Connect with us

ERA HUKUM & KRIMINAL

Berawal dari Komentar FB, Seorang Siswi SMP Jadi Korban Penganianyaan 12 Siswi SMA

Published

on

Eranusantara.com – Justice For Audrey, Siswi SMP Dianiaya 12 Siswa SMA Di Pontianak

Eranusantara.com, Kalimantan barat – Seorang siswi SMP menjadi korban penganiayaan setelah dikeroyok 12 siswi SMA di Pontianak, Kalimantan Barat. Siswa tersebut berinisial ABZ (15), yang juga merupakan siswi SMP di Pontianak.

Baca Juga : Jangan Salah Menarik Suatu “Kesimpulan” dari Sebuah “Hipotesis”

Aksi pengeroyokan itu terbilang sadis. Pasalnya hal ini dilandasi akan komentar terkait kecemburuan antar siswi di media sosial. Beruntung, aksi brutal itu terlihat oleh warga, yang bergegas melerai. Korban kemudian melapor ke Polresta Pontianak.

Dikutip dari merdeka.com, pada Selasa (9/4), Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Husni Ramli menyatakan bahwa korban pengeroyokan masih dirawat di rumah sakit di Pontianak.

“Korban yang masih duduk di bangku SMP itu mengalami luka serius di bagian kepala dan dada,” tegasnya.

Pengeroyokan itu terjadi Jumat, 29 Maret 2019 sekira pukul 14.30 WIB. Korban yang berada di rumah, dijemput temannya dengan tujuan ke rumah sepupunya yang juga terbilang ABG. Ada empat remaja perempuan sedang mengikuti saat itu.

Tiba di rumah sepupu, korban lantas dibonceng saudaranya itu. Belakangan di tengah jalan, korban dihampiri terduga pelaku, meminta sang sepupu mengarahkan motor ke kawasan Jalan Sulawesi. Korban pun tiba di belakang sebuah bangunan.

“Ada sejumlah remaja perempuan yang sudah menunggu. Seorang di antaranya langsung menyiramkan air ke korban dan menarik rambut, lalu kemudian menendang korban,” ujar Husni.

Husni mengungkapkan, meski korban terjatuh, terduga pelaku menginjak perut korban, dan membenturkan kepalanya ke jalan yang ada bebatuan. “Korban dan sepupunya sempat lari,” ucap dia.

Baca Juga : Dugaan Permainan di Kemenkeu, Negara Ditaksir Rugi Rp48 M

Meski mencoba kabur, korban dikejar pelaku. Saat korban turun dari sepeda motor, korban kemudian diperlihatkan isi chat dari aplikasi pesan instan. “Tapi korban terus dianiaya, hingga ada warga melintas, pelaku kabur,” terang Husni.

Dalam laporannya, ada tiga remaja perempuan terduga pengeroyok dilaporkan oleh korban. Polisi kembali memintakan visum atas korban, di samping melihat rekam medis sebelumnya, saat korban pertama kali dirawat medis.

“Kami masih akan meminta rekam medis. Sementara ini, korban belum kita minta keterangan tambahan, karena sedang dirawat di rumah sakit. Terduga pelaku, pasti kita minta keterangan,” demikian Husni.

Diah Astiarini_Redaksi








Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

opini

Advertisement
Advertisement

EraChannel18

Advertisement
Advertisement

ERAINVESTIGASI