Connect with us

ERA CHANNEL 18

Tambang Legal dan Ilegal Berdampak Buruk, Kota Sawahlunto Terancam Bencana

Published

on

Eranusantara.com, Kota Sawahlunto – Kota Sawahlunto yang dijuluki sebagai Kota Arang, memang mengandung kekayaan alam yang sangat melimpah, khususnya disektor pertambangan. Tak hanya batu bara, kota kecil yang sangat bersejarah ini, juga mengandung lapisan emas yang melimpah ruah.

Namun, lemahnya pengelolaan dan kontrol dari segi perizinan maupun dari segi dampak lingkungan, kerap membuat para penambang terkesan beraktifitas seenaknya. Para penambang terkesan melakukan aktifitas tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan yang terjadi. Hal ini menjadi sorotan oleh WALHI Sumbar beberapa waktu terakhir.

Pada Jumat, (21/6) lalu, melalui akun medsos resminya, WALHI Sumatra Barat mengirim surat terbuka kepada Pemko dan Polres Sawahlunto terkait aktifitas tambang emas tanpa izin yang beroperasi dikawasan Sawahlunto.

Dalam surat terbukanya, WALHI Sumbar menyayangkan atas terjadinya pembiaran terhadap aktifitas ilegal di Kota Arang itu. Menutut WALHI, kota yang kaya akan wisata dan kulinernya ini, telah teracuni oleh aktifitas penambangan ilegal.

Dalam surat terbukanya, WALHI Sumbar juga mengingatkan Kapolres Sawahlunto, bahwa tambang emas ilegal masuk dalam katagori tindak pidana yang diatur dalam pasal 158 uu no 4 tahun 2009 tentang pertambangan minerba. Bahkan pelaku dapat diancam dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 10 milliar rupiah.

Pasca dikirimnya surat terbuka oleh WALHI Sumbar, aktifitas tambang emas ilegal memang sempat berhenti sebahagian. Namun, salah satu tambang yang menjadi sorotan utama yang saat itu beraktifitas di bawah jembatan Silungkang, tak berhenti berakifitas. Mereka terkesan mengabaikan apa yang menjadi sorotan WALHI Sumbar. Penambang ini hanya menghentikan aktifitas di titik pengerjaan awal, keesokan harinya mereka pindah untuk melakukan aktifitas yang sama kelokasi yang jaraknya hanya sekitar 500m dari lokasi awal.

Hingga berita ini diturunkan, tak hanya satu unit alat berat yang bekerja, bahkan mereka makin bertambah banyak dari jumlah pertama. Menurut informasi dilapangan, terpantau ada 2 unit alat berat yang beroperasi disepanjang jalur sungai Silungkang – Muaro Kalaban.

Bukan hanya tambang ilegal, bahkan menurut WALHI Sumbar, tambang yng memiliki izin resmipun bekerja tanpa memperhatikan dampak buruk terhadap lingkungan, Kamis, (4/7) Walhi Sumbar mengeluarkan siaran Pers dengan no : 046/ED-WSB/VII/2019. Dalam siaran persnya, WALHI Sumbar mengatakan bahwa Pemprov Sumbar mengabaikan kekawatiran warga Desa Sikalang yang terancam lobang tambang.

Disebutkan bahwa masyarakat yang berjumlah sekitar 70 KK, terancam amblasan lobang tambang batu bara milik CV Tahiti Coal. Berdasarkan hasil investigasi WALHI Sumbar, juga ditemukan bahwa CV Tahiti Coal sudah beroperasi diluar IUP yang mereka miliki.
“Berdasarkan overley Peta IUP dengan titik koordinat yang diambil langsung dilokasi aktivitas penambangan oleh Walhi Sumatera Barat pada titik kordinat 000 37’40.8” LS dan 100045’33.6” BT ‘diduga IUP CV. TAHITI COAL beraktivitas diluar IUP yang mereka milik dan ini jelas melanggar peraturan UU No.4 Tahun 2019 tentang mineral dan batubara dengan ancaman pidana dan pencabutan izin usaha pertambangan,” ungkap WALHI Sumbar dalam siaran persnya.

Selain itu, WALHI Sumbar juga menyebutkan bahwa mereka sudah melaporkan masalah ini kepada kementian lingkungan hidup dan kementrian ESDM.

“Walhi Sumatera Barat telah melaporkan persoalan tersebut pada kementrian Lingkungan Hidup dan Kementrian ESDM. Berdasarkan surat tersebut, kementrian merespon dengan meminta Pemprov untuk mengevaluasi IUP PT. Tahiti Coal, namun sampai saat ini belum ada langkah konkrit Pemprov Sumatera Barat,” jelas WALHI.

(Wandre DP)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

opini

Advertisement

EraChannel18

Advertisement
Advertisement

ERAINVESTIGASI