Connect with us

ERA HUKUM & KRIMINAL

Digilir 5 Pria, Gadis 17 Tahun Jadi Korban Pemerkosaan

Published

on

Eranusantara.com, Solok – Ironis dan memprihatinkan prilaku generasi muda saat ini. Meski pemerintah melarang masyarakat untuk beraktifitas diluar rumah, hal ini tidak berlaku bagi 5 pemuda yang diamankan Satreskrim Polres Solok pada Senin, (23/3), lalu. Lima pemuda yang sebagian masih dalam usia remaja ini, diduga melakukan pencabulan dan pemerkosaan secara bergilir terhadap VD (17), disebuah lapangan bola, Jorong Lurah Nan Tigo, Nagari Selayo, Kec. Kubung, Kab. Solok, Sumbar.

Kejadian bermula saat VD (17), dijemput oleh salah satu tersangka pada Minggu, (22/3) dinihari. VD dibawa ke lapangan bola di Jorong Lurah Nan Tigo. Sesampai di TKP, trnyata rekan tersangka sudah menunggu, kemudian VD langsung disetubuhi secara bergantian oleh pelaku sembari pelaku lain memegangi kaki dan tangan korban.

Atas kejadian ini, keluarga korban langsung melaporkan ke Polres Solok, atas tuduhan pemerkosaan anak dibawah umur. Saat ini, 5 tersangka dan satu yang masih berstatus sebagai saksi diamankan di Mapolres Solok, yakni HZ (24), ZF (18), RR (20), SJ (20), dan AR (19). Kemudian yang saat ini berstatus sebagai saksi, GML (16), pelajar yang beralamat disekitaran TKP.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Solok masih melakukan pemeriksaaan terhadap tersangka dan saksi – saksi, seperti yang disampaikan Kapolres Solok, AKBP Azhar Nugroho, SH,,S.iK, M.Si, melalui Kasat Reskrim, AKP Deny Akhmad Hamdani,S.Kom,S.iK, melalui keterangan persnya.

“Saat ini kita masih melakukan pemerikasaan terhadap beberapa tersangka dan saksi dilapangan. Kita terapkan pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76 D Jo Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76 E Undang Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang Undang Jo Pasal 170 KUHP,” jelas Deny.

Aliman Irfan

Wandre Drawita Putra, Pimpinan Redaksi dari media online eranusantara.com. Bergelut dalam Dunia Jurnalistik lebih kurang 11 Tahun. Tujuan beliau mendirikan media ini sebagai alat untuk jembatan penyampaian inspirasi masyarakat dalam mengemukakan pandangan serta pendapat mereka.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve + nine =

ERA HUKUM & KRIMINAL

Kendarai Mobil Curian, Anggota Polres Sawahlunto Dihajar Massa

Published

on

Eranusantara.com, Solok – Anggota Polres Sawahlunto, Polda Sumbar, dihajar massa usai diteriaki maling oleh beberapa masyarakat. Kejadian berawal saat Hendri Yonanda, korban pencurian melihat mobil minibus miliknya melintas saat ia hendak berangkat menuju Polsek Kubung.

Sebelumnya, Jumat, (29/5) pagi, Hendri mendapati mobil minibus miliknya tidak ada lagi saat hendak sholat subuh sekitar pukul 4:30 wib. Mendapati mobil tidak ada lagi dihalaman rumahnya, Hendri langsung melapor ke Polsek Kubung, dan langsung didatangi oleh anggota Polsek kubung sekitar pukul 6:00 wib.

“Saya hendak sholat subuh tadi pagi, namun waktu membuka jendela, saya dan mertua mendapati mobil sudah tak ada lagi dihalaman rumah. Kemudian saya langsung melapor ke Polsek Kubung dan anggota Polsek Kubung langsung mendatangi rumah saya sekitar pukul 6:00 wib,” ungkapnya kepada Eranusantara.com, Jumat sore di Mapolsek Kubung.

Usai melapor Jumat pagi, siangnya sekitar pukul 12:00 wib, Hendri mendapat telpon dari petugas Polsek Kubung untuk datang ke Mapolsek. Dalam perjalanan, Hendri melihat mobil miliknya melintas didepannya, namun sudah dengan plat no berbeda. Hendri langsung meneriaki maling sembari mengejar mobil miliknya yang lari menuju arah Kota Solok.

Dibantu warga, akhirnya pelaku yang diketahui anggota Shabara Polres Sawahlunto, diamankan di jalan lingkar Kota Solok. Pelaku NF (40) berpangkat Briptu beserta rekannya sempat menjadi korban amukan massa sebelum petugas datang di TKP.

Saat hal ini dikonfirmasikan, Kasat Shabara Polres Sawahlunto, AKP Riswan Lukfi, membenarkan bahwa NF benar anggotanya.

“Iya benar yang bersangkutan memang anggota saya, untuk komentar lebih lanjut silahkan dengan Kapolres saja,” ungkap Riswan kepada Eranusantara.com, via selularnya Jumat, malam.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polsek Kubung. Saat ini kedua pelaku masih diamankan di Mapolsek Kubung.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Facebook

ERAINVESTIGASI

opini

EraChannel18

Advertisement

Trending