Connect with us

ERA INVESTIGASI

Luar Biasa! Permainan Di Dalam OJK- Berita I

Published

on

Eranusantara.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK)/Foto/FHD/Redaksi

Eranusantara.com, Jakarta – Kini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi perhatian publik. Bagaimana tidak, dari data-data yang tim investigator EraNusantara.com miliki, terdapat intervensi dalam penentuan posisi jabatan penting di berbagai institusi keuangan pasar modal. Di antaranya adalah Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Institusi yang dipimpin oleh Wimboh Santoso selaku Ketua Dewan Komisioner OJK ini, memiliki tiga kantor yang terletak di Lapangan Banteng, Bank Indonesia, dan Wisma Mulia. Dikabarkan, Wimboh dan Hoesen, selaku Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal yang merangkap sebagai anggota Dewan Komisioner OJK, bermain dalam penentuan posisi jabatan di atas.

Baca Juga : Cerita Panjang 28 Tahun MRT Jakarta, Digeber Jokowi Dalam 6 Tahun MRT Terealisasi

Ketika tim meminta klarifikasi kepada Wimboh Santoso, ia menunjuk Anto Prabowo selaku Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik, sebagai juru bicaranya untuk menjawan pertanyaan kami, berikut penjelasannya, dimulai dari BMI:

  • Bank Muamalat

Bank Mualamat Indonesia Tbk (BMI) tengah mengalami kesulitan keuangan. Rencananya, mereka akan melakukan right issue. Dalam right issue hingga penjualan asset swap plan, terdapat tiga perusahaan yang akan membeli asset yang ada. Ketiga perusahaan tersebut adalah Dubai Group, yakni Dubai Trust, Dubai Investor  dan Dubai Corporation. Arranger aksi ini adalah Djamal Attamimi. Djamal menjabat Managing Partners Lynx Asia Partners dan Komisaris PT Toba Bara Sejahtra Tbk. Perlu diketahui, sebelumnya OJK tidak merekomendasikan penjaualan asset swap yang akan dilakukan oleh BMI. Berdasarkan presentasi Attamimi ke pemegang saham Muamalat, ada tiga transaksi terkait asset swap.

Eranusantara.com – Bank Mualamat Indonesia Tbk (BMI)

Transaksi pertama, Muamalat menjual non performing asset (NPF) kepada Dubai Trust senilai Rp6 triliun.  Dari NPF itu, estimasi 30% dari nilai nomimal penjualan masih bisa tertagih.

Baca Juga : Pemprov Papua Siapkan Rp5M Untuk Bantuan Korban Banjir Jayapura

Transaksi kedua, Muamalat menerbitkan sukuk mudarabah senilai Rp1,6 triliun dengan kupon 8% dan tenor 20 tahun. Penerbitan sukuk meningkatkan capital adequacy ratio(CAR) Bank Muamalat. Dubai Investor akan menyerap sukuk ini sepenuhnya.

Transaksi ketiga, Muamalat wajib membeli Sukuk Trust Certificate yang diterbitkan Dubai Corporation sebesar Rp 8 triliun. Sukuk ini tidak memiliki peringkat dan memiliki kupon 0% bertenor 20 tahun. Aset dasar sukuk  obligasi Pemerintah Indonesia. Dana pembelian sukuk berasal dari penjualan NPF ke Dubai Trust senilai Rp 6 triliun, penerbitan sukuk mudarabah Dubai Investor Rp 1,6 triliun. Sisanya Rp 400 miliar dari kantong Muamalat.

Pembelian NPF Muamalat dikompensasikan lewat penerimaan dana Sukuk Trust Certificate senilai Rp 8 triliun tersebut. Artinya, setelah transaksi pertama dan kedua terjadi, semua dana dari Dubai Trust dan Dubai Investor masuk ke Dubai Group beserta tambahan uang kas Bank Muamalat Rp 400 miliar. Sebagai pertukarannya, Muamalat memegang Sukuk Trust Certificate selama 20 tahun.

Yang menarik, dari transaksi pertama, Dubai Trust bisa menerima tambahan Rp 1,8 triliun dari estimasi NPF yang bisa tertagih. Lalu di transaksi kedua, Muamalat harus membayar yield8% dari Rp 1,6 triliun atau sebesar Rp 128 miliar per tahun selama 20 tahun. Dokumen tersebut menyebut, estimasi laba Muamalat 2018 sebesar Rp 96 miliar. Artinya, Muamalat harus nombok. ( Sumber, KONTAN.)

Selain itu, tim investigator mendapat informasi valid bahwa BMI telah melakukan penjualan asset swap senilai Rp500 milliar, namun hal ini buru-buru dibantah oleh OJK.  Tidak ada transaksi penjualan Asset Swap di BMI”, tegas  Anto Prabowo dalan surat elektronik. Sayang hingga berita ini turun, Achmad Kusna Permana, Presiden Direktur Muamalat tidak bersedia menjawab pertanyaan EraNusantara.com, bahkan nomor reporter EraNusantara.com pun diblok. (Bersambung…).

(FHD_Redaksi) ~

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

opini

Advertisement

EraChannel18

Advertisement
Advertisement

ERAINVESTIGASI