Connect with us

Seni & Budaya

Pemprof Sumbar Berkolaborasi Tingkatkan Aktivitas Budaya Minang

Published

on

Eranusantara.com – Seminar revitalisasi budaya Minangkabau yang diselenggarakan Balai Pelestarian Budaya Sumatera Barat

ERANUSANTARA, PADANG – Seminar revitalisasi budaya Minangkabau yang diselenggarakan Balai Pelestarian Budaya Sumatera Barat, menghasilkan beberapa poin penting. Pertama, akan ada langkah kongrit dalam budaya, terutama tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan tradisional dan olahraga tradisional seperti silek. Kedua, peran Dinas Kebudayaan akan  berkolaborasi dengan intansi terkait dalam  mengambil kebijakan meningkatkan aktivitas budaya minang seperti BPNB, BPCB dan sebagainya.

‘’Poin kesepakatan yang kita susun merupakan buah pemikiran dari para peserta seminar. Peserta ada dari kalangan akademisi, ninik mamak, penghulu, alim ulama , cadiak pandai, praktisi, budayawan, guru, media dan sebagainya. Rekomendasi ini sudah mulai disusun sejak  27 hingga 30 November lalu di Kota Bukiitiinggi. Banyak hal yang dapat disumbangkan dalam pemikiran peserta demi kemajuan kebudayaan sesuai dengan Undang-undang No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,’’ ungkap Drs. Suarman selaku Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumbar, beberapa waktu lalu.

Suarman juga mengharapakan hasil seminar ini dapat memberi rekommendasi untuk lebih memudahkan koordinasi dalam menyusun agenda kegiatan, penelitian dan sebagainya. Karena untuk lebih menguatkan dan dijadikan program, maka 10 komponen objek pemajuan kebudayaan perlu dilakukan oleh berbagai lintas sector, baik bagi pemerintah, swasta, pemangku adat dan masyarakat.

Seminar ini dibuka langsung oleh Dirjen Kebudaaayan Kemendikbud Himan Farid. Dalam kata sambutannya Dirjen Kebudaaayn mendukung adanya seminar revitalisasi budaya minang untuk lebih fokus dalam mengelola, sesuai UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Salah satu pemateri yang hadir dosen Universitas Negeri Padang, Indra Yudha, MPd. PhD, menjelaskan tentang olahraga tradisional. Olahraga tradisional memiliki ciri khas, antara lain dilakukan secara alami, memiliki unsur pendidikan, unsur adat dan sebagainya. Silek contohnya, sebagai budaya tradisi, silek memberikan manfaat besar bagi pendekar dalam menjalankan kehidupan.

‘’Dalam seminar ini kita diberi gambaran bahwa silek memiliki nilai budaya yang tinggi. Saya sebagai panitia Silek Arts Festival bangga, silek sudah memiliki posisi tawar di pemerintah untuk pemajuan kebudayaan. Info yang saya dapat, silek telah diusulkan sebagai warisan dunia, semoga saja,” ungkap Indra Yudha.

Selain para dosen yang memberikan materi, ada juga Dinas Kebudayaan Sumbar, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAM) dan lainnya. Peserta kegiatan ini berasal dari perwakilan Kota dan Kabupaten di Sumbar. (eko kurniawan)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement