Connect with us

Opini

Ari Prima : Saatnya Orang Minang Meraih Fitrahnya Sebagai Pemikir

Published

on

Eranusantara.com – Ari Prima Caleg DPR RI Dapil 1

Eranusantara.com, Padang“jika ingin bekerja maka bekerjalah seperti orang jawa, jika ingin beretorika maka beretorikalah seperti orang batak namun jika berfikir maka berfikirlah seperti orang minang“. Hal ini merupakan lontaran Mantan Presiden RI pertama, Ir. Soekarno.

Ketegasan ini menegaskan bahwa Orang Minang dilahirkan sebagai pemikir. Hal ini pun sebenarnya sudah menjadi fakta yang tidak terbantahkan. Telah lahir banyak tokoh-tokoh dari rahim Minang yang mampu memberikan sumbangsih dalam bentuk pemikiran, penegasan sekaligus pondasi bangsa dalam menggebrak pergerakan dunia.

Baca Juga : Pasca Orde Baru, Pergerakan Bisnis Perbankan Melenggang, Siapa Pemilik Dibalik 3 Bank Raksasa?

Sebut saja, Hatta, Syahrir, Tan Malaka, Hamka, Nyiak Canduang, El-yunusiah, Zakiah Daradjat dan begitu banyak lagi nama-nama yang telah membuktikan bahwa Orang Minang adalah pemikir dan pemegang tonggak perubahan itu.

Hal ini disebabkan karena begitu kuatnya pola pendidikan kemandirian dan karakter minang yang ditanamkan kepada putra putri minang. Karakter Minang yang mengharuskan setiap individu untuk mampu menghadapi berbagai perubahan serta siap ikut serta dalam tiap gelombang perubahan itu sendiri.

Namun mungkin saja yang dipaparkan di atas dianggap hanya sebagai nostalgia belaka, hanya kisah jaya dahulu kala, atau bahkan dongeng pengantar tidur. Karena memang akhir-akhir ini kuantitas dan kualitas para tokoh Minang melalui trend negatif, terlihat menurun.

Baca Juga : Laksi : Tolak Ajakan Amin Rais Yang Menyesatkan Rakyat

Melihat ini Ari Prima, sebagai anak muda yang lahir dari Rahim Minang, menegaskan akan mencoba berjuang untuk bisa kembali membuktikan bahwasannya sejarah yang pernah terjadi bukanlah dongeng semata. Ari Prima sebagai tokoh muda Minang di kancah politik Sumatera Barat yang mengajukan diri sebagai salah satu Caleg DPR RI Dapil 1 dan sekaligus merupakan ketua Partai Solidaritas Indonesia, menegaskan bahwa Sudah saatnya orang Minang kembali meraih fitrahnya sebagai Pemikir dan penulis sejarah, bukan hanya penikmat sejarah. Ini semua beliau tegaskan dalam sebuah semboyan “Minang Menang”

Wahyu_Redaksi Sumatera Barat

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement