Connect with us

ERA INVESTIGASI

Bekingi Tambang Ilegal Kab. Sijunjung, TY Cs Diduga Terima Ratusan Juta Setiap Bulan

Published

on

Ilustrasi/upeti penambangan emas Kab.Sijunjung
Eranusantara.com – Ilustrasi upeti penambangan emas Kab.Sijunjung/RizkiAsdiarman.

Eranusantara.com, SumateraBarat – Aktifitas penambangan emas tanpa izin di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat makin menjadi – jadi. Jumlah penambang terus meningkat setiap bulannya, diperkirakan saat ini ada puluhan alat berat yang bekerja melakukan penambangan emas tanpa izin. Hal ini terlihat sejak 2 bulan terakhir di wilayah Kab. Sijunjung, Provinsi Sumatra Barat, yang memang merupakan salah satu daerah penghasil emas di tanah minang ini.

Hasil penelusuran yang dilakukan EraNusantara.com, menemukan satu nama yang membekingi tambang emas ilegal ini. Komplotan yang dikomandoi oleh TY, salah satu warga Padang Sibusuk, Kab. Sijunjung, Sumatera Barat disebut – sebut memungut upeti dari para penambang setiap bulannya. Hal ini sudah menjadi rahasia umum ditengah masyarakat Sijunjung.

Baca Juga : Marak Ilegal Mining, Pemkab dan Polres Sijunjung Terkesan Tutup Mata

Beberapa masyarakat yang sempat dikonfirmasi, kepada EraNusantara.com, mengatakan bahwa memang TY yang menjadi beking tambang selama ini. “TY yang membekingi tambang disini. Para penambang memberikan setoran kepad TY setiap bulannya dan itu dikutip oleh orang – orang suruhan TY kepada penambang. Jika tidak memberikan setoran, TY melarang pera penambang untuk beraktifitas,” ungkap masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya kepada EraNusantara.com, beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Luar Biasa! Permainan Di Dalam OJK- Berita I

Bahkan tak hanya itu, salah satu penambang yang juga tak ingin identitasnya disebutkan, membenarkan apa yang disampaikan oleh masyarakat setempat. “Iya, kami memberikan setoran setiap bulan kepada TY. Hal ini untuk jaminan keamanan kami dalam melakukan penambangan. Pembayaran dilakukan tanggal 20 setiap bulannya. Ya, jika tidak dibayar, kami tidak boleh beraktifitas dan kami diusir dari lokasi tambang,” jelasnya.

Saat ditanyai mengenai nominal yang dibayarkan kepada TY cs, penambang ini menyebut bahwa hitungannya tergantung jumlah eskavator yang bekerja. “Kalau jumlah, itu dihitung per eskavator, (alat berat) yang bekerja. TY mematok harga puluhan juta per eskavator setiap bulan, harga itu berlaku bagi seluruh penambang didaerah ini,” tambahnya.

Untuk mencari kebenaran atas informasi ini, EraNusantara.com mencoba menemui TY yang disebut membekingi tambang emas ilegal guna melakukan konfirmasi. Namun, sosok TY memang sangat sulit untuk ditemui.

Baca Juga : Menteri Puan Umbar Uang Rp759 Juta?, Ternyata Untuk Ini!

Via telpon selularnya, kepada tim EraNusantara.com yang melakukan penyamaran, TY membenarkan bahwa para penambang memang dimintai puluhan juta untuk keamanan yang disebut sebagai uang koordinasi.

“Iya pak, tapi nanti adek – adek yang akan menjemput uangnya. Saya cuma membantu masyarakat sebagai perpanjangan tangan,” ungkap TY mengelak.

Ditanyai mengenai keamanan dari aparat kepolisian, TY mengatakan bahwa tidak pernah ada razia di Kab. Sijunjung, meski ia tidak menjamin untuk itu. “Kalo mengenai keamanan saya tidak bisa jamin pak, tapi biasanya jika kondisi sedang tidak kondusif, ya kita istirahat. Jika sudah aman, ya, kita mulai lagi. Kalau untuk razia, tidak pernah ada kok,” jelas TY meyakinkan.

Dari puluhan penambang tanpa izin yang saat ini sedang beroperasi di Kab. Sijunjung, diperkirakan uang ratusan juta rupiah mampu dihasilkan oleh TY cs setiap bulannya.

Ridho Putra, salah satu aktifis lingkungan yang juga merupakan putra asli Kab. Sijunjung, mengaku sangat prihatin atas kejadian ini. Kepada EraNusantara.com, ia mengaku kecewa dan sangat menyayangkan atas apa yang terjadi di tanah kelahirannya. “Saya sangat prihatin atas apa yang telah berlangsung sejak lama di Sijunjung ini. Mereka sangat bebas untuk melakukan kegiatan ilegal disini. Bahkan, TY yang hanya masyarakat biasa berani membekingi aktifitas seperti ini. Jika hal ini terus dibiarkan, tentu kerusakan alam akan bertambah parah disini,” tuturnya.

(Wandre DP_Redaksi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement