Connect with us

ERA SULAWESI

Amdal Belum Selesai, PT Citra Lampia Tetap Beroperasi Lakukan Pengiriman Nikel

Published

on

Eranusantara.com – PT Citra Lampia Mandiri (CLM) masih beroperasi. (Img/Red)

ERANUSANTARA.com, Lutim, SULSEL – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Lutim) Sulawesi selatan meminta PT Citra Lampia Mandiri (CLM) menghentikan aktifitas tambang karena belum memenuhi izin lingkungan,

Surat peringatan tersebut, berdasarkan surat yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Lutim) Sulawesi Selatan, bernomor 862.1/1631/DLH. Surat tersebut tertanggal 31 Oktober 2018.

Dalam surat peringatan tersebut, PT CLM diminta segera menghentikan pengapalan dan rencana mendatangkan tongkang sebelum sarana dan prasarana berupa terminal khusus pertambangan mineral logam jenis nikel.

Baca Juga : Dipicu Kerusakan Crane, Pengerjaan Jembatan Siak IV Riau Dipastikan Tidak Rampung Tahun Ini

Selain itu, PT CLM juga belum melengkapi izin AMDAL sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.27 tahun 2012 tentang izin lingkungan yang diberlakukan pada perusahaan yang bergerak pada pertambangan.

Sebelumnya warga juga mengeluhkan aktifitas CLM yang mencemari sungai sehingga air sungai menjadi keruh dan tak layak lagi dimanfaatkan masyarakat yang bermukim disepanjang bantaran Sungai Pongkeru hingga muara Malili Balantang, Lutim, Sulsel.

“Namun peringatan tersebut tidak ada artinya karena perusahaan PT CLM hingga saat ini masih beroperasi. Permasalahan ini sudah terlalu mengambang karena sudah berapa tahun beroperasi namun AMDAL belum lengkap,” ungkap warga di sekitar, seperti yang dikutip dari media bedahkasus.com.

Baca Juga : Sanggar Marak Mudo Ikut Meriahkan Event Maestro Silek Minangkabau

“Penegak hukum yang ada wilayah Luwu Timur sepertinya tutup mata dalam permasalahan ini, tidak ada yang menangani lebih serius padahal tambang itu sudah merugikan masyarakat desa Pongkeru dan masyarakat kecamatan Malili, lebih parahnya lagi sudah empat kali pemuatan perkapalan melalui pelabuhan lampia, namun tidak ada yang bisa mengungkap permasalahan tersebut terkait konfensasi lahan dan tanaman warga, bahkan belum ada yang terselesaikan meski sudah di laksanakannya pertemuan pada beberapa bulan yang lalu di kantor DPRD dan kantor Bupati Lutim. Namun janji hanyalah janji, Bukankah ini namanya jancimmu taroe,” Tandas warga kepada awak Media.


Laporan : Haeruddin

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adventorial

Advertisement
Advertisement

EraChannel18

Advertisement
Advertisement

ERAINVESTIGASI