Connect with us

ERA CITIZEN CERDAS

US Treasury Dijual China, Ekonomi AS akan Kacau Balau

Published

on

Eranusantara.com – United States Department Of The Treasure.
China saat ini memegang Treasury senilai US$1,13 triliun dari total US$22 triliun surat utang AS yang beredar

Eranusantara.com, CitizenCerdas – Dalam perang dagang yang memanas dengan Amerika Serikat (AS), China ternyata punya senjata mematikan yang dapat memicu lonjakan suku bunga dan dapat membuat ekonomi AS kacau balau. Senjata itu adalah dengan menjual segunung obligasi pemerintah AS atau US Treasury yang dimilikinya. Di tengah-tengah perang dagang yang kian sengit itu, kemungkinan China meningkatkan serangannya dan berhenti menjadi konsumen terbesar surat utang AS semakin santer terdengar.

China saat ini memegang Treasury senilai US$1,13 triliun dari total US$22 triliun surat utang AS yang beredar. Meski terlihat kecil, jumlah itu mencapai 17,7% dari berbagai sekuritas yang dipegang oleh pemerintah asing, menurut data dari Departemen Keuangan dan Asosiasi Industri Sekuritas dan Pasar Keuangan, dilansir dari CNBC International.
Jika China memutuskan untuk melepas atau mengurangi peran mereka di pasar, secara teori, langkah itu dapat menciptakan guncangan yang substansial bagi negara seperti AS yang sangat bergantung pada entitas asing untuk membeli obligasinya.

Namun, setidaknya untuk saat ini pasar tidak khawatir bahwa China akan mengambil langkah itu, karena langkah itu mungkin tidak memiliki banyak efek positif selain hanya untuk jadi topik utama berbagai media.

Dari satu sisi, pengurangan kepemilikan Treasury oleh China bisa melemahkan dolar dan membuat perusahaan multinasional AS lebih kompetitif. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS akan meningkat dan dengan demikian menyebabkan harganya jatuh, sehingga menurunkan nilai portofolio China. Juga ada pertanyaan tentang di mana China akan menempatkan uangnya mengingat semua uang itu harus disalurkan ke suatu tempat, dan obligasi AS adalah salah satu di antara instrumen investasi yang memberikan imbal hasil tertinggi di dunia ketika ditimbang dengan risikonya yang relatif rendah.

“Sepertinya Treasury adalah tempat yang optimal untuk memastikan keamanan serta kualitas, apresiasi modal, dan lainnya. Mengutak-atik jumlah uang itu tampaknya sangat menantang sekarang,” ujar Nick Maroutsos, co-head obligasi global untuk Janus Henderson. “Itu mungkin dan bisa terjadi secara bertahap selama periode enam hingga 12 bulan. Tetapi, memintanya dan mewujudkannya dalam waktu yang cepat sangat tidak mungkin,” pungkasnya.

Fahad Hasan_Redaksi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

opini

Advertisement

EraChannel18

Advertisement
Advertisement

ERAINVESTIGASI