Connect with us

ERA CITIZEN CERDAS

Festival Gulat Junior Internasional Piala Wali Kota Padag Bakal Digelar April 2020

Published

on

ERANUSANTARA.COM PADANG, – Satu lagi iven internasional bakal digelar di Kota Padang, yaitu Festival Gulat Junior Internasional Piala Wali Kota Padang.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Andre Algamar mengatakan, iven tersebut akan digelar pada 10-12 April 2020 di GOR HTT Kota Padang.

“Sudah 8 negara yang mengkonfirmasi dan mendaftar untuk mengikuti iven tersebut, yaitu Filipina, Nyanmar, Vietnam, Thailand, Laos, Singapura, Kamboja, dan Indonesia,” ungkapnya, Rabu, 11 Maret 2020.

Selain itu, kata Andre Algamar lagi,12 provinsi juga akan ikut iven tersebut, yaitu DKI Jakarta, Jatim, Jateng, DIY, Kalsel, Kaltim, Bengkulu, Jambi, Riau, Sumut, Banten, dan Sumbar sebagai tuan rumah.

“Disamping meningkatkan jam terbang atlet-atlet junior untuk persiapan Porprov dan PON, iven ini juga mendukung pariwisata Kota Padang dan Sumatera Barat,” ungkapnya.

Festival Gulat Juinor Internasional Piala Wali Kota Padang ini menurut rencana akan dihadiri oleh Prisiden UWW Asia Prof. Kittiposh Suchantabutr.

“Insya Allah, Presiden UWW menyatakan kesediannya hadir. Iven ini sendiri akan dibuka Pak Wali Kota Mahyeldi,” jelas Andre Algamar.

Festival ini didukung penuh oleh KONI Kota Padang dan PP PGSI serta Pemko Padang.

Ketua KONI Kota Padang H Agus Suardi mengatakan, pihaknya mengapresiasi iven tersebut. Apalagi, lokasi kegiatan di Kota Padang.

“Kami berharap, cabang olahraga lain mengikutinya dan membuat iven yang sama di Kota Padang,” ungkapnya.

RE/ Humas

Sebagai media online, ERANUSANTARA.com memberikan hak jawab dan hak koreksi kepada pihak yang merasa keberatan dengan informasi yang diterbitkan di media online ERANUSANTARA.com. Mekanisme pengajuan hak jawab dan hak koreksi mengacu pada ketentuan peraturan kode etik jurnalistik ERANUSANTARA.com dan UU No 40 Tahun 1999, tentang Pers.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × four =

ERA CITIZEN CERDAS

Perangkat NCCN yang Menjadi Alat Ukur Kesehatan Mental bagi Pasien Kanker Telah Diterjemahkan

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse
Tim RedaksiEditor : Rizki Asdiarman
Eranusantara.com I MEDIA ONLINE

Eranusantara.com, Pennsylvania – The National Comprehensive Cancer Network (NCCN), aliansi yang terdiri atas pusat-pusat kanker terkemuka di Amerika Serikat, hari ini menerjemahkan “NCCN Distress Thermometer” ke dalam 46 bahasa. Bahan acuan gratis ini membantu penyedia layanan kesehatan di seluruh dunia untuk mengidentifikasi dan menangani stres dalam aspek multifaktor yang dapat dialami pasien kanker.

NCCN mendefinisikan “stres” sebagai gangguan mental, fisik, sosial, atau spiritual yang memengaruhi cara orang untuk berpikir, berasa, atau bertindak. Stres dapat mempersulit pasien ketika menghadapi kanker, gejala-gejala atau perawatannya. Dengan perangkat seperti “NCCN Distress Thermometer”, kita bisa membiasakan dan mendorong diskusi tanpa stigma apa pun yang membuat beberapa pasien menghindari pembahasan tentang isu-isu psikologis atau beberapa hal yang sangat personal.

“Sebagai bahan acuan, ‘NCCN Distress Thermometer’ mengakui bahwa perawatan kanker membebani semua orang. Bagan yang ringkas ini menjadi cara mudah bagi para pasien untuk menginformasikan pengalamannya menghadapi kanker kepada dokter,” jelas Robert W. Carlson, MD, Chief Executive Officer, NCCN. “Menurut kami, skor yang mencapai empat atau lebih tinggi memerlukan evaluasi lebih lanjut dan mungkin intervensi. Alat ukur ini mencantumkan sejumlah kendala yang relevan agar penyedia layanan kesehatan terbantu untuk menentukan sumber stres yang dialami pasien, dari kendala praktis, masalah keluarga, masalah emosional, kecemasan yang terkait dengan spiritual/keagamaan, kendala fisik, atau kombinasi dari hal-hal tersebut.”

“NCCN Distress Thermometer” pertama kali dibuat oleh pelopor bidang psikologi-onkologi Jimmie C. Holland, MD. Dr. Holland sempat menjabat Founding Chair,  NCCN Guidelines ®Panel for Distress Management, serta Founding President, American Psychosocial Oncology Society. Dia ingin menjadikan diskusi tentang stres sebagai bagian rutin dalam perawatan pasien onkologi. Dengan demikian, kondisi psikososial dan fisik pasien bisa meningkat.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Facebook

ERAINVESTIGASI

opini

EraChannel18

Advertisement

Trending