, mulai dari penggratisan Pajak Penghasilan (PPh) 21 dengan penghasilan maksimal Rp.200 Juta pertahun, pembebasan PPh pasal 22 impor untuk 19 sektor tertentu dan penurunan tarif PPh badan dari 25 persen menjadi 22 persen untuk tahun 2020 dan 2021 dan 150 Triliun Rupiah untuk pemulihan program Ekonomi Nasional.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − 2 =

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Facebook

EraChannel18

ERAINVESTIGASI

opini

Advertisement