Connect with us

ERA HUKUM & KRIMINAL

Ada Aroma Politik, Dodi Hendra Dituduh Gelapkan Sepeda Motor

Published

on

Eranusantara.com, Solok – Keberhasilan Dodi Hendra memperoleh satu jatah kursi DPRD Kab. Solok pada pemilu 17 April lalu, mampu melegakan sebahagian besar masyarakat Kab. Solok, khususnya yang berada di Kecamatan Gunung Talang, Kubung dan IX Koto Sungai Lasi. Tiga Kecamatan ini merupakan basis pemilihan anggota DPRD Kab. Solok yang tergabung dalam daerah pemilihan 1 (dapil 1) Kab. Solok.

Hal ini berbanding terbalik bagi beberapa pihak yang tidak sejalan dengan Dodi Hendra. Berbagai isu miringpun dimuculkan guna menggoyang kemenangan yang diperoleh Dodi.

Terbaru, pada Senin, (20/5) lalu, Dodi Hendra dilaporkan oleh Mira Khairani Anas melalui kuasa hukumnya ke Mapolsek Solok Kota dengan tuduhan penggelapan sepeda motor miliknya. Dodi dikatakan tak pernah melakukan pembayaran setelah memiliki kesepakatan jual beli kendaraan dengan pelapor.

Saat hal ini dikonfirmasikan kepada Dodi Hendra selaku terlapor, melalui telepon selularnya beberapa waktu lalu Dodi membantah semua tuduhan yang diberikan.

Kepada Eranusantara.com, Dodi mengatakan tak pernah mempunyai kesepakatan jual beli dengan pelapor.

“Saya tidak pernah menjalin kesepakatan jual beli dengan yang bersangkutan, jangankan untuk menjalin kesepakatan, bertemu saja saya tidak pernah. Yang saya ketahui, Mira merupakan istri dari Ketua Satria (Satuan Relawan Indonesia Raya Kota Solok), Armidon dt Bungsu, ” ungkapnya.

Saat itu, Dodi Hendra yang merupakan Sekretaris Satria Sumbar, dipinjami sepeda motor modifikasi oleh Armidon, namun karena ada kerusakan, Dodi meminta agar sepeda motor ini dibawa kebengkel dulu.

“Saat itu saya berkunjung kerumah Armidon, dengan nada bercanda saya mencoba memuji motor modifikasi miliknya. Hingga akhirnya ia menawarkan kepada saya, kalau mau pakai saja, disini juga gak ada tempat buat parkirnya,” papar Dodi menyampaikan perkataan Armidon.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Risman Bajau, selaku sekretaris Satria Kota Solok kepada eranusantara.com yang saat itu berada diantara Dodi dan Armidon dikediaman Armidon.

“Saat itu saya ada disana, Dodi Hendra berkunjung kerumah Armidon bersama saya dan 3 orang lainnya. Saya dan beberapa rekan mendengar langsung saat Armidon meminjamkan sepeda motornya kepada Dodi Hendra yang merupakan atasannya di Satria. Tidak ada sama sekali kesepakatan jual beli antara mereka berdua yang kami dengar, mereka hanya melakukan pinjam pakai karena mereka berteman dan juga memiliki hubungan dekat dalam beorganisasi. Saat itu tak hanya Dodi, bahkan saya juga dipinjami sepeda motor lainnya oleh Armidon, dan saya memakainya secara gratis dengan dasar pertemanan,”tutur Risman yang akrab disapa Bajau.

Atas kejadian ini, Bajau mengaku heran dan menduga ada unsur politik yang menunggangi permasalahan ini.

“Aneh ya dengan kasus ini, masa minjam motor, trus tiba – tiba dilaporkan penggelapan. Mungkin ada pihak yang menunggangi kasus ini, bisa saja orang – orang yang tidak sejalan dengan cara berpolitik Dodi,” papar Bajau.

Terkhir, Minggu, (19/5) bulan lalu, Armidon memang meminta uang penjualan dan meminta agar Dodi mengirim ke rekening pribadinya. Namun Dodi kembali meminta Armidon menemui rekannya untuk memperlihatkan surat – surat kendaraan karena uang pun sudah ada ditangan Ade selaku adik Dodi Hendra untuk melakukan pembayaran. Hal ini dilakukan karena saat itu Dodi Hendra berada di Jakarta karena ada pekerjaan.

Meski sudah diberikan arahan, Armidon tak kunjung menemui wakil dari Dodi Hendra, namun malah istri Armidon melalui kuasa hukumnya yang melaporkan kasus ini ke Mapolsek Solok Kota.

(Wandre DP)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

opini

Advertisement

EraChannel18

Advertisement
Advertisement

ERAINVESTIGASI