Connect with us

ERA HUKUM & KRIMINAL

Jadi Korban Pencabulan, Siswi SD Hamil Lima Bulan

Published

on

Eranusantara.com – Ilustrasi Tindakan Asusila.

Eranusantara.com, TanahDatar – Kasus pencabulan kembali terjadi di Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kali ini yang menjadi korban dari tindakan asusila merupakan siswi kelas IV SDN Simawang, Sumatera Barat yang berinisial M.

Menurut keterangan dari Wali Kelas IV SDN Simawang, Erniwati, S.Pd menjelaskan, dari awal sudah ada kecurigaan terhadap M karena perubahan fisik M.

Baca Juga : SKK Migas Diduga Menyimpang Dalam Kententuan Kontrak Kerja

“Pada waktu pembagian rapot, sengaja saya bagikan terakhir, untuk mencari keterangan lebih lanjut atas dasar kecurigaan saya. Memang tingkat kecerdasan anak ini kurang, seharusnya sudah duduk di SMA. Kebetulananya hadir. Akhirnya, sambil menangis si anak mengaku telah hamil lima bulan. Namun tidak mau mengatakan siapa yang melakukannya, dan kami bersama ibu kepala sekolah sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mengambil langkah selanjutnya. Biar Dinas nanti yang memutuskannya,” Tutur Eni kepada Eranusantara.com, Kamis, (4/4) di ruangannya.

Saat dikonfirmasi kepada Wali Nagari Simawang, E. Dt. Rajomuyang, menjelaskan kalau masalah ini sudah dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Kita tunggu hasilnya. Disampingnya itu, kita juga memperketat peraturan adat, pengawasan orang tua sangat penting, termasuk di media sosial, jangan sampai orang tua lengah, ini akibatnya. Dan Dinas Sosial pun sudah kita hubungi, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya.” Kata Wali nagari.

Baca Juga : Menko Polhukam : Budaya ABS Dengan Presiden Saat Ini Sulit

Ditempat terpisah, Andri Dt. Maliputi Alam, salah satu penyuluh Agama di KUA Rambatan, Tanah Datar, Sumatera Barat menyesalkan dengan adanya kejadian ini.

“Dalam sepekan ini telah terjadi dua kali perbuatan Maksiat di Nagari Simawang yang dosanya tidak saja ditanggung oleh pelakunya saja namun juga orang orang disekitar tempatnya tinggal. Oleh sebab itu masyarakat Rang Simawang yang ada di grup ini mari kita dorong pemerintahan Simawang WALI NAGARI, BPRN, dan KAN untuk segera menerbitkan PERNAG ANTI MAKSIAT. Dengan demikian semoga Nagari kita bisa terselamat kan dari berbagai mara bahaya serta murka Allah.” Pungkas Dt. Maliputi Alam via WhatsApp kepada Eranusantara.

Dwi_Redaksi SumateraBarat

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement