Connect with us

ERA NEWS

KPK Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penerimaan Hadiah Dari Penyelenggara Negara

Published

on

Eranusantara.com – Foto @2019, AntaraNews – Kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait pengadaan barang / jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara
KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan tiga tersangka dalam dugaan penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara

Eranusantara.com, SulawesiUtara – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait pengadaan barang / jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Penetapan tersangka ini merupakan hasil dari peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Senin (29/4) hingga Selasa (30/4) di Jakarta, Manado dan Kabupaten Talaud.

Baca Juga : Pemilu 2019, Telkom Terancam Jadi Sapi Perah – Berita II

KPK sangat menyayangkan praktik semacam ini masih terus terjadi, dimana sebelumnya tim KPK juga sedang melakukan penyelidikan terbuka terkait kasus serupa di kabupaten kepulauan Talaud untuk periode 2014-2017. Dari penyidikan terbuka tersebut, KPK mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa praktik tersebut masih terjadi di tahun 2019.

Setelah melakukan pemeriksaan, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan tiga tersangka dalam dugaan penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara ini. Tiga tersangka tersebut adalah Sri Wahyuni Manalip (SWM) yang merupakan Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud periode 2014-2019 dan Benhur Lalenoh (BNL), Pengusaha- tim sukses Bupati yang diduga sebagai penerima, serta BHK yang merupakan Pengusaha, diduga sebagai pemberi.

Baca Juga : BRI Dorong Pariwisata Digital

SWM melalui BNL diduga menerima hadiah atau janji dari kontraktor untuk mendapatkan paket pekerjaan di Kabupaten Talaud. SWM melalui BNL meminta fee10 % kepada BHK sebagai kontraktor dari setiap paket pekerjaan yang diberikan kepada BHK. Sebagai bagian dari fee 10% tersebut BNL meminta BHK untuk memberikan sejumlah barang mewah kepada SWM dengan total harga Rp. 463.855.000,-.  Selain barang mewah tersebut, BNL meminta BHK memberikan uang Rp 50 juta untuk Bupati, uang tersebut sudah diterima melalui salah seorang ketua Pokja di Kabupaten Talaud.

Sebagai pihak yang diduga penerima, SWM dan BNL disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan atau pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

BNL yang diduga sebagai pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Selanjutnya, untuk kepentingan pemeriksaan, KPK menahan tiga tersangka tersebut selama 20 hari ke depan. SWM ditahan di Rumah Tahanan Cabang KPK Gedung Merah Putih. BHK ditahan di Rumah Tahanan KPK Cabang C1 dan BNL ditahan di Rutan Guntur.

Redaksi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adventorial

Advertisement
Advertisement

EraChannel18

Advertisement
Advertisement

ERAINVESTIGASI