Connect with us

ERA Pariwisata

Dinilai Potensial, Pulau Cingkuak Kab.Pessel di Zonasi Untuk Destinasi Pariwisata

Published

on

Eranusantara.com – Pengambilan data benteng
Penulis : Yusfa Hendra Bahar / Gilang Aditya / Dodi Candra
Editor : Bayu S

Eranusatara.com, Pariwisata – Situs Benteng Pulau Cingkuk yang berada Kab.Pesisir Selatan, Sumatera Barat menjadi nilai yang sangat potensial dalam penggarapan sebagai Cagar Budaya, khususnya dalam lingkup pariwisata Maritim dan sejarah dengan tujuan penataan Lingkungan, pengembangan, pemanfaatan dan pelindungan Cagar Budaya khususnya Zonasi. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat telah melakukan pengumpulan data teknis dan arkeologis dari potensi Cagar Budaya yang ada di Pulau Cingkuk pada 24/29 Februari 2020.

Melalui Press Realease yang diterima media Eranusantara.com, pada kamis, 12 Maret 2020, Pelaksanaan kegiatan Zonasi dan Delinasi Situs Cagar Budaya Pulau Cingkuk di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat dilaksanakan oleh 3 (tiga) orang yang berasal dari BPCB Sumatera Barat yaitu  Yusfa Hendra Bahar, (Pamong Budaya Madya); Gilang Aditya (Pengelola Data Cagar Budaya dan Koleksi Museum) dan Dodi Chandra selaku arkeolog.

Selain itu BPCB Sumbar juga telah melakukan pengambilan foto udara melalui pesawat drone untuk pemetaan kondisi eksisting Pulau Cingkuk yang nantinya akan diselaraskan dengan perencanaan Penataan Pulau Cingkuk.

Namun untuk sementara, rencana zonasi pelindungan yang ideal bagi Cagar budaya tentunya diperlukan beberapa syarat ketersediaan data dan informasi berupa:

Peta topografi kawasan
Peta kontur tanah
Peta Tata Guna Tanah
Peta lahan kepemilikan tanah (BPN)
Peta administrasi wilayah kabupaten dan kecamatan
Hasil survei terakhir kondisi Cagar Budaya
Data lain yang mendukung usaha penetapan zona

Kepala Seksi Pelindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Sumatera Barat Agoes Tri Mulyono mengungkapkan, Zonasi yang dilakukan tetap menjalankan prinsip melindungi Cagar Budaya baik berupa ancaman dari luar maupun dari dalam dengan menentukan batas zona disesuaikan dengan kebutuhan.

“Mengutamakan keseimbangan dalam mengatur dan mengendalikan pemanfaatan ruang serta rencana pengembangan; melestarikan lingkungan, memberdayakan masyarakat, menghormati budaya local termasuk hak ulayat, dan mewariskannya kepada generasi mendatang secara berkelanjutan; dan melakukan koordinasi lintas sektoral, antara lain dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan akademisi,” Ungkapnya Agoes melalui press realease yang diterima media.

Agoes menambahkan Zonasi dan deliniasi yang dilaksanakan oleh BPCB Sumatera Barat terhadap Situs Benteng Pulau Cingkuak, merupakan salah satu bentuk pelestarian yang dilakukan BPCB terhadap Situs Pulau Cingkuak, dan juga mendukung rencana pengembangan kawasan Benteng Pulau Cingkuak sebagai salah satu tujuan atau destinasi pariwisata.

“Situs Pulau Cingkuk memiliki peran penting dalam sejarah perjalanan perkembangan Kabupaten Pesisir Selatan serta keterkaitan dengan jalur rempah. Kegiatan zonasi ini merupakan wujud nyata BPCB Sumatera Barat dalam mengembangkan Cagar Budaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pariwisata,” Tutupnya

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 + twelve =

Advertisement
Advertisement

Facebook

Advertisement

EraChannel18

ERAINVESTIGASI

opini

Advertisement