Connect with us

ERA NEWS

Direksi Krakatau Steel Terseret Kasus OTT, Manajemen Akan Temui KPK

Published

on

Eranusantara.com – PT Krakatau Steel Tbk (Persero).

Eranusantara.com, Jakarta – Manajemen PT Krakatau Steel Tbk (Persero) segera meminta keterangan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap salah seorang pejabat di BUMN produsen baja itu.

“Secepatnya kami akan menemui KPK untuk mendalami lebih lanjut informasi adanya penangkapan seorang direksi Krakatau Steel,” kata Sekretaris Perusahaan Krakatau Steel Prio Utomo, di Jakarta, Sabtu (23/3).

Prio menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui nama pejabat Krakatau Steel yang tertangkap tangan oleh lembaga antirasuah tersebut.

Baca Juga : DPR RI “Rakyat Menjadi Korban Terbesar Dari Praktik Jual Beli Jabatan”

“Kami belum bisa menyebutkan siapa direksi Krakatau Steel yang dimaksud KPK,” ucapnya.

Ia menambahkan, manajemen juga belum memastikan kapan waktunya akan memberikan keterangan pers terkait kasus ini.

Demikian juga soal langkah hukum yang akan ditempuh Krakatau Steel, belum bisa disebutkan karena masih terlalu dini dan perlu koordinasi lebih lanjut dengan KPK.

“Tunggu saja. Kami harus mendalami peristiwa ini terlebih dulu. Lokasi OTT pun berada di Jakarta, sementara ketika terjadi penangkapan, beberapa direksi sedang berada di Kantor Pusat Krakatau Steel, Cilegon,” ujar Prio.

Baca Juga : Pengamat : Penerapan UU Teroris Untuk Berita Hoax Dinilai Sangat Berbahaya

Sebelumnya, pada Jumat (22/3) sekitar pukul 18.30 WIB, KPK menangkap empat orang, satu di antaranya disebutkan merupakan pejabat Krakatau Steel.

Diduga telah terjadi transaksi penerimaan uang dari pihak swasta untuk kepentingan proyek Krakatau Steel di daerah. Aliran dana dilakukan dalam mata uang rupiah maupun dolar secara tunai dan yang lainnya menggunakan sarana perbankan.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, keempat orang yang diamankan saat ini sudah berada di Gedung KPK.

Informasi lebih lengkap akan disampaikan pada Sabtu (23/3) sore melalui konferensi pers yang akan digelar di Gedung KPK.

“KPK memiliki waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang diamankan tersebut,” tutur Basaria.

KPK Dalami Transaksi Pemberian Uang Kepada Direktur Krakatau Steel

Untuk diketahui sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami transaksi pemberian uang menggunakan sarana perbankan kepada seorang Direktur PT Krakatau Steel.

Dalam operasi tangkap tangan terhadap Direktur PT Krakatau Steel itu, KPK menduga pemberian uang dilakukan secara tunai dan melalui perbankan baik.

“Ada uang yang diamankan. Kita juga mendalami transaksi yang menggunakan sarana perbankan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/3).

Baca Juga : Di Tengah Masa Ekspansi, Jasa Marga Berhasil Pertahankan Laba Bersih

KPK menduga sudah terjadi transaksi yang melibatkan kontraktor swasta. Transkasi tersebut menggunakan rupiah maupun dolar.

Febri mengatakan KPK belum bisa merinci berapa total uang yang diamankan dalam OTT tersebut.

“Belum ada, sedang kami dalami juga indikasi transaksi, ada mekanisme yang digabungkan antara mekanisme “cash” dan perbankan,” ungkap Febri.

Empat orang diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan Tangerang Selatan, Jumat (22/3). Selain Direktur PT Krakratu Steel, KPK juga turut mengamankan pegawai PT Krakatau Steel dan pihak swasta.

Baca juga : Menteri Puan Umbar Uang Rp759 Juta?, Ternyata Untuk Ini!

KPK memiliki waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang diamankan tersebut.

Sumber : Antara

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

opini

Advertisement

EraChannel18

Advertisement
Advertisement

ERAINVESTIGASI