Connect with us

ERA MEGAPOLITAN

DPR-RI : Rangcangan UU Sumber Daya Air Berkiblat Ke Rakyat

Published

on

Eranusantara.com – anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Intan Fitriana Fauzi/Redaksi

Eranusantara.com, Jakarta – Rancangan Undang-Undang (RUU) Sumber Daya Air (SDA), yang sudah digarap dari tahun 2018, diyakinkan rampung di tahun 2019. Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Intan Fitriana Fauzi di Gedung Nusantara III Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (19/3).

“RUU SDA ini dirancang dengan kiblatnya lebih mengarah kepada rakyat,” Tegas Intan dalam Forum legislasi bertema ‘RUU SDA, Pro-Rakyat atau Pro-Bisnis?.

Baca Juga : Mahfud MD : Nasib Bangsa Untuk Lima Tahun Kedepan Ditangan Anda, Jangan Asal Pilih

Lanjut dia, Intan menyampaikan pihaknya yang ada di Panitia Kerja (Panja) akan mengawal RUU SDA yang mengacu kepada pasal 33 undang-undang dasar ’45 yang mengamanatkan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dikuasai negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

“Saat ini masih dalam pembahasan. Di mana pada Juli 2018, kami menggodok di tahap redaksional, dan dalam pembahasan RUU SDA, harus dipisahkan antara kepemilikan sumber daya air dan pengelolaan air itu sendiri. Apa nanti breakdownnya, kata dia, dicoba elaborasi dan tentunya ini seperti halnya juga kekayaan alam di Indonesia yang lainnya,” Ungkapnya.

Menurutnya, dalam RUU SDA akan menguatkan keberadaan BUMD dan BUMN dalam pengelolahan industri air.

“Memang  semangatnya adalah karena harus dikuasai negara. Tentunya ini harus berkoordinasi dengan pemerintah,  kalau sekarang tentu kita harus mengarah kepada kerjasamanya itu adalah dengan BUMN atau BUMD.”

Pengamat dari Universitas Ibnu Khaldun Bogor Mohamad Mova Al’Afghani mengatakan secara umum dulu permukaan bumi 75  terdiri dari air,  3% nya itu adalah air tawar,  Jadi sebenarnya mayoritas air itu asin rasanya air laut maksudnya.

Baca Juga : Perguruan Silat Mancak Pisau Deklarasi Dukungan Jokowi – Amin

“Dari 3% itu yang bisa diminum itu hanya 1%,  Kenapa begitu karena sisanya itu adalah di dalam kutub baik kutub utara maupun selatan dalam bentuk bongkahan.jadi dari semua air yang ada di bumi ini yang bisa diminum hanya 1 %,” jelasnya.

Bila berbicara tata kelola air, jelasnya,  biasanyabicara dua hal. Pertama adalah konteks pelayanan air itu bicara air minum dan air limbah dan kedua adalah bicara konteks sumber daya air.

“Kalau kita bicara air minum, itu ada prosesnya pertama airnya diambil di sungai atau di danau, kemudian airnya itu diolah dibersihkan namanya  proses treatment lalu disalurkan kepada pelanggan memakai pipa-pipa untuk proses  distribusi sampai masuk saat kita buka keluar air itu,” terangnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement