Connect with us

ERA BISNIS

Meningkatnya Pengguna KRL, PT KAI Tembus Angka Rp3.3 Miliar Per hari

Published

on

Eranusantara.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI. WordPress.

Eranusantara.com, Bogor – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI menyebutkan bahwasannya minat masyarakat dalam menggunakan Transportasi massal Kereta Rel Listrik (KRL) kian meningkat dari tahun ke tahun. Jika diperkirakan hampir disetiap hari jumlah penumpang pengguna KRL di wilayah Jabodetabek menyentuh angka 1,1 juta orang dengan capaian tiket menembus Rp3,3 miliar per hari.

“Kondisi itu otomatis membuat perputaran uang di mode transportasi massal ini kian tinggi,” ungkap Deputi II PT KAI Daop I Jakarta, Junaidi Nasution, di Bogor, Selasa (2/4).

Baca Juga : Soal “Serangan Fajar” Dalam Kubunya, Fadli Zon : Kubu Prabowo Tidak Ada Uang

Junaidi menjelaskan, saat ini  jumlah penumpang KRL di wilayah Jabodetabek mencapai angka 1,1 juta orang per harinya. Jadi diartikulasikan asumsinya dengan tarif terendah senilai Rp3.000, setiap harinya jumlah transaksi tiket KRL mencapai Rp3,3 miliar.

Terlihat peningkatan jumlah penumpang secara signifikan tersebut terjadi sejak lima tahun terakhir ini. Sampai dengan Juni 2018, rekor tertinggi jumlah penumpang KRL mencapai 1.154.080 orang.

“Meningkat, lima tahun belakang dari 800.000 penumpang, sekarang sudah sampai 1,1 juta penumpang sehari,” ujarnya saat hadir pada kegiatan Pasar Murah KAI di Stasiun Bogor Kota Bogor Jawa Barat.

Baca Juga : What…? Hutang Indosat Meningkat Ribuan Persen?

Junaidi menambahkan, di waktu yang bersamaan, PT KAI memiliki armada 900 unit KRL. Jumlah tersebut bertambah 60 kereta dari tahun sebelumnya. “Jumlah unit KRL akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah penumpang,” Tegas Junaidi.

Sebanyak 900 unit KRL ini melayani perjalanan ke 79 stasiun yang ada di Jabodetabek, Banten, dan Cikarang. Jika ditotalkan panjang rutenya, mencapai angka 418,5 kilometer.

PT KAI juga tidak tinggal diam menanggapi pembengkakan penumpang yang terjadi secara berangsur itu.

Kini, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini tengah mempersiapkan transaksi karcis berbasis uang elektronik LinkAja.

Nantinya pembelian karcis KRL akan diberlakukan non tunai secara keseluruhan. Hal itu berati hanya bisa menggunakan e-money atau uang elektronik.

“Sekarang sudah gak modelnya lagi uang tunai. Kita harus mensosialisasikan. Kalau enggak, kita ketinggalan,” kata Junaidi.

Rizki A_Redaksi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

opini

Advertisement

EraChannel18

Advertisement
Advertisement

ERAINVESTIGASI