Connect with us

ERA POLITIK

Sempat Diragukan, Rian Djafar Jadi Kandidat Kuat Wakili Rakyat di Puncak Botu

Published

on

Eranusantara.com, Gorontalo – Nama salah satu sosok rendah hati dan senang menolong ini, melesat tinggi dalam hasil survei eksernal sebagai salah satu kandidat kuat caleg Provinsi Gorontalo dapil Boalemo-Pohuwato. Caleg muda dan energik ini sudah tidak asing lagi namanya di kalangan para masyrakat, khususnya para petani cabai di Gorontalo. Yah, Rian Djafar, pemuda berusia 26 tahun digadang-gadang bakal bersaing ketat dan punya peluang besar menuju Puncak Botu, julukan dari Kantor DPRD Provinsi Gorontalo, pada pileg yang akan digelar 17 April mendatang.

Rian Djafar merupakan caleg Provinsi Gorontalo dapil Boalemo-Pohuwato dari Partai Perindo. Partai yang baru pertama kali mengikuti pileg, namum rupanya menjadi momok menakutkan bagi partai-partai besar, pasalnya caleg-caleg Partai Perindo hampir semuanya sudah mempunyai basis masa yang militan dan ter-struktur.
Seperti halnya Rian Djafar yang menyampaikan bahwa dirinya tidak menyangka bahwa saat survei namanya lebih awal muncul, walaupum survei tidak bisa dijadikan pijakan untuk menarik suara rakyat.

“Wah kemarin itu memang nama saya menguat, saya sendiri kaget juga, namun hasil survei tidak bisa kita jadikan acuan menarik hati rakyat, semua butuh kerja kerjas dan itu yang sudah saya lakukan sejak dulu. Bahkan jauh sebelum saya nyaleg, saya sudah terjun dan berbaur langsung dengan masyarakat,” beber Pengusaha Muda itu, Kamis, (11/4), kepada eranusantara.com.

Rian Djafar yang sebelumnya merupakan kader militan Partai Nasdem, mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengikuti pelatihan Akademi Bela Negara (ABN) di Jakarta, selama kurang lebih hampir lima bulan, tapi sayangnya saat kembali ke Gorontalo dirinya tidak mendapat tempat saat mengajukan pendaftran Bacaleg (Bakal Calon Anggota Legislatif) dikarenakan ada anggapan bahwa sosok Rian Djafar elektabilitasnya sangat rendah di banding Bacaleg lain dari dapil yang sama.

“Benar, dulu saya Kader Nasdem. Kami 10 orang angkatan pertama yang di seleksi belajar pada kampus Akademi Bela Negara (ABN). Namun ternyata walaupun sudah kader ABN, bukan acuan untuk mendapat posisi di situ. Saya bekerja sebelum jadi kader ABN, tapi saat pengajuan bacaleg malah nama saya yang tidak keluar,” ucap Alumni Akandemi Bela Negara (ABN) Nasdem tersebut.

Lebih lanjut Rian Djafar menerangkan, walaupun saat ini sudah hijrah ke Partai Perindo, namun dirinya tidak pernah melupakan kebaikan yang diberikan oleh orang-orang yang ada di Partai Nasdem. Walaupun beda partai namun dirinya menyampaikan komunikasi lintas partai terjalin baik dan dirinya meyakini partai politik hanyalah kenderaan, yang terpenting adalah niat.

“Walaupun saya memilih jalan berbeda, namun komunikasi antar saya dan kakak-kakak di Partai Nasdem terjalin baik. Semua partai saya pikir baik, hanya saja “oknum” tertentu yang kadang merusak citra partai itu sendiri. Ibarat kenderaan kita hanya berbeda memilih kenderaan mana yang kita gunakan. Utamanya adalah niat, niat awal menentukan seberpa besar kita dapat berbuat untuk masyarakat,” ungkap Rian Djafar.

Sementara itu, untuk menyambut pesta demokrasi yang semakin dekat, Rian Djafar mengajak kepada seluruh masyarakat Gorontalo, khususnya Boalemo-Pohuwato untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan walaupun nantinya ada perbedaan pilihan.

“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan, kita sambut pesta demokrasi ini dengan penuh keceriaan walaupun beda pilihan. Salam Perubahan Gerakan untuk Boalemo-Pohuwato,” Pungkas Caleg Perindo No urut 09 dari Dapil Boalemo-Pohuato ini. (Bucok)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement