Connect with us

ERA HUKUM & KRIMINAL

Minta Kepastian Hukum Kasus Pelecehan Seksual, Sejumlah Warga Datangi Kantor DPRD

Published

on

Eranusantara.com, Gorontalo– Menindaklanjuti kepastian hukum terkait kasus pelecehan dan tindak kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur yang diduga telah dilakukan oleh salah seorang anak dari Kepala Desa, Jumat (14/6), para pemuda dan masyrakat Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, beramai-ramai datang menyambangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo.

Rombongan masa yang dipimpin oleh Ramli Manopo, datang langsung menghadap kepada para Pimpinam DPRD Kabupaten Gorontalo guna mendorong Pimpinan DPRD untuk mengusut tuntas kasus pelecehan terhadap anak dibawah umur ini.

“Kami datang karena sampai hari ini ada upaya memperlambat penaganan kasus, sehingga hari ini kami mendorong DPRD untuk terlibat dan memberikan kepastian hukum terkait persoalan yang ini,” beber Ramli Hamapo.

Kepada awak media, Ramli menyampaikan bahwa pihak keluarga mengharapkan langkah kongkrit dari pemerintah terkait dengan upaya pemulihan rehabilitasi terhadap psikologi anak yang menjadi korban pelecehan dan tindak kekerasan seksual di Kebupaten Gorontalo.

“Kami berharap agar Pemerintah baik eksekutif maupun legislatif beri perhatian khusus terhadap kasus seperti ini. Terlebih bagi pemerintah Kabupaten Gorontalo yang menjadikan Kota Layak Anak sebagai moto program pemerintah,” jelas Ramli.

Ditempat yang sama, Jayusdi Rivai, selaku Ketua Komisi I Dekab Gorontalo, langsung memberikan keterangan terkait kedatangan sejumlah pemuda dan masyarakat tersebut. Menurutnya, DPRD Kabupaten Gorontalo nantinya akan mencoba membantu melalui Pemerintah Daerah dalam hal pendampingan proses hukum yang saat ini tengah berjalan.

“Kita akan menindaklanjutinya dan tentunya sesuai mekanisme Perda yang ada. kita di DPRD memiliki Peraturan Daerah (Perda) terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ucap Jayusdi Rivai.

Jayusdi menerangkan bahwa pihaknya dari awal perkara tersebut telah memerima informasi melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang selalu mendampingi korban tersebut. Sehingga, dalam waktu dekat DPRD Kabupaten Gorontalo akan menggelar rapat terkait kasus tersebut.

“Kita akan gelar rapat internal secara tertutup. Kita tindaklanjuti apakah akan diadakan pertemuan dari keluarga bersama pihak P2TP2A,” Terangnya.

Lanjut, Jayusdi juga menambahkan, untuk korban pihaknya akan terus mendorong pihak dokter maupun psikolog untuk memulihakan kembali semangat dan kecerian korban.

“Jika korban mengalami kekerasan yang bersifat psikis atau kekerasan verbal lainnya maka kita dorong dokter dan psikolog yang ada di P2TP2A untuk mengembalikan semangat dan kecerian korban,” pungkasnya.

(Bucok)

opini

Advertisement
Advertisement

EraChannel18

Advertisement
Advertisement

ERAINVESTIGASI